Bless the Lord oh My soul

Bless the Lord oh My soul

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan

Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan

Sukacita adalah ciri Utama orang Kristen. bersukacita sebagai ungkapan hati atas kasih karunia Tuhan More »

Spread the word

Spread the word

Sebarkan Berita Keselamatan More »

Janagn risau menghadapi tantangan hidup

Janagn risau menghadapi tantangan hidup

Selalu ada berkat dibalik masalah yang kita hadapi. More »

Bingung memilih Asuransi Jiwa?

Bingung memilih Asuransi Jiwa?

PT Generali Indonesia adalah perusahaan internasional yang berpengalaman sejak tahun 1831. More »

 

Category Archives: Gerakan Pentakosta

Ketika surga turun (pentakosta di Azusa Street) Bagian 2

 

Tuhan Yesus siap untuk memenuhi jiwa yang lapar dan haus.

 

Kirimkan Api ROH KUDUS

 

 

Gereja dewasa ini penuh dengan kompromi, materialisme, ketidakpercayaan dan program tanpa kuasa yang tidak dapat menyelamatkan jiwa-jiwa terhilang. Apa yang kita butuhkan adalah api Roh Kudus.

 

Jeritan kebutuhan gereja masa kini adalah baptisan sesungguhnya dalam Roh Kudus.Saat berlutut di ruang kerja, para pendeta yang bersungguh-sungguh memohon kepada Allah karena kekurangan kuasa; pengabaian dan ketidakhadiran para pemuda; materialisme yang dingin dan ketidakpercayaan banyak orang dan kurangnya api kebangkitan. Obat untuk penyakit ini – solusi bagi masalah ini – adalah baptisan sesungguhnya oleh Roh Kudus dan api di atas gereja.

 

 

Dengan surutnya keilahian dan kuasa serta demonstrasi Roh Kudus, maka datanglah keduniawian dan “berbagai bentuk keilahian” yang menolak kuasa, dan mendinginnya kasih untuk Allah dan jiwa-jiwa.

Banyak orang yang beralih ke bidang sosial,pertemuan makan malam, kebangunan komunitas, pemutaran film di rumah anggota jemaat dan berkompromi menyatakan “melawan api dengan api” dan membawakeduniawian ke dalam gereja untuk menarik orang dari dunia, dengan beragumen bahwa jika mereka akan mendapatkannya di dalam gereja daripada tanpa gereja.

Namun hal ini tidak akan pernah menjadi solusi yang memuaskan. Ada satu cara pasti untuk kembali kepada kuasa, kembali ke keagungan masa lalu, kembali ke keyakinan Pentakosta, memenangkan jiwa dan menimbulkan kebangkitan.

Tulisan Aimee Semple McPherson
Charisma Magazine Agustus 2006

Aimee Semple McPherson (1890-1944),pendiri International Church of the Foursquare Gospel.Ia adalah penginjil yang berbakat dan pengkhotbah serta penulis dari beberapa buku,termasuk In The Service of King,Fire From on High dan This is That.

Ketika Sorga turun (Pentakosta di Azusa Street)

Tulisan Larry Martin,Ph.D
dikutip dari Charisma September 2006

Jika kita dapat mengirimkan seorang reporter kembali ke tahun 1906, maka hasil reportasenya tentang Kebangunan Rohani di jalan Asuza akan dibaca seperti ini.

apostolic-asuza-building
Jarak dari Pantai Barat Ameika Serikat ke rumah kami di Alabama Selatan cukup jauh, sehingga kami terlambat mendengarnya. Di bulan April 1906 itu kami mendengar laporan yang mengejutkan dan mengagetkan. Yang pertama adalah gempa bumi besar di San Fransisco. Bencana ini memenuhi hati saya dengan belas kasihan bagi mereka yang kehilangan segala sesuatu dan membuat saya berpikir apakah kita sedang hidup di akhir zaman.
Tetapi berita kedua membuat hati saya terlonjak lebih lagi. Koran OurHoliness mulai meliput suatu kegerakan rohani yang besar di suatu tempat kecil di Jalan Asuza di tengah kota Los Angeles – suatu gempa rohani yang menggoncangkan kotaitu.

Salah satu laoporan paling awal yang kami baca adalah dari The Pentecostal Herald. J.M. Taylor menulis,”Laki-laki,perempuan, anak-anak yang berumur 10-12 tahun,remaja dan pemuda, pendeta, majelis,pekerja misi, usahawan dari segala bangsa,ras,denominasi, beragam budaya, serta para cendekia dan segala lapisan masyarakat menerima baptisan kuasa, dan berbicara dalam bahasa lidah dan bernubuat”.
Laporan lain mengkritisi kebangunan rohani itu terutama pendeta dari misi tersebut, William J.Seymour. Koran The Nazarene Messenger berkata bahwa gerakan itu memiliki “dampak seperti kerikil kecil yang dilemparkan ke dalam lautan.” Sedangkan koran The Beulah Christian berkata bahwa itu adalah “setan yang menyamar sebagai malaikat terang.”

Saya memberi sedikit perhatian pada kata-kata negatif, karena hati saya menjadi saksi saat saya membaca berita yang baik.Saya berpikir apakah yang dialami oleh orang-orang di Azusa adalah Baptisan Roh Kudus yang begitu sering dikatakan oleh D.L.Moody dengan penuh semangat sebelum dia meninggal dunia.
Evan Roberts juga bersaksi bahwa dia telam menerima baptisan sebelum kebangunan rohani yang besar itu di Wales.Kami berharap bahwa ini adalah kesempatan kami untuk melihat gerakan Allah mengguncangkan bangsa.

Saya telah sering meminta pada Tuhan untuk jenis baptisan kuasa ini, dan hati saya rindu untuk mengunjungi Misi Jalan Azusa, yang secara resminya disebut Apostolic Faith Gospel Mission.Saya mulai berdoa sungguh-sungguh untuk bekal di perjalanan, dan dalam kehendak dan waktu Tuhan. Dia memberikan bekal untuk perjalanan saya.
Itu adalah suatu perjalanan yang indah. Sebelumnya saya tidak pernah ke bagian barat sungai Mississippi. Di tengah perjalanan sya mengunjungi beberapa tempat holiness.
Di Houston, saya menghabiskan sebagian besar waktu di Apostolic Faith Mission. Di sinilah Seymour pertama kali mendengar tentang kebenaran pentakosta dari Charles F.Parham, yang kemudian pergi untuk melayani di Zion, Illinois. Para pekerja misi di Houston dengan hangat bicara tentang Pendeta Seymour.

Saya menerima laporan yang berbeda tentang dia di Denver. Di Gereja Pillar of Fire – Pilar Api, tidak ada yang merasa kagum padanya atau misi yang diwakilinya. Tampaknya dia pernah berkunjung ke sini dalam perjalanannya ke California.

Pemimpin pekerja di Denver, Ibu Alma White, menuduh Seymour dirasuk setan. Saya menjadi begitu patah semangat (bahkan takut) karena kritik tersebut sehingga saya hampir pulang ke rumah.Tetapi saat saya berdoa dan merasakan damai yang dari Tuhan, saya tahu bahwa ini adalah siasat si jahat untuk menjauhkkan saya dari pengalaman Pentakosta. Di kemudian hari saya mengetahui, bahwa saat suami Ibu White menerima baptisan Roh Kudus, dia menolak mendampinginya dalam pelayanan.

Saat kereta saya akhirnya tiba di Los Angeles, saya tidak tahu harus pergi ke mana, bahkan tidak tahu kepada siapa harus bertanya.Tetapi para pekerja misi tersebut ada di stasiun untuk menyambut kedatangan saya dan pendatang lain di Los Angeles.
Ternyata dari stasiun ke misi Jalan Azusa tidak jauh. Saat kami semakin dekat dengan gereja, lingkungannya tampak semakin buruk. Gudang, bar dan bangunan lain yang rusak mengelilingi tempat misi yang kecil tersebut.
Jika saya mengharapkan gedung gereja yang besar, saya akan kecewa sekali. Bangunannya ada di ujung jalan. Hujan pada malam sebelumnya, menyebabkan jalanan bewcek oleh lumpur. Di sana tidak ada trotoar atau papan-papan pijakan untuk menghindari sepatu kami terkena tanah.

Bangunannya sendiri berbentuk kota. Saya dengar bahwa sebelumnya bangunan itu adalah gedung gereja yang menarik, tetapi api telah memakan habis atap gereja yang tadinya berbentuk segitiga. Saat dibangun kembali, atapnya diganti dengan atap datar. Bekas kebakaran tampak nyata di gedung itu dan bangunan itu sangat perlu dicat ulang. Tulisan “Dijual” tampak di salah satu sisinya.
Saya kagum dengan banyaknya orang yang hadir. Manusia terlihat di mana-mana. Di dalam bangunan, di luar dekat jendela, di tingkat atas atau bawah. Saat itu tengah hari, tetapi ratusan orang sudah memenuhi tempat itu.
Di dalam orang-orang kudus bernyanyi. Oh,betapa luar biadsanya pujian itu! Saya tidak tahu saat itu, tetapi itu adalah lagu favorit mereka.Penghibur Telah Datang: “Penghibur telah datang/ Roh Kudus dari sorga, janji yang diberikan Tuhan/kabarkan berita baik ini kemana pun,kepada siapa pun/Penghibur telah datang!”
Tempat misi tua tersebut bergoncang saat semua orang menyanyi dengan sekuat tenaga. Tidak ada alat musik, memang tidak diperlukan karena suara memenuhi ruangan tersebut. Orang-orang bertepuk tangan,bersorak dan memuji Tuhan.
Saya tidak pernah melihat hal seperti ini dalam hidup saya. Saya pernah ikut retreat, tetapi tidak ada yang dapat menandingi sukacita dan antusiasme dari ruang kecil ini.Rasanya tempat itu akan meledak.

Hal lain yang mengejutkan saya adalah banyak orang dari berbagai ras datang menyembah bersama. Saya yang berasal dari Selatan, dimana masalah rasial menjadi isu utama, cukup terkejut dengan demonstrasi kasih ini. Di sini hitam-putih, latin dan Asia memperlakukan satu sama lain sebagai saudara dan saudari dalam Tuhan. Frank Bardeman, salah seorang pendeta di kota itu bersaksi,” Darah Yesus membasuh dan menghilangkan semua pembatas warna kulit.”
Saya melihat ke sekeliling ruangan mencari sang pemimpin,Pendeta Seymour.Saya mengira bahwa dia pasti duduk di tempat yang terhormat, tetapi saya cukup terkejut saat saya menemukannya.Dia duduk di belakang “mimbar” (berupa dua peti kayu yang saling ditumpuk dan ditutupi kain) dan kepalanya tertunduk rendah di dalamnya. Dia menangis dan berdoa sepanjang penyembahan itu.

Pada akhirnya lagu itu berhenti, dan Pendeta Seymour berdiri untuk berbicara.

Tokoh-tokoh kegerakan Pentakosta:
Glenn A.Cook
E.J. Boehmar (1881-1953)
Edward John Boehmer bertemu Evangelis Frank Bartleman di tahun 1905 saat bekerja di Misi Pniel di Pasadena, California. Dengan beban untuk kebangunan rohani, mereka sering berdoa semalaman untuk hujan pembaruan rohani di California Selatan. Doa mereka dijawab oleh pencurahan Roh Kudus di Los Angeles pada tahun berikutnya. Dia yang pada mulanya merasa skeptis dengan karunia bahasa lidah, Boehmer yang merupakan keturunan Jerman, menjadi yakin saat mendengar seorang pria berbicara dalam bahasa Jerman yang sempurna. Boehmer menerima Baptisan Roh Kudus di jalan Azusa pada tahun 1907 dan berkata: “Walaupun kita memiliki Roh Kudus dan menikmati hadirat-Nya yang manis, ada kerinduan yang dalam untuk menjadi seperti Yesus. Kita memberi tempat yang lebih untuk kerendahan hati, dan terus merendahkan diri lebih lagi di hadapan Allah dalam doa yang sungguh-sungguh, meminta pada-Nya untuk mengaruniakan hal-hal yang secara sah menjadi milik mereka yang telah Dia beli dengan darah-Nya sendiri.” Boehmer kemudian menginjil di pegunungan Appalachian dan bergabung dengan Church of God(Cleveland,Tennessee).

Glenn A.Cook tokoh Pentakosta

Glenn A.Cook (1867-1948)
glenn-cook

Glenn A.Cook adalah wartawan koran di Los Angeles yang pada mulanya menolak validitas khotbah William Seymour dan mencari bukti untuk memperbaiki apa yang semula dipercayainya sebagai kesalahan doktrinal.
Tetapi dia segera mengubah pikirannya dan menjelaskan :”Setelah meminta maaf pada Pendeta Seymour dan yang lainnya atas semua kata-kata saya yang keras. Saya bersujud dan mulai berdoa…Saat saya hampir putus harapan,Roh Kudus turun atas saya saat saya berbaring di tempat tidur di rumah. Saya merasa seperti mengalami trance selama 24 jam dan pada keesokan harinya dalam ibadah saya mulai berbicara dalam bahasa lidah.” Cook kemudian menjadi manajer usaha di Apostolic Faith Mission dan menolong Seymour menerbitkan The Aposyolic Faith. Pada tahun 1907 dia memperkenalkan pesan Pantekosta di Indianapolis. Pada tahun 1914, setelah dibaptis ulang dalam nama Yesus, Cook menjadi pelayan pionir dalam gerakan Oneness Pentecostal – Kesatuan Pentakosta.

Sumber: Majalah Charisma September 2006