Maaf, Anda mengaktifkan Adblock pada browser anda!
Atau anda tidak mengaktifkan Javascript![ ? ]

Shalom – Shalom – We bless you which came in the name of Yeshua –

RENUNGAN KRISTEN

PAHIT ATAU MANIS
by: D.J.F
Ada dua reaksi yang muncul ketika anak Tuhan mengalami krisis. Kecewa terhadap Tuhan atau tidak, mengeluh atau bersyukur, menjadi apatis atau tetap percaya dan berharap pada Tuhan, menjauh dari Tuhan atau semakin mengasihi Tuhan, tidak bersemangat melayani Tuhan karena merasa bahwa pelayanan tak ada gunanya atau justru semakin giat, serta berbagai reaksi yang mencerminkan dua kondisi hati yang bertolak belakang: PAHIT atau MANIS.

Dalam situasi normal, apalagi dalam kelimpahan dan segalanya berjalan lancar, sangat mudah untuk bersyukur dan memuji Tuhan, "Tuhan, Kau sangat baik. Terimakasih. Aku mengasihi-Mu. Engkau sungguh luar biasa bagiku. Aku percaya kepada-Mu." Itu reaksi wajar dan memang seharusnya. Tetapi jika sedang dalam situasi sebaliknya, maka hati benar-benar diuji: apakah reaksi yang keluar tetap manis atau hati kita berubah menjadi pahit. Hal seperti ini tak bisa dibuat-buat. Pahit atau manis adalah respon yang timbul dari kedalaman hati yang dimurnikan melalui penderitaan.

"Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu." (Amsal 27:19)
Seperti kekuatan dasar sebuah bangunan diuji oleh goncangan, demikian pula hati manusia. Saat semua yang berupa kesenangan, posisi, kemewahan, fasilitas, kebanggaan, dan segala sesuatu yang memberi kenyamanan bagi tubuh dan jiwa, tiba-tiba digoncang atau diijinkan Tuhan untuk diambil dari hidup kita, maka akan nampak sesungguhnya atas dasar apa kita membangun kehidupan selama ini. Jika dasarnya adalah Kristus, maka akan tetap teguh. Tetapi jika kita meletakkan rasa aman dan bahagia pada semua kenyamanan hidup, maka ketika krisis ekonomi melanda dan segala sesuatu tak berjalan sebagus biasanya, maka iman kita turut terguncang.


VIDEO CLIP LAGU ROHANI
VIDEO KOTBAH

SPONSORSHIP
Powered by Archipeddy | Theme Designed by: Eddy Sriyanto Lee | Thanks to GOOGLE, YOUTUBE and http://www.livingblessing.org/