Bless the Lord oh My soul

Bless the Lord oh My soul

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan

Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan

Sukacita adalah ciri Utama orang Kristen. bersukacita sebagai ungkapan hati atas kasih karunia Tuhan More »

Spread the word

Spread the word

Sebarkan Berita Keselamatan More »

Janagn risau menghadapi tantangan hidup

Janagn risau menghadapi tantangan hidup

Selalu ada berkat dibalik masalah yang kita hadapi. More »

Bingung memilih Asuransi Jiwa?

Bingung memilih Asuransi Jiwa?

PT Generali Indonesia adalah perusahaan internasional yang berpengalaman sejak tahun 1831. More »

 

Category Archives: Renungan

The Butterfly Effect

The Butterfly Effect

Matius 5:13-16 ; Titus 2:7a

 

Butterfly effect atau yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “Efek Kupu-kupu” adalah sebuah konsep yang mengatakan bahwa hal yang terkecil di dunia ini bisa menyebabkan efek yang sangat besar. Edward Lorenz mengemukakan ide dan teori ini lewat contoh seekor kupu-kupu kecil.Seekor kupu-kupu kecil memang tidak memiliki kuasa untuk menciptakan badai besar. Namun menurut teori ini, kepakan sayap kupu-kupu dapat membuat perubahan kecil di atmosfir bumi yang pada akhirnya dapat berujung kepada sebuah kemungkinan perubahan cuaca dan bahkan badai besar.

 

Pada tahun 1912 seorang misionaris bernama William Leslie pergi ke sebuah pedalaman hutan di Kongo untuk memberitakan Kabar Baik. Dia tinggal di sana dan memberitakan Kabar Baik selama 17 tahun. Kemudian dia merasa tidak ada hasil dan hati orang-orang di sana begitu tertutup bagi Kristus. Dia pun kembali ke Amerika dengan rasa kecewa yang luar biasa pada diri sendiri. Kemudian, 9 tahun setelah kembali ke Amerika, Leslie meninggal dunia. Pada tahun 2010, sebuah tim pemberita Kabar Baik dari Tom Cox WorldMinistries yang dipimpin oleh Eric Ramsey pergi ke lokasi yang sama di Kongo. Mereka sangat kaget ketika melihat di pedalaman hutan yang sangat sulit dijangkau tersebut ditemukan sebuah bangunan gereja yang sangat besar. Ketika ditelusuri asal-usulnya, ternyata gereja tersebut adalah buah hasil pemberitaan Kabar Baik Dr.William Leslie. Perlu waktu bertahun-tahun sampai penduduk setempat menerima Kristus dan pelayanan yang dilakukan Leslie mulai membawa dampak nyata.

 

 

Sumb er: Manna Sorgawi, Mei 2017

Medali perlombaan untuk sang anak

Home | Artikel

Medali untuk Sang Anak

Pernahkah Anda kebingungan memilih kado yang tepat untuk orang-orang yang Anda kasihi? Ada sebuah kado istimewa, kado yang dapat kita berikan kapan saja. Kado ini sangat mahal, namun tidak ada label harganya. Kado ini tidak mungkin hilang dan tidak mungkin pula dilupakan. Soal ukuran tidak perlu menjadi masalah. Pokoknya, ia cocok untuk segala cuaca, segala usia dan segala sifat atau kepribadian. Kado istimewa ini adalah… diri Anda sendiri!

Benar, berikanlah diri Anda sendiri.

Berikan waktu Anda bagi orang yang membutuhkan Anda. Dengarkan dengan penuh perhatian orang yang ingin curhat. Peluklah sahabat Anda dengan hangat. Kunjungilah orang yang sakit. Hiburlah mereka yang berduka. Menurut Yesus, pemberian diri adalah ekspresi kasih yang terbesar.

Kisah berikut ini memaparkan kado istimewa yang diberikan seorang ayah kepada anaknya.

Tim dayung dan kano Amerika Serikat yang dipersiapkan untuk mengikuti Olimpiade 1924 adalah tim yang sangat tangguh. Mereka diperkirakan akan merebut sejumlah medali emas dari pertandingan yang berlangsung di Paris, Perancis. Bill Havens dari Arlington, Virginia, adalah salah satu harapan terbesar bagi tim tersebut. Dijadwalkan untuk bertanding dalam lomba kano tunggal dan beregu, Bill diperkirakan akan berdiri di podium kemenangan.

Bill memutuskan untuk tidak memenuhi tujuannya di Olimpiade, namun di mata sebagian orang, ia tetap dapat dianggap sebagai pahlawan.

Beberapa bulan sebelum tim Amerika berangkat ke Paris, Havens mengetahui bahwa istrinya akan melahirkan pada waktu yang hampir bersamaan dengan pelaksanaan Olimpiade yang berlangsung selama dua minggu itu. Havens harus mengambil keputusan yang sulit, karena ia akan pergi dalam waktu yang lama — perjalanan ke Paris dengan kapal saja sudah memakan waktu dua minggu. Havens berembuk dengan istri, keluarga, teman dan dokternya. Semuanya mendorong dia untuk pergi ke Paris dan menjadi bagian dari tim yang pasti memenangkan medali emas.

Setelah beberapa hari memikirkannya dengan sungguh-sungguh, Bill Havens mengambil keputusan. Ia tidak akan pergi mengikuti Olimpiade. Ketika anaknya lahir, ia ingin mendampingi istrinya. Empat hari setelah Olimpiade Paris berakhir, pada 1 Agustus 1924, anak lelakinya, Frank Havens, lahir.

Selama bertahun-tahun kemudian Bill merasa bimbang, benarkah ia sudah mengambil keputusan yang tepat. Ia sering bermimpi berdiri di panggung kemenangan di Paris. Perlu waktu hampir tiga dasa warsa sebelum ia menyadari bahwa ia telah mengambil keputusan yang tepat. Pada musim panas 1952 ia menerima telegram dari Helsinki, Finlandia, tempat berlangsungnya Olimpiade saat itu. Telegram itu berbunyi:

“Ayah yang baik, Terima kasih telah menunggui kelahiranku pada tahun 1924. Aku akan pulang dengan medali emas yang seharusnya sudah kaumenangkan.” Telegram itu ditandatangani oleh, “Ananda yang mengasihimu, Frank.”

Frank Havens baru saja memenangkan medali emas dalam pertandingan kano 10.000 meter. *** (07/01/2005)

Kisah petani dan anjing setia

Ada sebuah keluarga Petani yang tinggal di sebuah desa. Keluarga Petani ini di karuniai seorang putri yg masih berumur enam bulan. Mereka juga memelihara seekor anjing yg sangat mereka sayangi.

Anjing itu begitu pintar dan setia kpd majikannya. Ia bisa diandalkan utk membantu pasangan Petani itu di dlm menjaga sawahnya.

Mereka tdk perlu membuang wkt untuk mencegah burung-burung atau tikus yg akan merusak tanaman padi, krn sang anjing setia akan mengusir burung2 yg datang untuk melahap padi mereka. Karena kegesitannya sang anjing setia itu selalu berhasil menangkap tikus-tikus buas yang akan merusak tanaman padi dan sang anjing akanmen-cabik-cabik tubuh mereka.

Pagi itu pak Tani bermaksud menjual hasil sawahnya ke kota, tetapi kali ini ia terpaksa hrs mengajak istrinya krn banyaknya hasil sawah yg hrs mrk bawa ke pasar. Masalahnya, siapa yg akan menjaga si kecil yg baru berumur enam bln itu? “Kan ada sang anjing,” kata pak Tani kepada istrinya.

Maka berangkatlah suami istri itu ke pasar dan mempercayakan pengawasan bayi mereka kepada sang anjing setia. Toh selama ini kesetiaan dan kepintarannya sdh terbukti.

Setelah semua hasil panennya habis terjual, mereka pun pulang ke rumah.

Melihat majikannya datang, dr kejauhan sang anjing menyalak, me-lompat2 sambil ber-putar2 seolah ingin memberitahukan kpd majikannya, “cepat ke mari, ada sesuatu yg terjadi” Setelah dekat, suami-istri itu pun kaget bkn kepalang. Betapa tdk, mrk melihat moncong si anjing berlumuran darah. “Pastilah sang anjing ini sdh memakan bayi kita”, jerit istri petani histeris.

Serta merta si pak Tani mengambil sebatang kayu, sambil mencaci maki sang anjing, “anjing kurang ajar, tidak tahu diuntung, teganya engkau memakan bayi kami” Sekuat tenaga pak Tani itu memukulkan kayu ke kepala sang anjing tsb. Sang anjing pun sempoyongan, berteriak lemah dan memandang tuannya dgn mata sayu, setelah itu ia rebah dan tak bernyawa dekat kaki tuannya.

Suami-istri itu bergegas ke dalam dan di sana mereka melihat bayi kecil mrk sdg tertidur lelap. Di bawah tempat tidurnya, tampak bangkai ular besar dgn darah yg berceceran di tanah bekas gigitan sang anjing.

Suami-istri itu pun duduk terkulai. Penyesalan mendera hati mrk krn telah membunuh sang anjing setia yg justru telah menyelamatkan nyawa bayi merek dr serangan si ular besar.

*Pesan Moral:*
_*”saat kita marah, jagalah kata2 dan sikap, sblm menyesal dgn akibatnya. Lebih baik diam dan menghindar sementara sampai kita mampu mengendalikan emosi”*_

_*”setiap org hendaklah cepat utk mendengar, tetapi lambat utk ber-kata2, dan jg lambat utk marah; sebab amarah manusia bisa tidak mengerjakan kebenaran”*_
dikutip dari #edisiSelfReminder#

Romantika pelayanan

Pernah seorang mentor saya memberikan sebuah ilustrasi tentang pelayanan. Begini inti ilustrasi tersebut: ketika seorang pengunjung rumah makan menikmati makanan yang disajikan, ia mendapat sepiring makanan yang sudah siap disantap, telah teratur rapi. bersih . Tetapi tahukah ia, bahwa untuk menghidangkan makanan tersebut, terjadi proses pengolahan yang mungkin berbau amis, anyir, dengan beberapa noda minyak misalnya.

Demikian pula hanya dengan pelayanan di gereja. Jemaat cukup hanya datang, permadani sudah terhampar. Barisan lililin menyala dengan indahnya, grup musik mendentangkan lagu-lagu yang indah.Mereka mungkin tidak tahu bahwa untuk mendapatkan semua itu, ada keringat, ada gesekan, ada airmata.

Pelayan restaurant tidak perlu memberitahu pengunjung, tentang kekotoran dan proses dalam memasak di dapur. Demikian pula pelayan Tuhan tidak pada tempatnya untuk mengumbar kegaduhan yang terjadi selama proses pelayanan .

 

Kura-kura di atas pagar

Renungan Kura-Kura di atas Pagar

Kura-Kura di Atas Pagar

Di dalam buku Perjalanan Sukses, John Maxwell menyampaikan terima kasih dan penghargaannya kepada orang-orang yang sangat berpengaruh mengangkat hidupnya menjadi pemimpin dari para pemimpin di kelas internasional. Orang-orang yang berpengaruh itu adalah Margaret Maxwell, Dick Peterson, Dave Sutherland, Dan Reiland, Stan Toler, dan Linda Egger.

Penghargaan ini diberikan karena pemimpin sekaliber John Maxwell menyadari bahwa tanpa campur tangan orang-orang berkualitas di sekitarnya, dia tidak akan bisa mencapai pengaruh kepemimpinan yang sangat luas. Prinsip ini sangat alkitabiah, Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak. (Ams 15:22) Kita tidak perlu sombong atau berbangga diri ketika telah sampai pada suatu tingkat kesuksesan. Entah itu sukses dalam bidang pendidikan, peningkatan karir, atau kemajuan bisnis. Ingatlah bahwa selain karena faktor keuletan, kecerdikan, dan kerja keras, kita tidak akan berhasil tanpa pertolongan Tuhan serta dukungan orang-orang di sekitar kita. Entah itu istri/suami atau orang tua yang selalu menyemangati dan mendoakan kita; entah itu bawahan yang siap sedia membantu kita; atau rekan sekerja yang setia mendampingi kita. Ingatlah bahwa kita tidak akan berada di posisi atas tanpa pertolongan mereka. Salomo menjadi raja yang berhasil bekerja sama dengan berbagai kerajaan, mendirikan Bait Suci dan istana yang megah, itu semua tak lepas dari karya Daud yang sudah menyiapkan cetak biru dan sebagian besar bahan-bahan bangunan. Kemudian dengan bantuan banyak orang maka berdirilah Bait Suci yang megah itu.
Salomo menyadari bahwa ia sukses karena didukung oleh ayah, para penasihat, orang-orang yang mengasihinya, terutama karena ia diberkati oleh Tuhan Israel yang disembahnya. Setiap orang membutuhkan nasihat, inspirasi, atau pengingat di dalam mencapai apa yang ditargetkan, terutama jika target itu mempunyai cakupan yang luas. Lukisan seekor kura-kura yang ada di atas pagar yang cukup tinggi menjadi pengingat bagi Alex Haley untuk tidak berbangga diri atas keberhasilan yang sudah dicapainya. Dalam keberhasilan yang sudah dicapainya, Alex memang layak untuk berbangga diri, namun ketika kebanggaan itu mulai meninggi maka Alex akan memandang lukisan di dinding kantornya, yang seolah berkata, Jika Anda melihat seekor kura-kura di atas pagar, Anda akan tahu bahwa ia dapat naik ke sana karena mendapat pertolongan dari seseorang. Seberapa besar kesuksesan yang telah kita raih saat ini? Lebih besarkah dari kejayaan dan kesuksesan Salomo? Jika Salomo yang sangat kaya, bijak dan sukses tidak sombong atau bermegah diri atas apa yang dimilikinya, mengapa kita harus sombong? Ketika sudah sukses, ingatlah Tuhan dan jasa-jasa orang lain yang sudah membuat kita sampai di atas pagar.

Fokus pada hidup

Ini adalah sebuah wawancara yang benar-benar luar biasa dengan Rick Warren, penulis Purpose Driven Life dan pastor dari Gereja Saddleback di California.
Dalam sebuah wawancara dengan Paul Bradshaw, Rick Warren mengatakan: Orang-orang bertanya kepada saya, apa tujuan dari hidup? Dan jawab saya adalah: secara ringkas, hidup adalah persiapan untuk kekekalan. Kita diciptakan untuk hidup selama-lamanya, dan Tuhan menginginkan kita untuk bersama-sama dengan Dia di surga. Suatu hari jantung saya akan berhenti, dan itu akan menjadi akhir dari tubuh saya tapi bukan akhir dari saya.
Saya mungkin hidup 60 sampai 100 tahun di bumi, tapi saya akan menghabiskan trilyunan tahun dalam kekekalan. Ini adalah sekedar pemanasan, persiapan untuk yang sesungguhnya.
Allah menginginkan kita melatih di dunia apa yang akan kita lakukan selamanya dalam kekekalan. Kita diciptakan oleh Allah dan untuk Allah, dan sampai engkau bisa memahami hal itu, hidup tidak akan pernah masuk akal.
Hidup adalah sebuah seri dari masalah-masalah: apakah engkau sedang dalam masalah sekarang, baru saja selesai dari satu masalah, atau akan segera masuk dalam satu masalah.
Alasan untuk ini adalah: Tuhan lebih tertarik kepada karaktermu daripada kesenangan / kenyamanan hidupmu.
Tuhan lebih tertarik untuk membuat hidupmu suci daripada membuat hidupmu senang. Kita bisa cukup senang di dunia, tapi itu bukanlah tujuan darihidup. Tujuannya adalah pertumbuhan karakter, dalam kemiripan kepada Kristus.

Setahun terakhir ini telah menjadi tahun yang paling hebat dalam hidup saya tapi juga tahun yang paling sulit, dengan istri saya, Kay, terkena kanker.

Dulu saya terbiasa berpikir bahwa hidup adalah bukit dan lembah suatu saat kamu melalui masa-masa gelap, kemudian kamu naik ke puncak, bolak-balik seperti itu. Saya tidak percaya itu lagi.
Hidup bukannya dalam bentuk bukit dan lembah, sekarang saya percaya bahwa hidup adalah seperti 2 rel di rel kereta api, dan pada setiap waktu kamu mengalami sesuatu yang baik dan sesuatu yang buruk dalam hidupmu. Tidak penting seberapa baiknya berbagai hal terjadi dalam hidupmu, selalu ada hal-hal yang buruk yang perlu diselesaikan.
Dan tidak peduli seberapa buruknya yang terjadi dalam hidupmu, selalu ada sesuatu yang baik dimana engkau bisa bersyukur kepada Tuhan.
Engkau bisa fokus pada tujuan hidupmu, atau engkau bisa fokus pada masalahmu.
Jika engkau fokus pada masalahmu, engkau akan menjadi terpusat pada dirimu (self-centeredness) , masalahku, urusanku, sakitku.
Tapi satu cara yang paling mudah untuk menyingkirkan rasa sakit itu adalah dengan melepaskan fokusmu pada dirimu sendiri dan mulai memfokuskan diri kepada Allah dan kepada sesama.
Kami dengan cepat menemukan bahwa walaupun didoakan oleh ratusan ribu orang, Tuhan tidak akan menyembuhkan Kay atau meringankan penderitaannya. Keadaan sangat sulit untuk dia, tapi Allah sudah memperkuat karakternya, memberinya pelayanan menolong orang lain, memberinya sebuah kesaksian, menarik dia lebih dekat lagi kepada Allah dan kepada sesama.
Engkau harus belajar untuk berhadapan dengan hal yang baik maupun yangburuk dalam hidup. Sebenarnya, terkadang berurusan dengan yang baik bisa lebih sulit. Sebagai contoh, dalam setahun terakhir ini, secara begitu tiba-tiba, ketika sebuah buku terjual 15 juta buah, hal itu membuat saya langsung sangat kaya.
Itu juga membawa banyak kepopuleran yang belum pernah saya hadapi sebelumnya. Saya pikir Allah tidak memberimu uang ataupun kepopuleran untuk ego dirimu sendiri atau untuk engkau hidup enak-enakan.
Jadi saya mulai bertanya kepada Allah apa yang Ia inginkan untuk saya lakukan dengan uang, kepopuleran, dan pengaruh ini. Dia memberiku 2 pasal yang berbeda yang menolong saya menentukan apa yang harus dilakukan, 2Korintus 9 dan Mazmur 72.

Pertama,meskipun ada begitu banyak uang yang kami terima, kami tidak akan mengubah gaya hidup kami sedikitpun. Kami tidak melakukan pembelian besarapapun.

Kedua, mulai sekitar tengah tahun lalu, saya berhenti mengambil gaji dari gereja.
Ketiga, kami mendirikan yayasan-yayasan untuk mendanai sebuah inisiatif yang kami sebut The Peace Plan: untuk mendirikan gereja, memperlengkapi pemimpin-pemimpin, menolong orang miskin, merawat yang sakit, dan mendidik generasi masa depan.
Keempat, saya menjumlahkan semua yang telah gereja bayarkan kepada saya selama 24 tahun sejak saya memulai gereja, dan saya mengembalikan semuanya. Terasa sangat membebaskan untuk bisa melayani Allah secara cuma-cuma.
Kita harus bertanya pada diri kita: Apakah saya akan hidup untuk kekayaan? Popularitas?
Apakah saya akan diarahkan oleh tekanan? Perasaan bersalah? Kepahitan? Materialisme?
Atau saya akan diarahkan oleh rencana-rencana Allah untuk hidup saya? Ketika saya bangun pagi, saya duduk di sisi tempat tidur saya dan berkata, Tuhan, jika saya tidak menyelesaikan satu halpun pada hari ini, saya ingin mengenal Engkau lebih lagi dan mengasihi Engkau lebih lagi. Tuhan tidak meletakkanmu di bumi hanya untuk mengisi daftar hal-hal yang harus dikerjakan. Dia lebih tertarik kepada siapa saya daripada apa yang saya lakukan. Karena itulah kita disebuthuman beings, bukan human doings.
Dalam masa-masa yang menyenangkan, PUJI TUHAN.
Dalam masa-masa sulit, CARI TUHAN.
Dalam masa-masa tenang, SEMBAH TUHAN.
Dalam masa-masa yang menyakitkan, PERCAYAI TUHAN.
Setiap saat, BERSYUKURLAH KEPADA TUHAN.
Dikutip dari: Renungan Harian Inspirasi Kristen

Berhikmat dalam perkataan

Mewaspadai Ucapan

Pada masa kekuasaan Tsar Nicolas I di kekaisaran Rusia, pecah sebuah pemberontakan yang dipimpin seorang bernama Kondraty Ryleyev. Namun, pemberontakan itu berhasil ditumpas. Ryleyev, sang pemimpin ditangkap dan dijatuhi hukuman gantung. Namun saat tali sudah diikatkan di lehernya dan eksekusi dilaksanakan, tiba-tiba tali gantungan itu putus. Di masa itu, kejadian luar biasa seperti itu biasanya dianggap sebagai bukti bahwa terhukum tidak bersalah dan Tsar mengampuninya. Namun, Ryleyev yang lega dan merasa di atas angin pun menggunakan kesempatan itu untuk tetap mengkritik, “Lihat, di pemerintahan ini sama sekali tidak ada yang betul. Bahkan, membuat talipun tidak becus!”
Seorang pembawa pesan yang melihat peristiwa putusnya tali ini kemudian melaporkan pada Tsar. Sang penguasa Rusia itu bertanya, “Lalu, apa yang Ryleyev katakan?”
Ketika pembawa pesan itu menceritakan komentar Ryleyev di atas, Tsar pun menjawab, “Kalau begitu, mari kita buktikan bahwa ucapannya tidak benar.”
Ryleyev pun menjalani hukuman gantung kedua kalinya dan kali ini tali gantungannya tidak putus. Bukan hukuman yang membinasakannya, tapi ucapannya sendiri.
Lidah itu seperti kekang kuda, kemudi sebuah kapal, yang hanya benda kecil tapi bisa mengendalikan Benda raksasa. Lidah dapat menjadi seperti api kecil di tengah hutan, bahkan lebih buas dari segala hewan liar.
Apa yang kita ucapkan sangat sering menentukan arah hidup kita. Apa saja yang kita ucapkan pada orang lain dan pada diri sendiri sangat berpengaruh terhadap kejadian-kajdian yang akan kita alami kemudian.
Apa yang kita ucapkan seringkali menentukan apa yang kemudian kita terima.
” … tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah,
ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.”
( Yakobus 3 : 2 )
Dikutip dari Renungan Harian Inspirasi Kristen

Walaupunn hanya sebuah paku keling

Hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya suka damai, lembut … tidak memihak dan tidak munafik (Yakobus 3:17)
Bacaan: Yakobus 3:13-18
Para ilmuwan telah sepakat bahwa keling yang cacat merupakan penyebab tenggelamnya kapal Titanic yang “tak dapat tenggelam” itu. Menurut para peneliti yang baru-baru ini menyelidiki bagian-bagian kapal yang berhasil dikumpulkan dari puing-puing Titanic, keling kapal yang terbuat dari besi tempa, bukannya baja, menyebabkan badan kapal terbuka seperti resleting. Nasib Titanic membuktikan bahwa menghabiskan uang untuk peralatan mewah dan promosi publik, tetapi mengabaikan bagian-bagian yang “kecil” adalah tindakan bodoh.
Dalam beberapa hal, gereja hampir sama seperti kapal, dan banyak orang di dalam gereja bertindak sebagai keling kapal. Meskipun keling sepertinya tidak penting, merekalah yang menyatukan bagian-bagian kapal dan menjaganya agar tetap mengapung.
Banyak orang merasa tidak penting, bahkan perasaan itu juga menyerang orang-orang kristiani, dan beberapa orang melakukan hal-hal yang menyakitkan untuk membuat mereka merasa penting. Yakobus berkata, “Di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat” (3:16). Orang-orang yang terkorupsi oleh keinginan duniawi akan kecantikan, kekayaan, dan kekuasaan dapat meruntuhkan gereja-gereja besar, tetapi orang-orang yang murni dan tak bercacat (1:27) menyatukan gereja.
Sebagai anggota gereja, kita harus menjadi “keling-keling” yang tak bercacat. Jika kita murni (Yakobus 3:17), kuat (Efesus 6:10), dan berdiri teguh (1 Korintus 15:58), kita akan dipakai Tuhan untuk menjaga kapal-Nya agar tetap mengapung di tengah krisis
Dikutip dari Renungan Harian Inspirasi Kristen

Mujizat di balik musibah

Ketika musibah menggagalkan kematian

Dr. Lin Ting Tung adalah orang Taiwan pertama yang menjadi dokter dan menjadi Kristen. Ini terjadi pada akhir abad ke-19. Ia bekerja di rumah sakit kecil yang dirintis oleh Dr. Maxwell, seorang misionaris Inggris. Ketika itu tingkat kesehatan masyarakat di Taiwan sangat rendah dan cara pengobatan masih sangat sederhana.

Pada suatu hari seorang anak datang ke rumah sakit itu dan meminta obat untuk ibunya yang sedang demam akibat malaria. Anak ini berjalan lebih dari dua jam dari desanya ke rumah sakit melalui jalan setapak melewati hutan dan sawah.

Ketika nama ibunya dipanggil, anak ini langsung bangkit dari bangkunya, meraih botol obat dan bergegas pulang. Sore harinya pukul lima , ketika kamar obat akan ditutup, seorang perawat tampak bingung dan berbisik,”Dokter Lin,botol obat untuk pasien malaria masih ada disini. Tetapi ada satu botol yang hilang. Isinya disinfektan.”

Dr. Lin terkejut, diperiksanya botol yang tertinggal, benar isinya obat malaria. Jadi, anak tadi membawa botol yang salah!

Botol-botol dikamar obat itu memang berbentuk sama dan berwarna sama, lagipula baik obat malaria maupun disinfektan sama-sama cairan.

“Celaka kita. Ibu itu bisa mati. Disinfektan itu obat keras pembunuh kuman untuk kamar operasi. Kalau sampai diminum, usus bisa terbakar dan orang itu akan mati,” ujar Dr. Lin dengan wajah pucat. Segera mereka melaporkan peristiwa ini kepada Dr.Maxwell.

Ia juga terkejut. “Sekarang pukul lima, anak itu pergi dari sini pukul tiga, jadi ia sudah hampir tiba. Tidak mungkin kita mengejarnya. Kita tidak tahu jalan ke desa itu,” ujar Dr. Maxwell. Dr.Maxwell termenung, lalu ia berkata, “Mulai hari ini semua obat keras tidak boleh diletakkan diatas meja. Sekarang panggil semua karyawan untuk berkumpul. Kita akan berdoa.”

Begitulah semua orang yang bekerja di rumah sakit itu berkumpul dan berdoa. Dr. Maxwell berdoa, “Tuhan, kami telah membuat kecerobohan. Ampunilah kami. Nyawa seorang ibu sedang terancam. Tolonglah dia, cegahlah dia agar tidak meminum obat yang salah itu……”

Malam harinya Dr. Lin berdinas malam. Ia harus bertanggung jawab atas kematian ibu ini. Esok harinya, ketika masih subuh pintu diketuk. Ternyata itu anak yang kemarin membawa botol yang keliru. Mukanya pucat ketakutan.

Dr. Lin juga takut. Kedua orang itu berdiri saling memandang dengan gugup. Kemudian anak itu berkata, “Ma’af dokter. Kemarin saya bawa botol itu sambil berlari, lalu saya jatuh botol itu pecah dan isinya tumpah.”

Dr. Lin yang masih terpaku karena gugup langsung bertanya, “Kapan Jatuhnya?”

Anak itu menjadi makin ketakutan, “Ma’af, dokter. Saya baru datang sekarang. Jatuhnya kemarin sore, menjelang gelap.”

Dr. Lin langsung ingat : Menjelang gelap….itu adalah saat ketika semua karyawan rumah sakit berkumpul mendoakan ibu anak ini.

Jiwa ibu anak ini tertolong, isi botol yang salah itu tidak sampai terminum, karena botol itu pecah ditengah jalan.

——————

Kita bisa lihat peristiwa ini dari sudut si anak. Ia pulang membawa botol obat ini sambil berlari. Ia ingin cepat-cepat memberikan obat ini kepada ibunya. Ia ingin menunjukan baktinya kepada ibunya. Ia ingin ibunya cepat sembuh. Anak ini tidak mengetahui bahwa botol yang sedang dipegangnya berisi racun. Ia tidak bisa membaca tulisan dibotol itu. Ia buta huruf. Anak ini berlari terus. Jalan dari desa ke rumah sakit dikota sangat jauh. Perginya dua jam, pulangnya dua jam.

Ia letih. Lalu, tiba-tiba ia tersandung. Ia jatuh. Mungkin aa terluka, tetapi yang paling celaka; botolnya jatuh dan pecah, cairan isinya tumpah di tanah. Bayangkan bagaimana perasaan anak itu. Ia kecewa, sedih dan takut.

Bagaimana kalau penyakit ibunya makin parah. Bagaimana kalau dokter itu marah? Anak ini sangat terpukul oleh kejatuhan ini.

Saat itu ia belum tahu bahwa justru terjatuhnya dia ini menolong nyawa ibunya. Mungkin orang lain akan tersenyum, “Ah, itu cuma kebetulan.”

Namun orang percaya akan bersaksi, “Tuhan bisa bekerja melalui sebuah kebetulan,” itulah juga kesaksian Rasul Paulus di Roma 8:28 :”….Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia…….”

“SEGALA SESUATU” berarti segala keadaan atau segala kejadian, baik berhasil maupun kejatuhan. Kejatuhan dapat berbentuk musibah, penyakit atau kegagalan. Seringkali kita mengira bahwa Allah hanya hadir dan bekerja dalam keberhasilan. Padahal Allah juga hadir dan bekerja dalam kejatuhan. Apa tujuan Allah bekerja dalam kejatuhan?

Paulus menjawab,”…..untuk mendatangkan KEBAIKAN……”

Dikutip dengan penyesuaian dari buku “Selamat Panjang Umur” Dr.Andar Ismail

Kayu / Pohon Penaga dalam Alkitab

Walaupun kata “pohon penaga” dalam Alkitab hanya terdapat di Yesaya 41:19, namun kayu penaga banyak dicatat dalam Alkitab. Pohon ini termasuk jenis akasia, yang dalam  bahasa latin disebut acacia seyal. Ketinggian pohon bisa mencapai empat hingga delapan meter dengan batang kayu berwarna kemerahan dan bunga berwarna kuning.

namejesusnamejesus

Kayu pohon yang sering dipakai untuk keperluan ibadah adalah kayu penaga. Kayu penaga ini yang dipakai sebagai salah satu bahan membuat kemah suci, tetapi tentu yang terpenting sebagai bahan membuat Tabut Perjanjian. Banyak ahli memperkirakan pohon penaga ini adalah pohon yang dilihat Musa waktu api Tuhan menyala tetapi tidak memungkinan bahwa rangkaian “mahkota”  duri Yesus, berasal dari rantingnya. Ini pohon yang memiliki ketahanan hidup yang tangguh, mampu tumbuh di tempat yang paling tandus sekalipun. Karena keuletannya itulah kayu ini memiliki kualitas kayu yang baik sehingga sering terpilih sebagai perkakas mulia.
Kita bisa belajar banyak dari kehidupan pohon penaga ini.Bertahan dalam segala kondisi Kegunaan sangat banyak, hidup begitu bermanfaat, bagi Tuhan dan sesama manusia.

“Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.” (2 Timotius 2:21).