Bless the Lord oh My soul

Bless the Lord oh My soul

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan

Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan

Sukacita adalah ciri Utama orang Kristen. bersukacita sebagai ungkapan hati atas kasih karunia Tuhan More »

Spread the word

Spread the word

Sebarkan Berita Keselamatan More »

Janagn risau menghadapi tantangan hidup

Janagn risau menghadapi tantangan hidup

Selalu ada berkat dibalik masalah yang kita hadapi. More »

Bingung memilih Asuransi Jiwa?

Bingung memilih Asuransi Jiwa?

PT Generali Indonesia adalah perusahaan internasional yang berpengalaman sejak tahun 1831. More »

 

Category Archives: Pelayanan

The Butterfly Effect

The Butterfly Effect

Matius 5:13-16 ; Titus 2:7a

 

Butterfly effect atau yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “Efek Kupu-kupu” adalah sebuah konsep yang mengatakan bahwa hal yang terkecil di dunia ini bisa menyebabkan efek yang sangat besar. Edward Lorenz mengemukakan ide dan teori ini lewat contoh seekor kupu-kupu kecil.Seekor kupu-kupu kecil memang tidak memiliki kuasa untuk menciptakan badai besar. Namun menurut teori ini, kepakan sayap kupu-kupu dapat membuat perubahan kecil di atmosfir bumi yang pada akhirnya dapat berujung kepada sebuah kemungkinan perubahan cuaca dan bahkan badai besar.

 

Pada tahun 1912 seorang misionaris bernama William Leslie pergi ke sebuah pedalaman hutan di Kongo untuk memberitakan Kabar Baik. Dia tinggal di sana dan memberitakan Kabar Baik selama 17 tahun. Kemudian dia merasa tidak ada hasil dan hati orang-orang di sana begitu tertutup bagi Kristus. Dia pun kembali ke Amerika dengan rasa kecewa yang luar biasa pada diri sendiri. Kemudian, 9 tahun setelah kembali ke Amerika, Leslie meninggal dunia. Pada tahun 2010, sebuah tim pemberita Kabar Baik dari Tom Cox WorldMinistries yang dipimpin oleh Eric Ramsey pergi ke lokasi yang sama di Kongo. Mereka sangat kaget ketika melihat di pedalaman hutan yang sangat sulit dijangkau tersebut ditemukan sebuah bangunan gereja yang sangat besar. Ketika ditelusuri asal-usulnya, ternyata gereja tersebut adalah buah hasil pemberitaan Kabar Baik Dr.William Leslie. Perlu waktu bertahun-tahun sampai penduduk setempat menerima Kristus dan pelayanan yang dilakukan Leslie mulai membawa dampak nyata.

 

 

Sumb er: Manna Sorgawi, Mei 2017

Romantika pelayanan

Pernah seorang mentor saya memberikan sebuah ilustrasi tentang pelayanan. Begini inti ilustrasi tersebut: ketika seorang pengunjung rumah makan menikmati makanan yang disajikan, ia mendapat sepiring makanan yang sudah siap disantap, telah teratur rapi. bersih . Tetapi tahukah ia, bahwa untuk menghidangkan makanan tersebut, terjadi proses pengolahan yang mungkin berbau amis, anyir, dengan beberapa noda minyak misalnya.

Demikian pula hanya dengan pelayanan di gereja. Jemaat cukup hanya datang, permadani sudah terhampar. Barisan lililin menyala dengan indahnya, grup musik mendentangkan lagu-lagu yang indah.Mereka mungkin tidak tahu bahwa untuk mendapatkan semua itu, ada keringat, ada gesekan, ada airmata.

Pelayan restaurant tidak perlu memberitahu pengunjung, tentang kekotoran dan proses dalam memasak di dapur. Demikian pula pelayan Tuhan tidak pada tempatnya untuk mengumbar kegaduhan yang terjadi selama proses pelayanan .

 

Bersikap adil dalam pelayanan.

Seorang pemimpin harus bertanggung jawab dalam semua bidang. Salomo menyebutkan lima hal yang merupakan tanggung jawab seorang pemimpin.
a. Menegur atau mengoreksi (Amsal 28:23) siapa menegur orang akan kemudian lebih disayang daripada orang yang menjilat.
b. Bertindak tegas (Amsal 24:11-12)
c. Mendengarkan kritik (Amsal 15:8) siapa mengindahkan teguran adalah bijak
d. Bersikap adil (Amsal 11;1) neraca serong adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi ia berkenan atas batu timbangan yang tepat. Eims.(1981:12-21).

Suatu ketika, seorang gembala cabang menyampaikan pesan-pesan penggembalaan dalam satu acara menara doa. Dia mengatakan bahwa dalam pelayanan gereja, terdapat dua jenis pelayanan, yaitu yang bersifat administratif seperti bidang ketatausahaan, dan pelayanan yang bersifat roh, misalnya para pendoa syafaat. Kemudian ia mengatakan, bahwa pelayanan yang ngeroh lebih penting daripada yang administratif.

Pernyataan ini membuat keresahan di sementara pengerja. Bukankan Yesus sendiri dalam masa pelayananNya di muka bumi pun tidak mengutamakan suatu pelayanan lebih unggul dari pelayanan lainnya.Bahkan ada yang berkomentar, cobalah kalau bapak gembala menganggap tugas administratif tidak penting. Biarlah semua urusan surat-menyurat, pembelanjaan, pengaturan ibadat diserahkan pada para pendoa, apakah dengan hanya berdoa lalu semua urusan gereja dapat terselesaikan?.

Yang benar adalah: karunia roh tetap mengindahkan karunia hikmat,  para pendoa juga harus turut memahami prosedural administrasi sedangkan para administrator juga seyogianya menyelami keperluan para pendoa.