Maaf, Anda mengaktifkan Adblock pada browser anda!
Atau anda tidak mengaktifkan Javascript![ ? ]

Shalom – Shalom – We bless you which came in the name of Jehovah –

Berbagi kata, lagu dan media.




Lion of Judah
MY STUDIO

Sekedar Berbagi

Shaloom... Tuhan Yesus mengajar murid-muridnya bahwa Musa, para nabi, dan pemazmur semua menulis tentang Dia. Malam ini saya ingin kita mengambil pandangan mendalam pada subyek yang berjudul “Migdal Eder” (baca: Mikdel Edar). Kita akan melihat banyak ayat Alkitab, dan kita akan mencari yang tersembunyi. Mari kita mulai dengan Lukas 24:44 "Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." Jadi kita akan mulai dengan melakukan studi tentang beberapa nama yang sangat menarik dalam Alkitab dan bagaimana tulisan-tulisan itu bernubuat tentang Mesias, Sang Penyelamat, Yesus Kristus Tuhan kita. Kejadian 35: 16-21. (16) Sesudah itu berangkatlah mereka dari Betel. Ketika mereka tidak berapa jauh lagi dari Efrata, bersalinlah Rahel, dan bersalinnya itu sangat sukar. (17) Sedang ia sangat sukar bersalin, berkatalah bidan kepadanya: "Janganlah takut, sekali inipun anak laki-laki yang kaudapat." (18) Dan ketika ia hendak menghembuskan nafas--sebab ia mati kemudian--diberikannyalah nama Ben-oni kepada anak itu, tetapi ayahnya menamainya Benyamin. (19) Demikianlah Rahel mati, lalu ia dikuburkan di sisi jalan ke Efrata, yaitu Betlehem. (20) Yakub mendirikan tugu di atas kuburnya; itulah tugu kubur Rahel sampai sekarang. (21) Sesudah itu berangkatlah Israel, lalu ia memasang kemahnya di seberang Migdal-Eder. Betel = "Rumah Allah"; Efrata, "Berbuah atau abu-abu." atau "Tempat Kesuburan" Rachel = "Domba (jenis kelamin betina)" Betlehem= "Rumah Roti." Eder = "Kawanan, Lipat." Migdal Eder (kawanan-menara) adalah sebuah Menara yang dibangun untuk melindungi ternak terhadap perampok atau hewan atau hal lain yang bisa mencelakakan atau membuat cacat domba-domba. (2 Raja-raja 18:8, 2 Taw 26:10, 2 Taw 27:4) Amsal 18:10 Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat. Lokasi persis Migdal Eder (Menara Kawanan Domba) lebih kurang 1000 langkah dari kota, di mana telah ditempatkan oleh tradisi sejak zaman Nabi Yeremia. Rahel (“Domba”), telah memberikan inspirasi dan kasih yang Yakub butuhkan, sampai pada akhir hidupnya. Dia meninggal dalam melahirkan anaknya yang kedua. Rachel dikuburkan di suatu tempat selatan Betel, di jalan ke Hebron (Kej 35:16,19). Betel adalah sepuluh mil sebelah utara Yerusalem, dan Betlehem adalah sekitar enam mil sebelah selatan Yerusalem. Hal ini biasanya menyimpulkan bahwa Rahel dikuburkan di daerah yang tidak jauh dari Betlehem. Situs tradisional masih menunjukkan kepada pengunjung untuk kota itu. Mari kita baca Lukas 2:8-12 Luk 2:8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Luk 2:9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Luk 2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Luk 2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Luk 2:12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." Menurut Edersheim dalam buku “The Life And Times Of Jesus The Messiah”, bab 6, Migdal Eder "Menara Penjagaan, bukan untuk ternak biasa yang merumput di tanah tandus di luar Betlehem, terletak dekat dengan kota, di jalan menuju Yerusalem”. Sebuah bagian dari Mishnah mengarah pada kesimpulan bahwa 'kambing domba, yang merumput di sana dipersiapkan untuk berakhir hidupnya di Bait Suci... "(Shekelim 7:4) Selain itu, Migdal Eder juga diungkapkan oleh Targum. Dengan demikian, Targum Yonatan, dikutip oleh Rabbi Munk, parafrase Kejadian 35:23 dan Mikha 4:8 "Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba, hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem" Apa yang kita dapat dari informasi para Rabi Yahudi ini? Pertama, kita tahu bahwa Migdal Eder adalah Menara Penjagaan, sebuah Menara yang dibangun untuk melindungi ternak terhadap perampok atau hewan atau hal lain yang bisa mencelakakan atau membuat cacat domba-domba. Berikutnya, ini bukan peternakan biasa untuk memelihara sembarang kambing domba dan lembu sapi. Para gembala yang menggembalakan mereka adalah laki-laki yang secara khusus dilatih untuk tugas Kerajaan. Mereka dididik dan dilatih secara khusus dalam menangani domba yang dikhususkan tersebut dan tugas mereka adalah memastikan bahwa tidak ada hewan terluka, rusak, atau bercacat cela sehingga tidak layak untuk masuk Bait Allah yang kudus” Mikha 4:8 Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba, hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem Kota Betlehem dapat dilihat di latar belakang, Migdal Eder adalah di sebelah kiri lembah, di tengah, di bukit tinggi ini adalah tempat kekuasaan-Nya yang pertama. ... Mari kita baca lagi Lukas 2:8-14 (8) Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. (9) Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. (10) Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: (11) Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. (12) Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." (13) Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: (14) "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." Ketika ibadat dipusatkan di Bait Allah di Yerusalem, padang rumput di sekitar Betlehem menjadi tempat di mana sekelompok khusus gembala memelihara anak domba-anak domba yang akan menjadi korban persembahan dimana hidup domba-domba tersebut harus tidak bercacat cela, sebab domba-domba tsb akan menjadi persembahan yang kudus bagi Tuhan. Mereka ada di bawah perlindungan khusus Kaum Rabinik. Maka, mereka pun memelihara dengan seksama sebuah kandang seremonial yang bersih (“Menara Kawanan Domba”) sebagai suatu tempat kelahiran. Para gembala biasanya memelihara kawanan dombanya di padang terbuka 24 jam sehari sepanjang tahun. Domba betina yang akan melahirkan anak domba, akan dibawa ke tempat khusus yang bersih dan terawat agar anak domba yang baru lahir tidak cacat atau terluka setelah dilahirkan. Imam yang bertugas di Migdal Eder harus memastikan tentang hal itu. Jadi tentunya tempat untuk meletakkan anak domba yang baru dilahirkan itu haruslah bersih dan apik, agar jangan sampai anak domba yang akan dikorbankan menjadi cacat karena terkena apapun dari tempat persiapan tsb. Salah satu cara perawatan anak-anak domba yang baru lahir tsb, adalah dengan membungkus anak-anak domba baru lahir dengan kain lampin agar tetap dijaga supaya tidak lecet. Yang luar biasa adalah ke tempat semacam inilah Roh Kudus menuntun Yusuf dan Maria yang akan melahirkan Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia! Haleluyah ! Lukas 2:8-18 mencatat bahwa ada beberapa gembala di padang yang sedang menjaga kawanan dombanya di tengah malam. Siapakah para gembala ini? Kemungkinan, para gembala yang berjaga di dekat Betlehem ini adalah para gembala “Migdal Edar”, yang sadar akan ajaran para rabi bahwa Mesias berasal dari Betlehem (lih Mikha 5:2). Malaikat hanya mengatakan pada para gembala bahwa mereka akan menemukan seorang bayi yang “dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” Tidak perlulah memberi pengarahan lebih lanjut kepada mereka karena merekalah yang memelihara anak domba-anak domba untuk korban persembahan. Ketika warta malaikat disampaikan, mereka segera tahu ke mana harus pergi, seperti ditunjukkan oleh Lukas 2:15-16, karena tanda ‘palungan dan dibungkus dengan lampin’ bagi mereka itu berarti menunjuk pada “Migdal Eder!”
Haleluyah !!!
Dengan demikian, Mikha 4:8 mau menunjukkan bahwa Allah secara profetis menubuatkan bahwa Yesus sang Mesias akan dilahirkan di “Menara Kawanan Domba” di tempat di mana anak domba tak bercacat dipelihara bagi korban persembahan di Bait Allah Yerusalem, di mana secara seremonial kandang/palungan yang bersih dipelihara dengan teliti oleh para imam Bait Allah yang mengawasi kelahiran setiap anak domba.

Jadi kalau Yesus sang Mesias, harus dilahirkan di Migdal Eder, maka sudah selayaknya anak-anak dombaNya (kita semua) juga lahir di Migdal Eder, di Menara Kawanan Domba dan dirawat sedemikian rupa sehingga kudus dan tidak bercacat cela.(tambahan dari penulis) Dari pembelajaran kitab suci kita ini, kita bisa menyimpulkan bahwa di tempat kelahiran khusus inilah Yesus, “Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia,” (Yoh 1:29) dilahirkan
Mari kita lihat kembali teks Alkitab dalam Kejadian 35: 16-21, Yakub meratapi atas kematian Rachel tercinta. Dengan air mata yang masih segar di matanya, ia memasang kemahnya di Migdal Eder, sebuah tempat di mana di masa depan, sebuah Domba khusus akan lahir untuk menghibur Yakub. Dia akan dilahirkan di mana anak domba korban dibesarkan, dan suatu hari nanti akan mengorbankan diri-Nya untuk dosa-dosa Yakub. Dia akan mati menjadi Korban Tebusan di kota Allah, Yerusalem, dan akan bangkit dari kematian. Akhirnya beberapa waktu di masa depan, Anak Domba ini yang pernah lahir di lokasi Migdal Eder, akan kembali ke tanah Yakub (Israel) dan secara ajaib akan menyelamatkan keturunan Yakub yang masih tersisa. Mikha 4:8 "Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba, hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem"

Migdal Eder (Menara Kawanan Domba) adalah sebuah Menara yang dibangun untuk melindungi ternak terhadap perampok atau hewan atau hal lain yang bisa mencelakakan atau membuat cacat domba-domba. Suatu hari nanti, Anak Domba akan menyatakan diriNya, kemudian mengambil tempat yang selayaknya, Dia akan duduk di atas takhta-Nya sebagai Anak Daud yang mulia, sebagai Raja terbesar Israel. Dengan demikian,Yakub akhirnya akan dihibur dari semua kesulitannya, pencobaan, dan sakit hati. Tidak ada lagi ratapan dan tangisan dari Migdal Eder. Sebab Anak Domba itu adalah Raja dan Gembala dan Kristus, Yang Diurapi untuk selama-lamanya. This teaching was first given by Rabbi Mike Short about 7 years ago at Beth El Messianic Congregation, in Glendale, AZ.

Powered by Archipeddy | Theme Designed by: Eddy Sriyanto Lee | Thanks to url, http://www.lolimax.com/ and http://www.livingblessing.org/
-------- Shaloom... Tuhan Yesus mengajar murid-muridnya bahwa Musa, para nabi, dan pemazmur semua menulis tentang Dia. Malam ini saya ingin kita mengambil pandangan mendalam pada subyek yang berjudul “Migdal Eder” (baca: Mikdel Edar). Kita akan melihat banyak ayat Alkitab, dan kita akan mencari yang tersembunyi. Mari kita mulai dengan Lukas 24:44 "Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." Jadi kita akan mulai dengan melakukan studi tentang beberapa nama yang sangat menarik dalam Alkitab dan bagaimana tulisan-tulisan itu bernubuat tentang Mesias, Sang Penyelamat, Yesus Kristus Tuhan kita. Kejadian 35: 16-21. (16) Sesudah itu berangkatlah mereka dari Betel. Ketika mereka tidak berapa jauh lagi dari Efrata, bersalinlah Rahel, dan bersalinnya itu sangat sukar. (17) Sedang ia sangat sukar bersalin, berkatalah bidan kepadanya: "Janganlah takut, sekali inipun anak laki-laki yang kaudapat." (18) Dan ketika ia hendak menghembuskan nafas--sebab ia mati kemudian--diberikannyalah nama Ben-oni kepada anak itu, tetapi ayahnya menamainya Benyamin. (19) Demikianlah Rahel mati, lalu ia dikuburkan di sisi jalan ke Efrata, yaitu Betlehem. (20) Yakub mendirikan tugu di atas kuburnya; itulah tugu kubur Rahel sampai sekarang. (21) Sesudah itu berangkatlah Israel, lalu ia memasang kemahnya di seberang Migdal-Eder. Betel = "Rumah Allah"; Efrata, "Berbuah atau abu-abu." atau "Tempat Kesuburan" Rachel = "Domba (jenis kelamin betina)" Betlehem= "Rumah Roti." Eder = "Kawanan, Lipat." Migdal Eder (kawanan-menara) adalah sebuah Menara yang dibangun untuk melindungi ternak terhadap perampok atau hewan atau hal lain yang bisa mencelakakan atau membuat cacat domba-domba. (2 Raja-raja 18:8, 2 Taw 26:10, 2 Taw 27:4) Amsal 18:10 Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat. Lokasi persis Migdal Eder (Menara Kawanan Domba) lebih kurang 1000 langkah dari kota, di mana telah ditempatkan oleh tradisi sejak zaman Nabi Yeremia. Rahel (“Domba”), telah memberikan inspirasi dan kasih yang Yakub butuhkan, sampai pada akhir hidupnya. Dia meninggal dalam melahirkan anaknya yang kedua. Rachel dikuburkan di suatu tempat selatan Betel, di jalan ke Hebron (Kej 35:16,19). Betel adalah sepuluh mil sebelah utara Yerusalem, dan Betlehem adalah sekitar enam mil sebelah selatan Yerusalem. Hal ini biasanya menyimpulkan bahwa Rahel dikuburkan di daerah yang tidak jauh dari Betlehem. Situs tradisional masih menunjukkan kepada pengunjung untuk kota itu. Mari kita baca Lukas 2:8-12 Luk 2:8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Luk 2:9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Luk 2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Luk 2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Luk 2:12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." Menurut Edersheim dalam buku “The Life And Times Of Jesus The Messiah”, bab 6, Migdal Eder "Menara Penjagaan, bukan untuk ternak biasa yang merumput di tanah tandus di luar Betlehem, terletak dekat dengan kota, di jalan menuju Yerusalem”. Sebuah bagian dari Mishnah mengarah pada kesimpulan bahwa 'kambing domba, yang merumput di sana dipersiapkan untuk berakhir hidupnya di Bait Suci... "(Shekelim 7:4) Selain itu, Migdal Eder juga diungkapkan oleh Targum. Dengan demikian, Targum Yonatan, dikutip oleh Rabbi Munk, parafrase Kejadian 35:23 dan Mikha 4:8 "Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba, hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem" Apa yang kita dapat dari informasi para Rabi Yahudi ini? Pertama, kita tahu bahwa Migdal Eder adalah Menara Penjagaan, sebuah Menara yang dibangun untuk melindungi ternak terhadap perampok atau hewan atau hal lain yang bisa mencelakakan atau membuat cacat domba-domba. Berikutnya, ini bukan peternakan biasa untuk memelihara sembarang kambing domba dan lembu sapi. Para gembala yang menggembalakan mereka adalah laki-laki yang secara khusus dilatih untuk tugas Kerajaan. Mereka dididik dan dilatih secara khusus dalam menangani domba yang dikhususkan tersebut dan tugas mereka adalah memastikan bahwa tidak ada hewan terluka, rusak, atau bercacat cela sehingga tidak layak untuk masuk Bait Allah yang kudus” Mikha 4:8 Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba, hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem Kota Betlehem dapat dilihat di latar belakang, Migdal Eder adalah di sebelah kiri lembah, di tengah, di bukit tinggi ini adalah tempat kekuasaan-Nya yang pertama. ... Mari kita baca lagi Lukas 2:8-14 (8) Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. (9) Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. (10) Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: (11) Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. (12) Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." (13) Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: (14) "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." Ketika ibadat dipusatkan di Bait Allah di Yerusalem, padang rumput di sekitar Betlehem menjadi tempat di mana sekelompok khusus gembala memelihara anak domba-anak domba yang akan menjadi korban persembahan dimana hidup domba-domba tersebut harus tidak bercacat cela, sebab domba-domba tsb akan menjadi persembahan yang kudus bagi Tuhan. Mereka ada di bawah perlindungan khusus Kaum Rabinik. Maka, mereka pun memelihara dengan seksama sebuah kandang seremonial yang bersih (“Menara Kawanan Domba”) sebagai suatu tempat kelahiran. Para gembala biasanya memelihara kawanan dombanya di padang terbuka 24 jam sehari sepanjang tahun. Domba betina yang akan melahirkan anak domba, akan dibawa ke tempat khusus yang bersih dan terawat agar anak domba yang baru lahir tidak cacat atau terluka setelah dilahirkan. Imam yang bertugas di Migdal Eder harus memastikan tentang hal itu. Jadi tentunya tempat untuk meletakkan anak domba yang baru dilahirkan itu haruslah bersih dan apik, agar jangan sampai anak domba yang akan dikorbankan menjadi cacat karena terkena apapun dari tempat persiapan tsb. Salah satu cara perawatan anak-anak domba yang baru lahir tsb, adalah dengan membungkus anak-anak domba baru lahir dengan kain lampin agar tetap dijaga supaya tidak lecet. Yang luar biasa adalah ke tempat semacam inilah Roh Kudus menuntun Yusuf dan Maria yang akan melahirkan Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia! Haleluyah ! Lukas 2:8-18 mencatat bahwa ada beberapa gembala di padang yang sedang menjaga kawanan dombanya di tengah malam. Siapakah para gembala ini? Kemungkinan, para gembala yang berjaga di dekat Betlehem ini adalah para gembala “Migdal Edar”, yang sadar akan ajaran para rabi bahwa Mesias berasal dari Betlehem (lih Mikha 5:2). Malaikat hanya mengatakan pada para gembala bahwa mereka akan menemukan seorang bayi yang “dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” Tidak perlulah memberi pengarahan lebih lanjut kepada mereka karena merekalah yang memelihara anak domba-anak domba untuk korban persembahan. Ketika warta malaikat disampaikan, mereka segera tahu ke mana harus pergi, seperti ditunjukkan oleh Lukas 2:15-16, karena tanda ‘palungan dan dibungkus dengan lampin’ bagi mereka itu berarti menunjuk pada “Migdal Eder!” Haleluyah !!! Dengan demikian, Mikha 4:8 mau menunjukkan bahwa Allah secara profetis menubuatkan bahwa Yesus sang Mesias akan dilahirkan di “Menara Kawanan Domba” di tempat di mana anak domba tak bercacat dipelihara bagi korban persembahan di Bait Allah Yerusalem, di mana secara seremonial kandang/palungan yang bersih dipelihara dengan teliti oleh para imam Bait Allah yang mengawasi kelahiran setiap anak domba. Jadi kalau Yesus sang Mesias, harus dilahirkan di Migdal Eder, maka sudah selayaknya anak-anak dombaNya (kita semua) juga lahir di Migdal Eder, di Menara Kawanan Domba dan dirawat sedemikian rupa sehingga kudus dan tidak bercacat cela.(tambahan dari penulis) Dari pembelajaran kitab suci kita ini, kita bisa menyimpulkan bahwa di tempat kelahiran khusus inilah Yesus, “Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia,” (Yoh 1:29) dilahirkan
Mari kita lihat kembali teks Alkitab dalam Kejadian 35: 16-21, Yakub meratapi atas kematian Rachel tercinta. Dengan air mata yang masih segar di matanya, ia memasang kemahnya di Migdal Eder, sebuah tempat di mana di masa depan, sebuah Domba khusus akan lahir untuk menghibur Yakub. Dia akan dilahirkan di mana anak domba korban dibesarkan, dan suatu hari nanti akan mengorbankan diri-Nya untuk dosa-dosa Yakub. Dia akan mati menjadi Korban Tebusan di kota Allah, Yerusalem, dan akan bangkit dari kematian. Akhirnya beberapa waktu di masa depan, Anak Domba ini yang pernah lahir di lokasi Migdal Eder, akan kembali ke tanah Yakub (Israel) dan secara ajaib akan menyelamatkan keturunan Yakub yang masih tersisa. Mikha 4:8 "Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba, hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem"

Migdal Eder (Menara Kawanan Domba) adalah sebuah Menara yang dibangun untuk melindungi ternak terhadap perampok atau hewan atau hal lain yang bisa mencelakakan atau membuat cacat domba-domba. Suatu hari nanti, Anak Domba akan menyatakan diriNya, kemudian mengambil tempat yang selayaknya, Dia akan duduk di atas takhta-Nya sebagai Anak Daud yang mulia, sebagai Raja terbesar Israel. Dengan demikian,Yakub akhirnya akan dihibur dari semua kesulitannya, pencobaan, dan sakit hati. Tidak ada lagi ratapan dan tangisan dari Migdal Eder. Sebab Anak Domba itu adalah Raja dan Gembala dan Kristus, Yang Diurapi untuk selama-lamanya. This teaching was first given by Rabbi Mike Short about 7 years ago at Beth El Messianic Congregation, in Glendale, AZ