Bless the Lord oh My soul

Bless the Lord oh My soul

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan

Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan

Sukacita adalah ciri Utama orang Kristen. bersukacita sebagai ungkapan hati atas kasih karunia Tuhan More »

Spread the word

Spread the word

Sebarkan Berita Keselamatan More »

Janagn risau menghadapi tantangan hidup

Janagn risau menghadapi tantangan hidup

Selalu ada berkat dibalik masalah yang kita hadapi. More »

Bingung memilih Asuransi Jiwa?

Bingung memilih Asuransi Jiwa?

PT Generali Indonesia adalah perusahaan internasional yang berpengalaman sejak tahun 1831. More »

 

Category Archives: Kitab Wahyu

Ulasan Wahyu 18

Wahyu 18:4-5

Panggilan meninggalkan Babel. Dalam ayat ini ada suara baru yang berbicara atas nama Allah, yaitu suara lain dari sorga yang berkata,”Pergilah kamu, hai umatKu….” Pada akhir zaman pereintah ini merupakan perintah supaya umat Allah mengungsi dari Babel

Wahyu 18:11-16

Nyanyian ratapan para pedagang (1). Para pedagang di bumi ini bukan berdukacita karena sahabat mereka gugur, tetapi karena bisnis mereka rugi besar! Dengan jatuhnya Babel, pasaran barang mewah pun ikut hancur dan baarang mereka tidak laku. Setelah orang mendengar beritabburuk tersebut, tidak ada lagi orang yang berani memboroskan uangnya untuk membeli barang mewah.

Menurut Mounce, 15 dari 29 barang yang disebutkan dalam Wahyu 18:12-13, juga disebutkan dalam Yehezkiel 27:12-22 ; tiga kelompok orang yang meratap, yaitu pelaut, raja dan pedagang, juga disebutkan dalam Yehezkiel 27:29-35. Kata “kereta” (rede) hanya muncul sekali dalam PB yang menunjuk kepada kereta beroda empat yang dipakai oleh bangsawan Roma,dan bukan kereta perang.  Beasley-Murray berkata bahwa Babel berdosa karena memakai barang mewah untuk menarik raja-raja dari Allah dalam hal materialisme dan penyembahan Mamon.

Menurut Mounce, Kaisar Nero pernah mengadakan sebuah perjamuan dan membelanjakan uang sebanyak 100.000 dollar (sekitar Rp.900 juta kurs tahun 2007) hanya untuk membeli bunga mawar dari Mesir.

 

Sumber:Manna  Sorgawi Juni 2007

Ulasan Kitab Wahyu pasal 9-11

Malapetaka diumumkan. “Celaka yang pertama sudah lewat. Sekarang akan menyusul dua celaka lagi.” Sesuai dengan apa yang diberitakan burung nasar (Wahyu 8:13), masih ada celaka yang kedua dan yang ketiga yang masih harus dijalankan.
Celaka yang kedua berkenaan dengan sangkakala yang keenam. Setelah malapetaka dari sangkakala keenam, dimana dua orang saksi akan bangkit dari kematian, sekali lagi dengan serius diumumkan bahwa setelah malapetaka kedua berlalu, malapetaka ketiga akan segera menyusul (Wahyu 11:14). Malapetaka ketiga tidak lain adalah malapetaka yang disebutkan dalam sangkakala ketujuh (Wahyu 11:14- 13:18).
Kitab Wahyu mengumumkan tibanya malapetaka ini menunjukkan kepastian dari satu demi satu malapetaka tersebut.

Empat malaikat yang terikat. Bencana belalang pada sangkakala kelima, diperintahkan hanya untuk menyiksa manusia dan tidak untuk mematikan. Akan tetapi dalam sangkakala keenam ini, bencana semakin besar bagi manusia, yaitu akan terjadi pembunuhan sepertiga umat manusia. Bagian ini adalah bagian yang sulit, karena kita tidak mendapatkan data-data yang jelas dari penglihatan Yohanes. Setelah malaikat keenam meniup sangkakalanya, terdengarlah suara yang keluar dari “keempat tanduk mezbah emas yang dihadapan Allah.”
Suara ini jelas adalah firman Allah dimana Anak Domba membuka meterai ketujuh, dan tempat di mana doa-doa orang kudus dipersembahkan (Wahyu 8:1-3).

Sumber: Manna Sorgawi April 2007

Ulasan Wahyu 12

Pasal 12-15 ini tidak diawali dengan peralihan apapun, karena bagian ini seolah-olah kembali ke bagian awal, yaitu masa pemberontakan Iblis di Surga, kelahiran Tuhan Yesus, dan perseteruan antara Kristus dan Iblis. Walaupun tidak ada kaitan struktural yang kuat antara permulaan bagianini dengan pasal-pasal yang lain dalam kitab Wahyu, tetapi ada kaitan struktural yang kuat antara penutup bagian ini dengan kelanjutan hukuman Allah melalui ketujuh cawan. Berikut ini kita akan melihat tujuh tanda yang dilihat oleh Yohanes. “Tanda” (semeion) memberikan kita indikasi jelas bahwa gambaran yang dilihat Yohanes memiliki makna simbolik dan bukanlah hurufiah.

Perempuan dan Naga
Istilah “tanda” menonjol dalam bagian ini menegaskan bahwa pasal ini penuh dengan makna simbolik. Siapakah perempuan tersebut? Gambaran Yohanes menyatakan bahwa ia”berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.”
Tafsiran pertama mengatakan bahwa perempuan itu adalah Israel, seperti yang dinyatakan dalam Kejadian 37:9-11, dimana matahari dan bulan menunjuk pada Yakub dan Rahel.Bintang-bintang yang adav di kepala perempuan mewakili 12 anak Yakub.
Dia sedang mengandung dan kemudian “melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi” (ayat 5). Ini jelas menunjukkan nubuatan tentang kedatangan Mesias (Kristus) yang berasal dari bangsa Israel.
Tafsiran kedua,perempuan itu adalah ibunya Mesias (Kristus) yaitu Maria. Penglihatan Yohanes ini adalah gambaran perempuan yang super ilahi, mulia dan indah- sehingga sulit diidentifikasikan dengan pribadi manusia tertentu. Di pihak lain, perempuan ini juga mengalami penganiayaan dari naga yang jelas sekali melambangkan Iblis (Wahyu 12:9).
Tafsiran ketiga, perempuan itu melambangkan gereja Tuhan. Pertanyaannya, bagaimana “gereja Tuhan” melahirkan Mesias? Gereja Tuhan umumnya digambarkan sebagai perawan suci (2 Korintus 11:2)dan pengantin Anak Domba (Wahyu 19:7).

Naga dan siasatnya. Dalam ayat 3 ini Yohanes melihat “tanda lain”, yaitu “seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota”

Mazmur 74:14, 89:11, Yesaya 27:1. Dalam Perjanjian Lama, istilah “naga” melambangkan kejahatan yang sangat jahat, yang pada akhirnya pasti akan dimusnahkan oleh Tuhan.

Sumber: Manna Surgawi April 2007