Bless the Lord oh My soul

Bless the Lord oh My soul

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan

Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan

Sukacita adalah ciri Utama orang Kristen. bersukacita sebagai ungkapan hati atas kasih karunia Tuhan More »

Spread the word

Spread the word

Sebarkan Berita Keselamatan More »

Janagn risau menghadapi tantangan hidup

Janagn risau menghadapi tantangan hidup

Selalu ada berkat dibalik masalah yang kita hadapi. More »

Bingung memilih Asuransi Jiwa?

Bingung memilih Asuransi Jiwa?

PT Generali Indonesia adalah perusahaan internasional yang berpengalaman sejak tahun 1831. More »

 

Category Archives: Pekabar Injil

William Seymour, tokoh utama kegerakan Asuza Street

William Seymour

Gembala Kulit Hitam dari Azusa Street

William Joseph Seymour lahir di Centerville, Louisiana, 2 Mei 1870, dalam keluarga bekas budak penganut Baptis, Simon dan Phyllis Seymour. Pada umur 25 tahun, ia pindah ke Indianapolis, bekerja sebagai penjaga rel kereta api dan kemudian sebagai pelayan restoran. Pada masa inilah ia terserang cacar, yang mengakibatkan mata kirinya buta.

Tahun 1900 ia pindah ke Cincinnati dan bergabung dengan Church of God. Di sini ia mendalami teologi Kekudusan radikal. Teologi ini mengajarkan pengudusan sebagai pengalaman pascapertobatan menuju kekudusan sempurna, kesembuhan ilahi, premilenialisme, dan janji akan pencurahan Roh Kudus di seluruh dunia sebelum terjadinya pengangkatan.

Tahun 1903 ia pindah ke Houston, Texas, mencari keluarganya. Di sana ia bergabung dengan gereja kecil beraliran Kekudusan yang digembalakan oleh seorang wanita kulit hitam, Lucy Farrow. Tidak lama kemudian Farrow memperkenalkannya dengan Charles Fox Parham, seorang pengajar Kekudusan. Murid-murid yang dilayaninya mengalami karunia berbahasa lidah (glossolalia) dua tahun sebelumnya. Bagi Parham, itu adalah “bukti Alkitabiah” dari baptisan Roh Kudus. Ketika ia mendirikan sekolah Alkitab “Apostolic Faith” di Houston, Farrow mendorong Seymour mengikutinya.

Karena hukum di negara bagian Texas melarang orang kulit hitam duduk dalam ruangan kelas bersama orang kulit putih, Parham meminta Seymour mendengarkan kuliahnya di koridor. Seymour menerima uraian Parham tentang baptisan Roh Kudus “berkat ketiga” dengan bukti berbahasa roh. Meskipun secara pribadi Seymour belum mengalami karunia bahasa lidah, ia kadang-kadang berkhotbah tentang hal itu bersama Parham di gereja-gereja Houston.

Pentakosta di Los Angeles

Pada awal 1906, Seymour diundang untuk membantu Julia Hutchins, gembala gereja Kekudusan di Los Angeles. Dengan dukungan Parham, Seymour pergi ke California, memberitakan doktrin Pentakosta baru dengan Kisah Para Rasul 2:4 sebagai nasnya. Namun, Hutchins menolak pengajaran Seymour tentang bahasa lidah dan menutup pintu baginya dan pengajarannya.

Seymour kemudian diundang untuk tinggal di rumah Richard Asberry. Pada 9 April, sebulan setelah berdoa dan berpuasa secara intensif, Seymour dan beberapa orang lain berbicara dalam bahasa roh. Berita segera tersebar tentang peristiwa ganjil di kediaman Asberry ini dan menarik banyak perhatian. Seymour harus berkhotbah di serambi kepada kerumunan orang di jalan. Suatu saat, karena begitu banyaknya orang yang berdesakan, lantai serambi itu ambruk.

Seymour pun menyusuri Los Angeles untuk mencari gedung yang memadai. Ia menemukan bekas gereja African Methodist Episcopal di Azusa Street, yang saat itu digunakan sebagai gudang dan kandang. Dibantu beberapa tukang cuci wanita, pelayan dan pekerja, ia membersihkan gedung berantakan itu, menyusun kursi papan, dan membuat mimbar dari kotak sepatu. Kebaktian dimulai pada pertengahan April, dan gereja itu dinamai “Apostolic Faith Mission”.

Peristiwa yang berlangsung di Azusa Street sepanjang tiga tahun berikutnya benar-benar mengubah jalannya sejarah gereja. Gedung kecil berukuran 40 X 60 kaki itu dipadati sampai 600 orang, dan ratusan orang lainnya melongok dari jendela. Yang menjadi pusat perhatian adalah bahasa lidah, selain gaya ibadah tradisional kaum kulit hitam yang penuh dengan teriakan, trance dan tarian kudus. Tidak ada tata ibadah khusus karena “Roh Kudus yang memegang kendali”. Para pelayan mimbar dengan penuh gairah berdoa bagi orang-orang yang menginginkan karunia berbahasa lidah. Tempat itu sangat ribut, dan ibadah berlangsung sampai jauh malam.

Meskipun liputan koran lokal secara sinis menyebutnya sebagai “celotehan ganjil tak karuan”, berita itu menggugah minat warga kota. Ada satu jemaat yang datang berbondong-bondong ke Azusa Street dan menetap di sana, meninggakan gereja lama mereka. Pusat-pusat Pentakosta lainnya segera bermunculan di seluruh kota.

Orang yang membuat laporan tentang semua peritiwa ini adalah Frank Bartleman, pengkhotbah Kekudusan dan pekerja misi penyelamatan yang melayani berkeliling. Kepada Way of Faith di Carolina Selatan ia menulis, “Pentakosta telah melanda Los Angeles, Yerusalemnya Amerika.” Laporannya menyebarluaskan keingintahuan akan kebaktian di Azusa Street itu ke seluruh negeri.

Bulan September, Seymour mula menerbitkan korannya sendiri, The Apostolic Faith. Pada puncaknya, koran ini disebarkan secara gratis ke sekitar 50.000 pelanggan di seluruh dunia.

Rekonsiliasi Rasial

Banyak orang yang datang untuk mencemooh. Namun, banyak pula lainnya yang mendengarkan khotbah dalam bahasa asing tertentu (bukan bahasa Inggris) disampaikan oleh orang kulit hitam dan kulit putih yang tidak terpelajar. Hal ini meyakinkan mereka bahwa ini sebuah kebangunan rohani. Tidak lama kemudian orang kulit putih menjadi mayoritas anggota dan pengunjung gereja tersebut. Tangan-tangan orang kulit hitam terulur ke atas kepala orang-orang kulit putih, mendoakan mereka untuk menerima karunia berbahasa roh.

Pengunjung Azusa yang kemudian menjadi tokoh terkenal di kalangan Pentakosta, antara lain Gaston B. Cashwell (membawa Pentakosta ke gereja-gereja Kekudusan di wilayah selatan), Charles Mason (memimpin Church of God in Christ masuk ke kalangan Pentakosta; sekarang menjadi denominasi Pentakosta kulit hitam terbesar di Amerika), dan William Durham (perintis Sidang Jemaat Allah).

Bagi Seymour, bahasa roh bukanlah satu-satunya berita dari Azusa Street. “Jangan keluar dari tempat ini berbicara tentang bahasa roh; berbicaralah tentang Yesus,” tegasnya. Berita lain yang ditekankan olehnya adalah rekonsiliasi rasial. Orang kulit hitam dan kulit putih bekerja sama dalam keharmonisan di bawah pimpinan seorang gembala kulit hitam. Ini benar-benar suatu keajaiban pada saat segregasi rasial masih sangat kental. Bartleman menyanjung, “Di Azusa Street, perbedaan warna kulit terhapus oleh Darah Yesus.” Seymour bermimpi membangun suatu jenis gereja yang baru. Dalam gereja ini, semua orang mengalami Roh Kudus sehingga tembok-tembok perbedaan rasial, etnis dan denominasi dapat diruntuhkan.

Impian Seymour berantakan bahkan sebelum “hari-hari yang mulia di Azusa Lama” berakhir. Ketika gurunya, Charles Parham, mengunjungi Azusa pada Oktober 1906, Parham tersentak oleh pemdangan yang disaksikannya dalam kebaktian. Ia menganggapnya sebagai antusiasme agamawi yang tidak terkendali. Ibadah yang emosional dan percampuran antara orang kulit putih dan kulit hitam sangat melukai perasaannya. Meskipun Seymour mengakuinya sebagai “proyektor” gerakan ini, para penatua Azusa Street menolak Parham.

Mungkin tantangan paling berat dihadapi Seymour tahun 1909. Dua pekerja wanita kulit putih pindah ke Portland, Oregon, membawa daftar alamat pelanggan The Apsotolic Faith. Hal ini memutuskan hubungan Seymour dengan para pengikutnya, dan kepemimpinannya atas pergerakan yang baru muncul ini pun berakhir.

Setelah “tahun-tahun kemuliaan” dari 1906 sampai 1909, gereja Azusa Street menjadi gereja kecil bagi warga kulit hitam yang digembalakan Seymour sampai ia meninggal pada 28 September 1922. Istrinya, Jennie, meneruskan penggembalaan, sampai ia meninggal pada tahun 1936.

Tahun 2000, William Seymour dipilih pembaca majalah Christian History sebagai salah satu dari 10 tokoh paling berpengaruh abad kedua puluh. Keturunan rohaninya, kalangan Pentakosta dan kharismatik, berjumlah sekitar 500 juta penganut, golongan Kristen terbesar kedua di dunia. Saat ini, secara praktis semua gerakan Pentakosta dan kharismatik dapat merunut akar mereka secara langsung maupun tidak langsung pada gereja sederhana di Azusa Street dan gembalanya. ***

Sumber: Vinson Synan/Christian History

© 2003 Denmas Marto

Kisah hidup Pdt.Philip Mantofa

Kesaksian Kisah Sukses Philip Mantofa: “Gunakan Imanmu”

 
Philip Mantofa lahir di Surabaya pada tanggal 27 September 1974, dia merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara. Semuanya laki-laki. Waktu kecil Philip sering step dan kejang-kejang. Dalam kekalutan ibunya berkata kepada Tuhan: “Tuhan, jangan diambil! Anak ini saya berikan kepadaMu! Jaga dia, Tuhan!” Setelah agak besar, Phlip masih mengalami kesulitan untuk berjalan. Oleh Dokter disarankan untuk memakai sepatu dari besi yang biasa digunakan untuk anak yang cacat karena polio. Hal ini membuatnya menjadi minder dan tidak mau keluar rumah.
Papa Philip walaupun bukan orang Kristen, tetapi mengijinkan Philip mengikuti sekolah minggu di gereja. Waktu Philip akan masuk SD, orang tuanya menyekolahkan ke Taiwan. Hal ini untuk sekalian perawatan kesehatannya. Bersama dengan kakaknya Maxixe, Philip sekolah di Ho Bu Guo Xiao, Taipei, Taiwan. Kenakalannya menjadi-jadi saat mulai sekolah di Taiwan. Philip gampang sekali emosi, marah dan berkelahi dengan teman-temannya.
Tak lama kemudian mereka pulang ke Indonesia dan bersekolah di SDK St. Aloysius, Kepanjen Surabaya. Tiap hari Philip berkelahi dan itu terus berulang sampai ia masuk SMP. Suatu saat pernah ada kakak kelasnya yang tidak terima dan mengajak seorang tentara untuk membunuh Philip. Dengan berbagai pertimbangan orang tuanya menyekolahkannya ke Singapura.
Di Singapura, ia terlibat dalam okultisme, dari mempelajari buku yang dibeli di Singapura. Saat sekolah ia mengalami pelecehan seks oleh pembimbing / guru lesnya. Hal itu menambah kepahitan dalam hidupnya. Selain itu Philip sering berkelahi dengan anak-anak di lingkungannya.
Kedua orang tua Philip kemudian menyekolahkannya ke Kanada bersama kedua saudaranya. Dibawah bimbingan Pdt Sonny, Gereja “Emmanuel Indonesian Christian Fellowship”, semua roh-roh jahat dilepaskan. Hal itu tidak berlangsung secara mudah, tetapi membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Philip dibaptis di gereja itu dan mulai dibentuk karakternya oleh Tuhan.
Ketika memutuskan untuk kuliah di Sekolah Theologia, dia takut mengutarakan keinginannya itu kepada ayahnya. Karena ayahnya belum mengenal Tuhan. Selama 3 hari ia mengurung diri di kamar. Ia berdoa, stress! Saat ia mengatakan ke ayahnya, diluar dugaan ayahnya cuma menjawab pendek “Oke, bagus, Lip! Papa dukung!”
Philip menyelesaikan studinya di Columbia Bible College Canada, dan diwisuda pada 20 April 1996. Semua itu dilaluinya dengan tidak mudah. Ia sempat praktek di Ungaran Jawa Tengah pada tahun 1994. Philip harus adaptasi dengan lingkungan yang ada. Tetapi semuanya itu dijalani dengan suka cita.
Saat ia ulang tahun, papanya bermaksud membelikan mobil Mercedes. Tapi ia menolak, alasannya, anak-anak rohaninya banyak yang masih jalan kaki atau naik angkutan umum, mana mungkin dia sebagai bapak rohani naik Mercedes.
Philip menikah dengan Irine dan memiliki seorang anak perempuan bernama Vanessa. Irine menceritakan perkenalan dengan Philip. Sebagai istri hamba Tuhan, ia menyadari kalau harus berbagi dengan Tuhan.
 
Pelayanan Philip berhasil karena cintanya dengan Tuhan. Ia selalu membaca Firman dan berdoa setiap hari. Pada saat penyembahan dilakukan lawatan Tuhan hadir, sehingga membuat orang-orang disekelilingnya menangis. Padahal penyembahan yang dilakukan sama dengan yang orang lain lakukan.
 
Pada suatu retreat tahun 2003, ketika dalam suasana penyembahan, tiba-tiba Siane (penulis buku), dapat melihat adanya kabut tipis dua lapis turun dan naik secara teratur di sekeliling tubuhnya. Dan ketika acara tersebut berakhir, hampir seluruh area altar dipenuhi oleh kabut tipis itu. Bapak Ongky, bagian multimedia, mengisahkan saat akan mengarahkan gambar ke Philip, gambarnya menjadi kabur. Sedangkan bila kamera diarahkan ke peserta retreat, gambar yang dihasilkan tampak terang dan jelas.
Di dalam acara Festival Kuasa Allah, banyak mujizat dan kesembuhan terjadi. Seorang bapak yang lumpuh berkata seperti dialiri air yang sejuk dan bapak itu bisa langsung melompat berdiri. Juga seorang ibu yang lumpuh kaki kanannya dan harus berjalan dengan tongkat. Ia merasa sesuatu yang panas menjamahnya dan ia bisa berjalan tanpa menggunakan tongkatnya. Halleluya.
 
Mengenai imannya, ada cerita yang mengesankan. Waktu KKR di Salatiga. Semua orang sudah siap di lapangan ketika hujan deras tiba-tiba membuyarkan acara. Semua orang semburat mencari tempat berteduh termasuk pemimpin pujiannya. Padahal KKR harus dimulai. Waktu itu Pak Philip maju dan mengambil mic. Ia menaikkan satu pujian dan menyanyikannya berulang-ulang. Melihat itu, semua orang mau tidak mau maju ke panggung. Kemudian apa yang terjadi setelah itu ? Hujan itu cuma bertahan sekitar 10 hingga 15 menit. Setelah itu berhenti.
Begitu berhenti Philip langsung memberikan mic nya kepada song leader sambil berbisik ditelinganya. “Lain kali kalau menghadapi situasi seperti ini gunakan imanmu.”
Melalui Pendeta Philip Mantofa, banyak anak muda terpanggil, menjadi pekerja pelayananfull timer.
YESUS KRISTUS mengasihi Anda..
 
————————————————————————————————————————–
Before 30 (Kisah dan Prinsip Kehidupan Philip Mantofa
Penulis : Philip Mantofa, BRE dan Sianne Ribkah M.H
 
 
ORDINARY MAN
 
“Itu Pasti Philip”
Philip lahir tanggal 27 september 1974. Dia anak kedua dari tiga bersaudara. Dari sejak berada di kandungan sampai ia lahir, semua tampak baik-baik saja.
Pada waktu Philip berumur 2 atau 3 bulan Philip mengalami sebuah peristiwa yang cukup berbahaya. Pd waktu ibunya sedang bekerja, ia terjatuh dari ranjang tempat ia tidur dan mulai saat itu Philip sering mengalami sakit kejang 
 
– kejang.
”Tuhan, Jangan Diambil”
Walaupun Philip sedang sakit step (kejang), ibunya sering meninggalkannya untuk bekerja sehingga ibunya tidak dapat mengontrol kesehatan Philip 100 %. Dalam keadaan demikian, ibunya mengikuti saran teman2 nya untuk membeli obat secara teratur, namun tetap saja ia masih mengalami sakit kejang. Dalam setiasi kalut seperti inilah ibunya berkata “Tuhan, jangan diambil”. inilah perjanjian antara ibunya dengan Tuhan.
“Ma, aku di rumah saja”
Waktu kecil ia sangat lemah sekali, ia sangat sulit berjalan karena kakinya sangat lemah. Karena hal inilah Philip harus menggunakan sepatu besi untuk menopang kakinya untuk berdiri. Namun ternyata pemakainan sepatu besi ini membuatnya tidak nyaman untuk berdiri, sehungga pada saat ketika ibunya mengajaknya pergi ketempat yang ia suka, ia berkata, “Ma, aku di rumah saja”.
”Tuhan, Ubah Hatinya”
Ibu Philip pernah berjanji kepada Tuhan kalau anak-anaknya berumur 3,5 tahun dia akan membawa mereka ke gereja. Pada saat ibu Philip mengucapkan janji itu, ayah Philip belum percaya kepada Tuhan. Papa Philip marah krn hal itu dan untuk menghindari pertengkaran, ibunya lebih memilih untuk mengalah. Dan lebih memilih untuk berdoa, dan dalam setiap doanya, ia berkata “Tuhan, ubah hatinya”, dan ajaib Tuhan menjawab doanya.
 
”Mana Mungkin Bisa?”
Suatu hari ada sebuah perlombaan melukis tingkat TK, dan Philip mengikuti acara tersebut. ia meminta spidol warna kepada ibunya, dan ibunya berkata “Mana mungkin bisa?”. Ternyata Philip jadi juara satu, dan ibunya sendiri tidak percaya hal tersebut. setelah saat itu dia dikirim ke Taiwan untuk bersekolah dan kemudian di sanalah ia bertobat.
“Apa Saja Yang Dia Pegang Pasti Patah”
Sekalipun waktu kecil kakinya lemas dan ia sering sakit2tan, ternyata sebenarnya ia adalah anak yang kuat. Hal ini terlihat ketika ia pindah ke Taiwan, dia terlihat begitu kuat. Ketika ia memegang kunci, kunci bisa patah, pada waktu ayah dan kakanya mendorong sebuah batu besar namun tidak bisa, sedangkan Philip bisa melakukannya sendiri. Seperti ada sesuatu yang sulit untuk digambarkan.
“Mengapa Mama Pergi?”
Setelah di Taiwan kenakalan Philip semakin menjadi – jadi, ia suka bermain orang-orangan (boneka yang berbentuk manusia). Dan lebih parah lagi ketika ibunya menyurhnya belajar ia tidak menuruti sema sekali, ia malah mengusir ibu nya dengan berkata ibu saja ke Indonesia, dan esoknya ibunya memang pergi. ?
 
“Prinsip-Prinsip Hidup Philip Mantofa”
Baginya orang tua adalah wkil dari Tuhan di bumi. Tuan member perintah untuk menghormati orang tua, dan anehnya dari ke 10 perintah yang Ia berikan, perintah ini adalah perintah yang paling mudah karena sudah pasti semua orang memiliki orang tua. Namun tidak semudah yang kita bayangkan, buktinya tidak semua orang bisa melakukannya
Setelah ia memenuhi panggilan Tuhan banyak hal yang terjadi dalam hidupnya, kadang kala ia harus rela disalah mengerti demi keberhasilan Kristus untuk membentuk karakternya.
“Saya belajar dari Papa saya”
Papanya adalah orang yang sangat baik, ia begitu cepat mengulurkan tanganya untuk menolong orang lain. Papanya lebih mengutamakan kepentingan orang lain daripada kepentingannya. Dari sinilah Philip belajar tentang “seni melayani”. Dari sinilah kemudia ia sering belajar melakukan pelayanan dari hal-hal yang sederhana.
“Saya meninggalkan jubah kerasulan saya ketika saya berada di rumah”
Pada saat Philip melayani, ia begitu luar biasa. Disaat ia mendoakan ibu, kakak dan papanya, mereka semua bisa renbah kelantai. Pada saat ia mengadakan KKR, tantenya maju kedepan dan rebah. Pada saat ibadah dan dalam hadirat Tuhan, ia adalah milik Tuhan dan mereka lading Tuhan. Ada kalanya ia memakai jubah pengurapannya namun ada kalanya pula ia hanya sebagai seorang Philip biasa. Ia menanggalkan jubah kerasulannya pada saat ia dirumah.
 
 
I SAW JESUS
“Prok! Prok! Prok! Prok!”
Pada suatu hari Philip diserang oleh setan dengan cara mencekek lehernya. Dan pada saat itu ia seperti mendengar suara seperti sepatu besi yang digunakan oleh para prajurit, Prok!, Prok!, Prok! Prok!. Philip igin memanggil kakanya namun ada suara yang berbisik “kamu hanya bereani kalau kakakmu ada”karena kakanya sering ke gereja jadi setidaknya ia pernah mendengar nama Yesus yang penuh kuasa.
“Ada malaikat malaikat Yang mengitari rumah kita dari atas”
Setelah kejadian itu mau tidak mau ia harsu tidur dengan kakaknya. Pada saat itu kakaknya berdoa dan meminta ampun serta perlindungan kepadanya. Selesai berdoa kakaknya mendapat penglihatan yaitu terbang ke atas rumah mereka dan pada saat itu ia melihat begitu banyak mahluk yang bersayap yang ternyata adalah malaikat. Dan pada saat itulah ia sadar bahwa Tuhan telah menjawab doanya dengan cara mengirim malaikat-Nya keatas rumah mereka.
“Ia mendengar setan menyanyi dalam bahasa Kanton”
Pada saat pertama kali Philip belajar berdoa, ia mendengar suara orang yang bernyanyi dalam bahasa kanton (bahasa orang hongkong) padahal pada saat itu ia hanya seorang diri di sana. Oleh sebab itu ia memutuskan untuk pindah ke kamar kakaknya.
“Mendapat karunia bahasa Roh di kamar Mandi”
Setelah ia bertobat, menyerahkan hidupnya secara penuh kepada Tuhan, ia mulai rajin berdoa dan membaca alkitab setiap hari. Pada saat ia sedang suntuk ia paling suka pergi ke WC nya untuk berdoa, ia menenteng gitarnya untuk menyembah Tuhan. Dan disanalah ia mendapat karunia bahasa Roh.
“Prinsip hidup Philip Mantofa”
Ketika ia melakukan dosa-dosa kecil, tanpa ia sadari ternyata dosa tersebut dan hamper matang dan siap menuju maut. Oleh sebab itulah kemudia ia menyadari bahwa yang harus ia lakukan ialah mencintai Tuhan lebih dari yang lain karena ia adalah orang yang diampuni Tuhan. Oleh sebab itu ia lebih sunggu2 terhadap Tuhan.
“something was wrong with me”
Suatu hari ia seperti mendengar suara yang berbisik kepadanya dan member perintah untuk mencuru sebuah barang. Ternyata waktu ia masih kecil banyak roh2 jahat yang berdiam dalam dirinya. Akibat perbuatannya ia harus bebrusuan dengan pihak kepolisian. Ternya roh jahat yang masih berkuasa dalam dirinya selalu member perintah kepadanya. Menurutnya semua itu terjadi karena ia mengalami kepahitan, pernah berkelahi di sebuah ruang karaoke.
 
 
“Close-to-death experience”
Pilip juga pernah mengalami hal2 buruk dalam dirinya. Pada saat ia berada di ruang bawah tanah, kebenciannya terhadap Tuhan semakin menumpuk. Tidak hanya itu, ia juga semakin kecewa terhadap dirinya sendiri. bahkan ia pernah mengeluarkan kata2 yang kasar kepada Tuhan demikian “ Tuhan Yesus itu omong kosong” aku benci Tuhan Yesus. Ia menghujat Tuhan sedemikian. Namun pada saat itu juga ada suara yang mengatakan “Aku mengasihi mu” dan yang ia lakukan malah kembali menghujat Tuhan dan saat itu ia beberapa kali terpental ke lantai. Dan akhirnya ia berniat untuk bunuh diri.
“Tiga kali berencana bunuh diri”
Ia berencana untuk mengakhiri hidupnya sebanyak tiga kali. Namun anehnya niatnye tersebut tidak pernah berhasil. Yang pertama kedua dan yang ketiga gagal karena pemikirannya, ia memikirkan keluarga dll. Kasih karunia Tuhan sangat luar biasa, Tuhan tetap mengasi Philip.
“ I Saw Jesus”
Tidak seorang pun tau kalau dia hendak mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Akhirnya timbul pemikiran bahwa Tuhan menolongnya secara nyata, oleh sebab itu Philip memutuskan untuk pergi kegereja lagi. Pada saat itu ia mendengarkan firman tentang hal menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat. Ia berkeinginan untuk pergi, tp ada suara yang nyata yang berkata ‘Philip jika hari ini kamu tidak diselamatkan, maka untuk selamaya engkau tidak akan selamat”. Ia menyadari kalau itu adalah suara Tuhan.
Jesus set me free!
Sejak saat itu ia jatuh cinta pada Tuhan dan setan keluar dari dirinya. Roh yang bertama yang keluar adalah roh ‘martial arts’ (bela diri), dan yang terakhir adalah roh kepahitan. Setiap roh itu dating dan menggangu kehidupannya, Tuhan menyuruhnya untuk mendatangi sebuat tempat untuk berdoa. Pada saat seperti itu ia berkata “hai setan, aku tidak mau kamu, aku mau Yesus yang mencintai aku” dan pada saat ia didoakan, kakinya menendang nendang seperti ilmu bela diri, kemudian pingsan dan mulai saat itu semuanya berubah.
 
 
MAN OF ONE BOOK
Bagi Philip alkitab adalah surat cintanya Tuhan baginya. Oleh sebab itu ia sangat menyukai alkitab, ia suka membacanya karena itu semua berisi tentang cinta Tuhan. Ia ingin membalas perasaan cinta Tuhan, dan ia ingin Tuhan juga tau kalau dia mencintai Tuhan. Inilah kebiasaan Philip sewaktu ia masih praktek pelayanan di JKI Maranatha Ungaran, ini disaksikan oleh Pdt Yohanes gembala sidang ‘Double R’ Semarang.
‘Kalau kamu bisa melihat aku dalam jarak 10 meter terpisah dari Alkitabku, aku akan memberimu uang’
Kemanapun ia pergia, ia akan senantiasa membawa alkitab kecuali ke kamar mandi. Biasanya ia akan membaca alkitab setiap pagi sebelum sarapan. Ia pernah menantang Pdt Yosef Morro (Gembala GMS wilayah Sumatera), ‘Kalau kamu bisa melihat aku dalam jarak 10 meter terpisah dari Alkitabku, aku akan memberimu uang’, karena ia tau pasti kalau mereka tidak akan melihatnya jauh dari alkitab.
Disiplin Rohani
Philip memiliki kebiasaan yang unik. Setiap ia membaca alkitab, biasanya ia akan mondar-mandir sambil mengimajinasikan ayat2 yang telah dibacanya. Kalau berdoapun biasanya ia akan berbaring di tempat tidurnya kalau dia capek. Ini adalah bentuk disiplin rohani yang ia terapkan.
Rahasia di balik Mazmur 119
Philip pernah menyuruh salah satu orang untuk mencitai alkitab dengan cara membaca Mazmur 119. Menurutnya banyak sekali orang yang menghindari pasal itu, karena pasal itu merupakan pasal terpanjang di alkitab. Ia berpendapat bahwa raja Daud pun melakukan hal yang sama, yaitu membaca dan merenungkan firman Tuhan.
‘sangat tergantung pada dari seberapa banyak kebenaran firman Tuhan yang km makan’
Menurut nya membaca alkitab sama sulitnya dengan berdoa. Sepertinya sangat muah dikerjakan namun sedikit orang yang benar2 konsisten melakukannya. Karena alkitab berisikan sejarah bangsa dan umat pilihan Allah, sejumlah janji kepada anak cucu Israel serta seputar kisah tokoh2 alkitab.
“Pesan sederhana yang berbunyi: IMAN! IMAN! IMAN!
Dalam kepemimpinan nya sebagai seorang bapak rohani ia ingin menunjukkan sebuah teladan yang besar. Ia ingin menyampaikan kalau igin berhasil, andalakan iman. Apakah hanya itu? Ya! Itu yang ia terapkan dalam segala pergumulan hidupnya. Ia menulis kata2 tersebut dipinggiran alkitabnya guna untuk pernyataan imannya kepada Tuhan.
‘Prinsip Hidup Philip’
Ia berpendapat bahwa Tuhan akan mengirimkan burung gagak untuk memelihara hidupnya. Ia sangat memiliki hubungan yang begitu dekat alkitab. Ada orang yang bertanya kepadanya, mengapa ia begitu dekat dengan alkitab. Dia melakukan ini untuk menguatkan imannya, karena setiap saat ia bisa membaca alkitab yang berkata burung gagak akan dikirim Tuhan untuk memilihara hidupnya.
‘Alkitab inilah yang menandai hubungan saya dengan Tuhan’
Banyak orang yang heran melihat hubungan nya dengan alkitab. Sering kali orang bertanya, apakah kamu tidak bosan dengan alkitabmu tersebut?. ia berkata, alkitab inilah yang menggambarkan sejauh mana hubungan saya dengan Tuhan. Jadi bagaimana mungkin saya bosan dengan Yesus yang ada dalam alkitab ini? jika saya mencintai-Nya, maka saya juga harus mencintai firman-Nya.
Mereka belajar hal-hal seputar alkitab bukan alkitabnya
Banyak orang yang mengira bahwa dekat dengan alkitab itu brarti harus kuliah Theologia. Pada kenyataannya orang sekolah Teologiapun tidak dekat dengan alkitab. Mereka belajar hal-hal seputar alkitab bukan alkitabnya. Respon orang yang melihat kecintaan Philip pada alkitab juga beragam. Ada yang tertempalak dan ada juga yang terinspirasi.
‘aliktab itu menjadi bantal saya kalau saya pelayanan ke desa-desa’
Ia mempunya tempat alkitab berwarna hitam dan di dalamnya ada satu sikat gigi dan pasta gigi. Hanya bermodalkan itu ia sudah siap diutus kemana saja. Pernah suatu kali ia diutus ke desa krasak dan alkitab tersebutlah yang digunakannya sebagai bantal. Waktu itu ia tidur di lantai yang beralaskan karung beras, ketika ia bangun yang ia lakukan ialah sikat gigi kemudian membaca alkitab dan bekerja untuk Tuhan.
Alkitab yang mengeluarkan Minyak
Pada suatu kali dia meninggalkan alkitabnya di dalam laci. Kemudian keesokan harinya ia membuka alkitab tersebut dan melihat alkitab tersebut berminyak dan sangat wangi. Dia sngat penasan siapakah yang meminyaki alkitab tersebut, dan kesokan harinya alkitab itu kembali dipenuhi minyak, dan ternyata ada maksud Tuha untuk semua itu.
Tuhan membangun pelayanan saya di atas dasar kebenaran firman Tuhan, bukan diatas dasar pengalaman.
Kebanyakan orang membaca buku-buku rohani kemudian mencocokkannya dengan alkitab. Tetapi Philip melakukan hal yang terbalik, ia membaca alkitab terlebih dulu kemudian membaca buku-buku yang lain. Tuhan membangun pelayanan nya diatas dasar firman Tuhan bukan di atas dasar pengalamannya. Baginya kalau hari ini ia di urapi Tuhan, itu semua karena ia membaca alkitab dan kemudian dari situlah ia mendapatkan banyak pewahyuan.
 
 
HEAVEN CALLS MY NAME
‘Itu memang Panggilan Tuhan’
Dia menjadi seorang Pdt bukan karena dia pengangguran. Waktu sekolah dia anak yang pintar, dia juga seorang juara umum. Pada saat dia melayani di Ungaran, dia tidur ditempat yang basah padahal sebenarnya dia sangat tidak suka tempat yang basah. Dia juga seorang yang suka terhadap mobil mewah, tetapio ketika di Ungaran dia bahkan rela naik angkutan umum. Jadi kalau bukan karna panggilan Tuhan dia tidak akan melakukan semua itu.
Takut Tuhan cemburu
Ia adalah seorang pemimpin. Seorang pemimpin akan sangat diperhatikan oleh bawahannya. Demikianlah hal dengan apa yang terjadi pada hidup Philip, ia sangat diperhatikan oleh bawahannya. Ada begitu banyak pujian dan sanjungan yang disampaikan oleh orang yang dipimpinnya maupun yang tidak dipimpinnya. Oleh sebab itu dia bilang kalau dia takut Tuhan cemburu terhadap hal tersebut.
‘Pernah Takut’
Ketika dia ingin memutuskan untuk belajar di sekolah Teologia, ia mengalami tekanan yang berat. Tekanan tersebut bukan dari orang-orang sekitar melainkan dirinya sendiri. berhung ayahnya belum percaya pada Yesus, ia ragu untuk berbicara secara terus terang. Dia berdoa selam 3 hari dan mengurng diri di sana, kemudia dia konsultasi dengan ibunya yang waktu itu di Indonesia, ibunya bilang lebih baik terus terang saja. Dan yang terjadi., ayahnya mendukung 100 %. Setelah Philip menyerahkan dirinya kepada Tuhan, kluarganyapun sangat diberkati oleh Tuhan.
‘Prinsip Hidup’
Obey Heaven :
Pada saat dia berumur 6 tahun ia sudah mengalami kunjungan ilahi. Padahal pada saat itu itu ia sama sekali blm mengerti yang namanya panggilan. Namun menurutnya, sungguh Tuhan memanggil yg hina untuk mempermalukan yg berhikmat bagi dunia.
Obey Heaven :
Sejak namanya dipanggil oleh sorga sampai hari ini, tidak pernah sekalipun atau sekalipun rasa ragu dan bimbang itu ada dihatinya.
 
 
A HEART OF REVIVALIST
Kalau bisa naik bis tidak usah duduk, berdiri di pinggir pintu saja!
Pada suatu hari ia diundang oleh sebuah gereja di salatiga yang ibadahnya dimulai pukul 06:30 wib. Yang aneh adalah ia tidak mau duduk dikursi sekalipun busnya kosong, dia lebih memilih berdiri dekat pintu. Padahal dulu di kanada ia selalu terbiasa dengan kemewahan. Ternyata ini artinya dia berhasil dibentuk oleh Tuhan.
Terlibat beberapa kali perkelahian yg nyaris merenggut nyawanya
Siapa yg menyangka bahwa sosok yg sabar dan bertindak sangat hati2 ini menjalani sebagian hidupnya dengan serangkaian perkelahian yang nyaris merenggut nyawanya? Dulu dia sering berkelahi, kadang2 dia memukul orang tanpa alasan. Masalah sepele saja bisa membuatnya marah besar dan siap baku hantam dengan org lain.
Buah-buah sabarnya mulai kelihatan
Dulunya sebelum bertobat ia sangat pemarah tetapi berbeda dengan kehidupannya setelah bertobat. Ketika dia mengalami jamahan Tuhan, buah-buah rohnya mulai kelihatan, ia menjadi org yang sangat sabar dan penuh dengan kasih.
Prinsip hidup Philip Mantofa
1. Hatiku sumber damai yg sempurna bagi org lain.
Banyak pristiwa yg dialaminya yang bisa memancingnya untuk melakukan perkelahian dll. Tetpi setelah pertobatannya tersebut dia punya prinsip yg kuat, bahwa dia harus membawa kedamaian bagi orang lain, bahkan bagi generasinya di Indonesia. Hal ini terbukti dari buah pelayanannya saat ini.
2. Hatiku sumber kekuatan yg sempurna bagi orang lain.
Hatinya yg percaya kepada Tuhan membuatnya bisa menjadi sumber kekuatan bagi orang lain. Ia harus bisa menguatkan hati orang tampa ia harus dikuatkan oleh orang lain.
IRENE, FOREVER WILL BE Itu jodohmu
 
Pertama kali bertemu Philip di gereja, dan pada saat itu Irene seperti mendengar suara ‘itu jodohmu’. Padahal pada saat itu Irene masih berumur 14 tahun. Ternyata semua itu dia ketahuai kalau ternyata orang tua dari Irene selalu mendoakan jodoh anak2nya.
Just Married 1999
Mereka mulai berpacaran sejak tahun 1995 dan mereka berpacaran selama 4 tahun. Mereka jarang sekali bertemu kecuali kalau dia pulang ke Indonesia. Mereka berpacaran jarak jauh bisa bertemu hanya dalam hitungan tahun. Supaya hubungan mereka terjaga satu sama lain mereka menyedeiakan satu buku harian dan setiap hari mereka menulis sedikit saja ttg pasangan mereka. Sampai pada akhirnya mereka menikah dan hidup sangat bahagia karna mereka sama2 mencintai Tuhan.
Saya suka kamu karna kamu cinta Tuhan
Pada saat awal berpacaran orang tua dari Irene sudah menyetujui hubungan mereka karena menurutnya Philip org yang baik hati meskipun masih banyak yg lebih kaya darinya. Pada saat Philip mengungkapkan perasaannya kepada Irene, ada satu pertanyaan Irene ‘ mengapa kamu menyukai saya?’ dan jawaban Philip adalah, saya suka kamu krn kamu cinta Tuhan dan kluarga.
Berbagi suami dengan Tuhan
Irene tau dan menyadari perbedaan menjadi seorang hamba Tuhan dengan istri org yang suaminya bukan seorang hamba Tuhan. Kalau menjadi seorang hamba Tuhan, harus siap berbagi suami dengan Tuhan. Karena ada waktu2 tertentu dmn suami nya akan melayani Tuhan dan sebagai istri tidak boleh menghalanginya.
Prinsip hidup Philip Mantofa
Prisnsip 1 : Holiness is beautiful
Menurutnya menjaga kekudusan dalam berpacan bukanlah dengan cara berjalan sendiri2 melainkan kita harus berjalan sesuai dengan kebenaran Tuhan. Kita harus belajar mendengar suara Tuhan melaui para pemimpin rohani kita.
 
prinsip pacaran
1. Pacaran sekali untuk menikah
2. Memulai dengan benar
3. Tau saat yg tepat untuk berpacaran
Prinsip 2 : mengutamakan buah2 roh/buah2 kasih dlm berpacaran
Dalam hubung berpacaran harus menerapkan buah2 roh. Apa saja yang ada dalam buah2 roh? Itulah yg harus kita terapkan dalam berpacaran, karena hubungan kita dengan pacar kita adalah gambaran hubungan kita dengan Tuhan. Kita juga hrs menhormati tubuh kita, dan jgn memberhalakan pacar kita.
Prinsip 3 : menghormati orang tua
Peneguhan hubungan tidak boleh hanya dari pemimpin rohani saja, orang tua kita dan orang tua pasangan kita juga harus ikut serta didalamnya. Menikah tanpa restu dari orang tua akan sangat mempengaruhi kehidupan rumah tangga kita nantinya. Sekalipun kita diberkati digereja namun jika tanpa restu ortu kehidupan rumah tangga kita tidak akan bahagia.
Prinsip 4 : menghormati pemimpin rohani
Bila hubungan anda direstui oleh orang tua anda tetapi anda tidak menghormati pemimpin rohani anda, bisa dipastikan kalau anda akan mengalami kerugian yg sangat besar dalam hidup anda.
Prinsip 5: dipenuhi dengan kasih yang tidak bersyiarat
Dalam sebuah hubungan kasih yang tidak bersyarat adalah kunci utamanya. Karena itu tempat yang benar untuk menemukan pasangan adalah di dalam keluarga Tuhan. Saran :
ü Tidak usah takut kalau blm punya pasangan, karena Tuhan akan menyediakan tepat pada waktu-Nya.
ü Bagi yg sudah punya pasangan, kasih yg tidak bersyarat adalah sumber kebahagiaan.
ü Bagi yg sudah menikah biarkan kasih yg tidak bersyarat kekal sampai di sorga
INTIMACY WITH GOD
Doa itu seperti makanan harian
Menurut seorang teman sekantornya Pak Philip, ia adalah seseorang tidak pernah lepas dari doa. Walaupun hanya setengah jam sebelum ia mengikuti pertemuan dengan orang lain. Kadang ia berdoa sambil berjalan dan kadang ia sadari sambil berjalan pun ia sering sekali ia berbahasa roh. Bahkan kadang2 ia sampai tertidur karena berdoa seharian dikamarnya. Ia sangat intim dengan Tuhan.
Festival kuasa Allah
Pada suatu hari ia memutuskan untuk tinggal di sebuah kamar yang disediakan gereja untuk para tamu. Ia tinggal disana mulai hari senin hingga hari rabu pukul 17:30 wib. Dari kamar itulah sesuatu yg dahsyat mulai terjadi, sesuatu yg dahsyat di festival kuasa Allah 8-9 juni 2004.
Pada festival hari pertama kuasa Allah sudah terlihat luar biasa. Ia melihat kuasa iblis dikalahkan, penyakit disembuhkan dan banyak org mengakui Tuhan dalam iman mereka. Festival yg kedua adalah datangnya seorang ibu dari malasya yg mengalami penyakit MULTIPLE SCLEROSIS. Ibu ini dilawat sebelum ibadah dimulai. Dan yg terakhir ketika banyak org yg ikut ibadah mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan.
Prinsip Hidup Philip Mantofa
Prinsip 1 : Membangun pelayanan diatas dasar cinta akan Tuhan
Banyak orang membangun pelayanannya di atas dasar pelayanan, bukan atas dasar cinta akan Tuhan. Kapan saja ia merasak hadirat Tuhan, pada saat itu juga ia akan meninggalkan siapa saja untuk bersekutu dengan Tuhan. Hatinya selalu tertuju pada Tuhan yg penuh dengan cinta.
Prinsip 2 : Intim dengan Tuhan itu berbicara tentang segenap hati.
Tidak ada satu teori yang membahas tentang keintiman dengan Tuhan. Tidak ada satu cara yang bisa diterapkan pada semua orang. Hanya saja membangun hubungan intim dengan Tuhan itu keluar dari hati yang benar2 mencintai Tuhan.
Prinsip 3 : membangun hubungan intim yg serius dengan Tuhan itu penting.
5 menit dalam persekutuan pribadi dengan Tuhan lebih berharga dari 5 jam melakukan ibadah KKR yang megah sekalipun.
Prinsip 4 : Bahasa roh sekitar 40 menit sehari dan 40 menit baca alkitab
Jam dan ruang kita tentukan bisa mendisiplin daging kita dan bukan sebagai batasan. Jika tidak demikian kita akan mengalir dan cenderung melupakan.
 
 
FATHERING MOVEMENTS
Kamu yang punay otoritas bukan iblisnya
Dalam pelayanan pelepasan, biasanya ia akan menunggu sampai berjam-jam sampai iblisnya benar2 keluar dari tubuh orang yang dilayaninya tersebut. kalau sekarang cukup dengan satu kata ‘dalam nama Yesus” saja iblisnya sudah lari. Kemudian ia mengajarkan satu hal kepada Yosef Moro, kalau kamu mengusir setan, kamulah yang punya otoritas bukan iblisnya.
 
 
Bukan Cuma sekedar Teori
Menurut pdt Yosef Moro, semua yang dibagikan oleh Philip kepadanya bukan sekedar teori saja. Semua nilai2, prinsip2 kehidupannya benar2 nyata. Banhkan untuk membangkitkan rasa cinta kepada alkitab juga demikian, ia benar2 mempraktekkannya setiap hari.
Diterima bukan karena hebat
Tidak ada yg bisa memungkiri hubungan darah antara bapak dengan anaknya. Senakal apapun anaknya, anak itu tetaplah anaknya. Ia diterima sebagai anak bukan karena dia berprestasi atau krn tidak pernah melakukan sebuah kesalahan tetapi krn dia adalah darah daging.
Masih diberi kesempatan
Prinsip kepemimpinan pak Philip ialah tetap member kesempatan kepada orang, sekalipun orang tersebut telah melakuka yang sangat fatal. Ketika ada orang yang bergabung dengan pelayanan mereka melakukan kesalahan tidak ada kata pemecatan, tetapi meberi kesempatan dan kesempatan.
Prinsip hidup
Member aturan2 yang wajar kepada anak2 rohani yang dipimpinnya. Sekalipun ia adalah bapak secara rohani bagi mereka. Mereka tidak pernah protes terhadap aturan yang ia brikan sekalipun itu bertentangan dengan daging mereka, itu semua krn ia melakukannya berdasarkan kasihnya kepada mereka.
MANY REVIVALS, ONE VISION
Kuduskan bagian ini! ini adalah tanah kudus!
Tuhan bekerja melalui Philip mentofa pada saat acara Youth jamboree tahun 1999. Pada saat itu Tuhan bekerja dengan sangat luar biasa, sehinnga dari sekian banyak pembicara hanya Philip mentofa yang masih diingat hingga saat ini. waktu itu ia berbiacara tentang kuduskan bagian ini! ini adalah kudus!. Mulai saat itu terjadilah kegerakan yang sangat besar.
Tidak usah berfikir dua kali
Ia selalu mendorong para gembala distriknya untuk mengadakan KKR ini dan KKR itu. Dan dorongan tersebut ditanggapi serius oleh para gembala tersebut. melihat jadwal KKR yang sangat padat, salah seorang gembala bertanya padanya, mengapa tidak dai tidak mau memperlambat kegerakannya saja?. Dan ia menjawab, kalau saya memperlambat laju kegerakan Allah dan ternyata membuat satu orang berdosa dan semakin tersesat, maka tidak usah berfikir dua kali.
 
Prinsip hidup Philip
Prinsip yang paling luar biasa adalah mengontrakkan air matanya pada Allah. Menurutnya pertumbuhan sebuah gereja adalah tergantung apakah pemimpinnya telah mengontrakkan air matanya pada Allah. Artinya ia harus menagisi jiwa2 yang belum percaya kepada Tuhan melalui doa2 nya. Ini adalah alasan mengapa terjadi pertumbuhan luar biasa di GMS (Gereja Mawar Sharon).
Aplikasi
Dari buku before 30 ini saya mendapatkan banyak hal2 baru yang berkaitan dengan prinsip-prinsip kehidupan. Baik dalam hal kepemimpinan, dalam hal kehidapan sehari-hari bahkan dalam kehidupan berpacaran. Bagaimana menjaga kekudusan hidup, menghargai orang tua, pemimpin rohani dan siapa saja yang ada disekitar kita. Selain itu, saya juga belajar mengenai hubungan intim dengan, bagaimana cara membangun hubungan dengan Tuhan, betapa pentingnya menjaga hubungan dengan Tuhan melalui doa2 dan persekutuan kita sehari-hari. Dari buku ini, saya juga belajar mengenai pelayanan yang sungguh2 kepada Tuhan, memdoakan orang2 yang belum mengenal Tuhan (mengontrakkan air mata pada Tuhan) setiap hari. Ini adalah sebagian besar yang bisa akan saya aplikasikan dalam kehidupan saya sehari-hari nantinya.
 
————————————————————————————————————————–
 
PHILIP MANTOFA: THE RISING STAR OF GOD
 
 
 
Masih muda, ganteng, terkenal, dipake Tuhan luar biasa, mungkin itu empat kata yang paling pas buat gambarin Pdt. Philip Mantofa, BRE. Seorang hamba Tuhan muda yang dipake Tuhan dengan kuasa en mujizat. Biarpun masih muda (di bawah 40 taun), beliau udah jadi wakil ketua sinode Gereja Mawar Sharon en dipake sama Tuhan buat bikin banyak mujizat en menangin ribuan jiwa buat Tuhan.
 
Kalo GF!ers belum pernah dengar nama beliau sebelumnya, wah ketinggalan tuh…soalnya beliau ini bisa dibilang salah satu bintangnya Tuhan yang lagi bersinar. Nah biar kita bisa lebih kenal sama hamba Tuhan yang satu ini, yuk kita ikutin wawancara GF! sama Ko Philip (nama panggilan akrab Pdt. Philip). (dp)
 
Masa kecil Ko Philip
Waktu kecil Ko Philip udah sering pergi ke luar negeri. Lahir di Indonesia, umur 6 taun udah ke Taiwan, gak lama terus pindah lagi ke Singapura, udah gede pindah lagi ke Canada. Ko Philip pindah-pindah negara gitu bukan karena kebanyakan duit, tapi karena waktu kecil dia penyakitan, en nakalnya luar biasa.
 
‘Waktu kecil saya emang lemah sekali. Saya menderita penyakit lemah tulang, jadi saya sulit berjalan normal seperti orang lain. Belum lagi saya suka kejang-kejang kayak orang ayan. Tingkat IQ saya juga dibawah batas normal. Makanya saya sempat mau dimasukkan sekolah luar biasa. Untungnya gak jadi. Sejak saat itu saya dipindahin ke Taiwan. Buat berobat sekaligus belajar.
 
‘Dari Taiwan saya sempat balik lagi ke Indonesia. Terus pindah lagi ke Singapura. Di Singapura ini saya mengalami banyak pengalaman dengan Tuhan. Di Singapura, kenakalan saya makin menjadi-jadi. Gak ada hari yang gak saya lewatin tanpa berantem sama teman. Tiap hari saya mesti mukulin orang, baru puas. Di Singapura juga saya belajar ilmu hitam. Saya beli buku-buku tentang ilmu kebatinan. Saya praktekin ilmu itu. Saya meditasi, mengundang roh jahat buat masuk dalam diri saya, en hasilnya? Luar biasa. Saya jadi sangat kuat. Gak ada lagi orang yang berani sama saya. Semua takut sama saya.’
 
 
Pertobatan
‘Saya hidup seperti itu selama beberapa taun. Sampe akhirnya saya belajar di Canada. Di sana saya berjemaat di sebuah gereja yang isinya orang Indonesia semua. Walaupun namanya berjemaat, tapi kenyataannya saya cuma sekedar jadi pengunjung. Saya gak pernah benar-benar mau peduli sama apa yang hamba Tuhan saya omongin.
 
‘Suatu hari saya benar-benar merasa udah gak ada artinya en pengen bunuh diri. Tapi selalu gagal. Dua minggu setelah pencobaan bunuh diri saya yang terakhir saya ke gereja. Di sanalah saya bertemu Yesus. Bener-bener bertemu Yesus. Muka dengan muka. Jadi ceritanya begini. Waktu itu ada altar call. Hamba Tuhan manggil semua orang yang belum bertobat buat maju ke depan. Saya belum bertobat, tapi saya gak mo maju, malah saya mo pulang. Begitu saya mo keluar pintu gereja, saya dengar suara Tuhan, “Philip, kalo kamu hari ini gak diselamatkan kamu gak akan selamat selamanya!”
 
‘Begitu dengar itu saya langsung lari ke depan mimbar en saya liat ada cahaya yang luar biasa banget terangnya. Saya merasakan Yesus ada dalam cahaya itu. Seperti apa yang dialami Paulus. Setelah hari itu saya benar-benar dibebaskan. Saya dibaptis, dilepaskan dari semua roh jahat en mulai melayani Tuhan.’
 
 
Awal pelayanan
‘Awal pelayanan saya? Hmmm…waktu itu, setelah bertobat saya putusin buat masuk sekolah Alkitab di Canada. Taun 1994 saya ke Ungaran, sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Waktu itu saya dapat tugas praktek dari sekolah Alkitab saya. Di sanalah buat pertama kalinya saya liat kuasa Tuhan bekerja dengan dahsyat. Ada banyak orang yang dijamah Tuhan en sekarang udah jadi pendeta. Ada kebangkitan rohani yang terjadi waktu itu yang melahirkan banyak gereja baru. Apa yang terjadi waktu itu bukan karena saya, tapi karena Tuhan. Itulah kuasa doa dan mujizat.
 
‘Taun 1998 saya balik lagi ke Indonesia en bergabung dengan Gereja Mawar Sharon Surabaya. Tapi belum sebagai wakil gembala sidang. Cuma jemaat biasa. Waktu itu saya belum terpanggil buat jadi hamba Tuhan sepenuh waktu. Saya masih punya bisnis waktu itu, walaupun saya masih tetap melayani. Jadi bolak-balik Surabaya Semarang. Bisnis saya di Surabaya, tapi pelayanan di Semarang. Taun 2000, saya diminta membantu Gereja Mawar Sharon yang waktu itu sedang dalam goncangan. Waktu itu saya pegang jemaat pemudanya. Sejak taun 2000 itulah saya jadi hamba Tuhan sepenuh waktu sampe sekarang. Bisnis saya lepasin, saya kasih ke orang lain. Saya fokus pelayanan aja.’
 
 
Rahasia kuasa Ko Philip
Kalo kita datang ke pertemuan-pertemuan yang diadain Ko Philip, kita bakal rasain hadirat Tuhan yang luar biasa banget. Hadirat Tuhan yang bukan biasa-biasa tapi benar-benar bikin kita sadar kalo kita ini orang berdosa en butuh Tuhan. Makanya gak heran begitu Ko Philip adain altar call ratusan orang langsung lari ke depan panggung, nangis-nangis, berlutut minta ampun sama Tuhan. Apa sih rahasianya bisa kayak gitu?
 
‘Brokenness. Itu rahasia saya.’ Kata Ko Philip. ‘Hati saya selalu hancur waktu liat generasi ini. Tiap kali saya liat generasi yang terhilang ini, saya selalu merasa hancur. Saya bahkan rela mati demi generasi ini. Dari hati yang hancur inilah lahir iman, mujizat.’
 
Selain hati yang hancur, Ko Philip juga ngaku kalo dia selalu punya disiplin rohani yang ketat.
 
‘Ya, saya selalu lakuin disiplin rohani. Apa yang saya lakuin dulu waktu saya pertama kali bertobat, saya tetap lakuin sampe sekarang. Saya tetap berdoa sekian jam tiap hari. Saya baca sekian pasal tiap hari. Saya bersekutu dengan Tuhan tiap hari. Tapi itu bukan poin utamanya. Poin utamanya adalah hati saya selalu hancur bagi generasi ini. Itu aja.’
 
The man behind Ko Philip
Seorang Philip Mantofa gak bisa jadi kayak sekarang kalo gak ada orang-orang yang dipake sama Tuhan buat bentuk dia. Waktu ditanya siapa sih orang-orang yang berjasa bisa bikin Ko Philip kayak sekarang, Ko Philip nyebutin beberapa nama.
 
‘Emang secara pribadi saya gak punya bapa rohani yang ajarin saya secara khusus, harus gini, harus gitu. Tuhan pake banyak orang buat bentuk hidup saya. Mulai dari keluarga saya, istri saya, anak-anak saya, sampe jemaat saya. Tapi secara khusus saya merasa berhutang banyak sama dua orang, Pdt. Sonny gembala saya waktu saya di Kanada. Beliau yang mengawasi pertumbuhan rohani saya di masa awal kehidupan rohani saya. Dan Pdt. Joesoef Soetanto gembala sidang, sekaligus ketua sinode Gereja Mawar Sharon en bapa mertua saya.’
 
 
Ko Philip en kegerakan Tuhan di Indonesia
‘Buat saya gak penting apa nama kegerakan yang lagi Tuhan bawa di Indonesia. Buat saya yang penting itu kita back to bible. Apa yang Alkitab bilang supaya kita lakukan? Beritakan Injil pada segala makhluk. Waktu kita memberitakan injil, Tuhan yang akan bawa kita ke mana-mana. Saya udah menyaksikan hal ini. Makanya saya gak pernah mo pusing dengan apa nama kegerakan yang kata orang sedang kita alami. Buat saya, beritakan Injil, sisanya Tuhan yang bawa kita masuk dalam kegerakanNya.
 
‘Makanya di gereja kita (Gereja Mawar Sharon), saya cuma menekankan dua hal. Satu, gereja adalah rumah kedua kita. Artinya kita semua yang ada di gereja adalah satu keluarga besar. Artinya hubungan kita dengan sesama saudara seiman itu mesti dibangun dengan baik. Kalo hubungan kita dengan Tuhan baik, hubungan kita dengan sesama juga akan baik.
 
‘Dua, saya selalu menekankan pada jemaat kalo mereka itu adalah aset yang berharga, yang Tuhan udah titipin sama saya. Saya bukan yang punya mereka. Mereka itu punya Tuhan. Saya cuma dikasih kepercayaan sama Tuhan buat bikin mereka bertumbuh, dewasa secara rohani en kalo mereka udah dewasa, utus mereka keluar, untuk memperluas Kerajaan Allah di bumi.’
 
 
Ko Philip en pembapaan
Satu hal yang menonjol dari Ko Philip adalah sifatnya yang kebapaan banget. Makanya gak heran kalo Ko Philip punya banyak anak-anak rohani. Sebagian besar anak-anak rohaninya sekarang udah pada jadi hamba Tuhan yang powerful kayak bapa rohaninya, salah satunya Pdt. Yosep Moro Wijaya yang kotbahnya pernah dimuat di GF! edisi 95.
 
 
Apa kata Ko Philip tentang pembapaan?
 
‘Pembapaan itu belajar mencintai orang-orang yang Tuhan cintai. Banyak banget dong? Emang. Tapi kita mesti ngerti kalo kita gak bisa cintai semua orang. Ada keterbatasan. So, mulailah cintai orang yang dekat dengan kita. Yang pasti yang pertama perlu kita cintai itu keluarga kita sendiri terus baru keluarga kita dalam Tuhan.
 
‘Mencintai itu harus dengan motivasi kasih. Jangan kita membapai seseorang dengan tujuan kalo orang itu udah sukses, kita minta ganti rugi sama dia. Kita mesti jadi teladan buat orang yang kita bapai. Tanpa ada motivasi lain. Kalo mereka udah besar, ya bersyukurlah. Jangan terus minta pamrih.’
 
 
Profil
Nama lengkap: Pdt. Philip Mantofa, BRE
Tanggal lahir: 27 September 1974
Nama istri: Irene Saphira Mantofa
Nama anak: Vanessa Mantofa, Jeremy Mantofa
Melayani sebagai: Wakil Gembala sidang Gereja Mawar Sharon
————————————————————————————————————————–
 
 
Biodata Profil Pelayanan dan Khotbah Pdt Ps Philip Mantofa
 
 
Banyak orang berkata Pdt Philip Mantofa adalah sesat. Apa benar demikian. Tentu tidak. Ps Philip Mantofa adalah seorang hamba Tuhan yang rendah hati dan penuh dedikasi dalam pelayanan. Saya pernah makan siang bersama beliau. Beliau begitu bersahaja. Saya dan teman yang lain makan bersama dalam rangkah kedatangannya ke Palembang mengadakan KKR TRIPTO HELL.
 
 
 
Jadwal Pelayanan Khotbah Ps. Philip Mantofa
 
 
BIBLE STUDY
5 March 2016
Pembicara : Ps. Philip Mantofa
EagleKidz
Gereja Mawar Sharon
 
JL. Cempaka 18i Surabaya
Pk. 10am – 2.30pm WIB
Undangan dapat diperoleh di EagleKidz
Ph. +6231 – 6000 7000 ext. 125 (Kak Nikita/kak Itok)
 
 
FINDING FAVOUR
 
Pembicara : Ps. Philip Mantofa
8 – 10 March 2016
Retret Doa Sinode Gereja Mawar Sharon
Bukit Doa Immanuel
Jl. Raya Junggo
Desa Sukolilo, Prigen – Tretes
Cp. 031 – 60007000 (ext. 124)
 
 
IBADAH UMUM
Gereja Mawar Sharon “Revival”
 
Pembicara : Ps. Philip Mantofa
Jl. Pahlawan Sidoarjo
Sebelah Hero Supermarket Kav. A2 No. 23 – 32
Pk. 7am, 10am WIB
Ph. +6231 – 894 6136
 
Berikut ini biodata profil tentang Pastor/Pendeta Philip Mantofa yang diambil dari berbagai sumber.
Pastor/Pendeta Philip Mantofa adalah seorang hamba Tuhan yang melayani di Gereja Mawar Sharon sejak 1998. Ia telah berbicara di ratusan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR)baik di dalam maupun di luar negeri. Selain itu juga ia dikenal sebagai pembicara seminar Business Breakthrough, Career Breakth rough dan Education Breakthrough yang diadakan di beberapa kota di Indonesia sebagai wujud pedulinya kepada kalangan pebisnis, pekerja dan pelajar.
 
Buku perdananya “Before 30” diterbitkan pertama kali tanggal 24 September 2004. Dicetak untuk kedua kalinya pada pertengahan tahun 2005. Buku ini telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Mandarin dan dicetak serta dipublikasikan ke seluruh Asia oleh salah satu penerbit di Taiwan. Juga telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris dan dalam waktu dekat ini akan dicetak serta dipublikasikan ke seluruh dunia oleh salah satu penerbit di Amerika. Buku “Iblis! Dalam nama Yesus! Lepaskan! (A Trip to Hell)” adalah buku keduanya yang diterbitkan 16 Desember 2006 dan dicetak ulang akhir Desember di tahun yang sama.
 
Pdt Ps Philip Mantofa lahir di Surabaya pada tanggal 27 September 1974, dia merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara. Semuanya laki-laki. Waktu kecil Philip sering step dan kejang-kejang. Dalam kekalutan ibunya berkata kepada Tuhan :”Tuhan, jangan diambil! Anak ini saya berikan kepadaMu! Jaga dia, Tuhan!” Setelah agak besar, Phlip masih mengalami kesulitan untuk berjalan. Oleh Dokter disarankan untuk memakai sepatu dari besi yang biasa digunakan untuk anak yang cacat karena polio. Hal ini membuatnya menjadi minder dan tidak mau keluar rumah.
 
Papa Philip Mantofa walaupun bukan orang Kristen, tetapi mengijinkan Philip Mantofamengikuti sekolah minggu di gereja.Waktu Philip akan masuk SD, orang tuanya menyekolahkan ke Taiwan. Hal ini untuk sekalian perawatan kesehatannya. Bersama dengan kakaknya Maxixe, Philip sekolah di Ho Bu Guo Xiao, Taipei, Taiwan. Kenakalannya menjadi-jadi saat mulai sekolah di Taiwan. Philip gampang sekali emosi, marah dan berkelahi dengan teman-temannya.
Tak lama kemudian mereka pulang ke Indonesia dan bersekolah di SDK St. Aloysius, Kepanjen Surabaya. Tiap hari Philip berkelahi dan itu terus berulang sampai ia masuk SMP. Suatu saat pernah ada kakak kelasnya yang tidak terima dan mengajak seorang tentara untuk membunuh Philip. Dengan berbagai pertimbangan orang tuanya menyekolahkannya ke Singapura.
 
Di Singapura, ia terlibat dalam okultisme, dari mempelajari buku yang dibeli di Singapura. Saat sekolah ia mengalami pelecehan seks oleh pembimbing / guru lesnya. Hal itu menambah kepahitan dalam hidupnya. Selain itu Philip sering berkelahi dengan anak-anak di lingkungannya.
 
Kedua orang tua Philip Mantofa kemudian menyekolahkannya ke Kanada bersama kedua saudaranya. Dibawah bimbingan Pdt Sonny, Gereja “Emmanuel Indonesian Christian Fellowship”, semua roh-roh jahat dilepaskan. Hal itu tidak berlangsung secara mudah, tetapi membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Philip dibaptis di gereja itu dan mulai dibentuk karakternya oleh Tuhan.
Ketika memutuskan untuk kuliah di Sekolah Theologia, dia takut mengutarakan keinginannya itu kepada ayahnya. Karena ayahnya belum mengenal Tuhan. Selama 3 hari ia mengurung diri di kamar. Ia berdoa, stress! Saat ia mengatakan ke ayahnya, diluar dugaan ayahnya cuma menjawab pendek “Oke, bagus, Lip! Papa dukung!”
Philip Mantofa menyelesaikan studinya di Columbia Bible College Canada, dan diwisuda pada 20 April 1996. Semua itu dilaluinya dengan tidak mudah. Ia sempat praktek di Ungaran Jawa Tengah pada tahun 1994. Philip harus adaptasi dengan lingkungan yang ada. Tetapi semuanya itu dijalani dengan suka cita.
Saat ia ulang tahun, papanya bermaksud membelikan mobil Mercedes. Tapi ia menolak, alasannya, anak-anak rohaninya banyak yang masih jalan kaki atau naik angkutan umum, mana mungkin dia sebagai bapak rohani naik Mercedes.
Philip menikah dengan Irine dan memiliki seorang anak perempuan bernama Vanessa Mantofa, Warren Mantofa, Jeremi Mantofa. Irine menceritakan perkenalan dengan Philip. Sebagai istri hamba Tuhan, ia menyadari kalau harus berbagi dengan Tuhan.
Pelayanan Philip Mantofa berhasil karena cintanya dengan Tuhan. Ia selalu membaca Firman dan berdoa setiap hari. Pada saat penyembahan dilakukan lawatan Tuhan hadir, sehingga membuat orang-orang disekelilingnya menangis. Padahal penyembahan yang dilakukan sama dengan yang orang lain lakukan.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Pada suatu retreat tahun 2003, ketika dalam suasana penyembahan, tiba-tiba Siane (penulis buku), dapat melihat adanya kabut tipis dua lapis turun dan naik secara teratur di sekeliling tubuhnya. Dan ketika acara tersebut berakhir, hampir seluruh area altar dipenuhi oleh kabut tipis itu. Bapak Ongky, bagian multimedia, mengisahkan saat akan mengarahkan gambar ke Philip, gambarnya menjadi kabur. Sedangkan bila kamera diarahkan ke peserta retreat, gambar yang dihasilkan tampak terang dan jelas.
Didalam acara Festival Kuasa Allah, banyak mujizat dan kesembuhan terjadi. Seorang bapak yang lumpuh berkata seperti dialiri air yang sejuk dan bapak itu bisa langsung melompat berdiri. Juga seorang ibu yang lumpuh kaki kanannya dan harus berjalan dengan tongkat. Ia merasa sesuatu yang panas menjamahnya dan ia bisa berjalan tanpa menggunakan tongkatnya. Halleluya.
 
Mengenai imannya, ada cerita yang mengesankan. Waktu KKR Ps Philip Mantofa di Salatiga. Semua orang sudah siap di lapangan ketika hujan deras tiba-tiba membuyarkan acara. Semua orang semburat mencari tempat berteduh termasuk pemimpin pujiannya. Padahal KKR harus dimulai. Waktu itu Pak Philip maju dan mengambil mic. Ia menaikkan satu pujian dan menyanyikannya berulang-ulang. Melihat itu, semua orang mau tidak mau maju ke panggung. Kemudian apa yang terjadi setelah itu ? Hujan itu cuma bertahan sekitar 10 hingga 15 menit. Setelah itu berhenti.
Begitu berhenti Philip langsung memberikan mic nya kepada song leader sambil berbisik ditelinganya. “Lain kali kalau menghadapi situasi seperti ini gunakan imanmu.”
Melalui Pdt Philip, banyak anak muda terpanggil, menjadi pekerja pelayanan full timer.
Berikut ini beberapa kumpulan foto/gambar Pdt Philip Mantofa
 
 
Philip Mantofa, biodata Philip Mantofa, profil Philip Mantofa, pdt Philip Mantofa, pendeta Philip Mantofa, pastor Philip Mantofa, istri Philip Mantofa, anak Philip Mantofa, keluarga Philip Mantofa
 
 
 
 
————————————————————————————————————————
 
Kesaksian Trip To HELL 
oleh Ps. Philip Mantofa
 
 
 
 
Suatu Penglihatan tentang A Trip to hell dari pastor Philip Mantofa
 
1 Januari 2000, pukul 5.00 WIB. Saya terbangun dan terkejut. Sekeliling saya gelap dan saya tidak dapat melihat apapun. Saya tidak melihat adanya tanda-tanda kehidupan di tempat itu, kecuali suara-suara teriakan kesakitan yang lamat-lamat terdengar dari kejauhan.
 
“Bangun! Aku ingin menunjukkan sesuatu yang sangat penting kepadamu.” Saya tahu bahwa itu suara Tuhan Yesus. Saya bangun dan mengikuti-Nya. Ia membawa saya ke padang gurun. Sebuah perjalanan yang panjang dengan suasana mencekam. Saya tidak merasakan adanya tanda-tanda kehidupan di sana, kecuali kesunyian yang bercampur kengerian yang tak terkatakan. Sunyi, sangat tandus dan tak ada angin yang berhembus. Tenggorokan saya terasa kering karena panasnya melebihi batas normal. Di sepanjang jalan saya melihat banyak makhluk-makhluk aneh yang tak pernah saya lihat atau jumpai di bumi.
Saya tidak bisa berjalan cepat, tetapi berjalan setapak demi setapak untuk bisa sampai ke sebuah gerbang yang besar sekali sehingga ujungnya tak tampak. Saya tidak tahu pintu itu terbuat dari apa. Pintu gerbang itu tinggi sekali dan menyeramkan. Saya mendongakkan kepala untuk membaca sebuah papan nama. Kalau Tuhan tidak membantu saya, mungkin saya tidak akan pernah bisa membacanya. Tulisan itu tidak menyerupai tulisan dalam bahasa apapun di bumi, bunyinya : Valley of Torture, Lembah Penyiksaan. Saya baru menyadari dimana saya berada saat itu. Ternyata saya berada di neraka! Masih dalam keadaan shock, saya mendengar suara Tuhan di sebelah saya berkata, “Buka pintu itu!”
 
Saya menghela nafas panjang. Bagaimana mungkin? Akhirnya saya menaati perintah-Nya dan dengan urapan kuasa Tuhan saya menyorongkan tangan saya ke pintu gerbang itu. Cuma dengan menyentuhnya pintu gerbang besar itu terbuka dan berbunyi kkkkkkrriiiieeekkkkkkkkk. Deritnya memekakkan telinga.
 
Masuk ke dalam kegelapan di balik pintu gerbang besar itu, saya mencium bau busuk yang menyengat hidung. Hawa panas menyerbu saya, disusul bau daging terbakar yang membuat saya mual dan ingin muntah. Mendadak kepala saya pusing karena mengetahui bau daging apa yang sedang terbakar disana, bau daging manusia terpanggang.
Apa yang saya lihat di balik pintu itu sulit sekali saya lupakan. Bahkan setelah semuanya kembali berjalan seperti biasa, ingatan akan tempat terkutuk itu sulit dihapus dari benak saya. Di Lembah Penyiksaan itu saya melihat banyak orang-orang yang mati di luar Tuhan Yesus ditempatkan. Sayangnya saya hanya mampu menceritakan sebagian kecil dari semua yang saya lihat di sana.
 
Saya tahu ada banyak sekali manusia yang tak terhitung jumlahnya di sana. Karena saya mendengar suara jeritan mereka memenuhi udara, berbarengan dengan kertakan gigi. Jeritan mereka itu memekakkan telinga, sehingga rasa ngeri membungkus sekujur tubuh saya. Teriakan kesakitan mereka itu seolah-olah menghilangkan kekuatan saya untuk tetap melihat semuanya sampai selesai.
 
Jika urapan-Nya tidak melindungi saya, saya takkan bisa bertahan di sana. “Lord, get me out of here, please. . .” pinta saya kepada Tuhan. Namun Tuhan tidak menanggapi saya.
 
Belum habis rasa panik saya, tiba-tiba saya melihat kengerian yang lain. Tak jauh dari tempat saya berdiri, saya melihat seorang wanita yang dikerumuni roh-roh jahat. Mereka berbentuk aneh. Roh-roh jahat itu berjalan-jalan mengelilingi wanita itu, sambil memegang senjata tajam yang tak pernah saya lihat di bumi.
Saya melihat wajah wanita itu diliputi ketakutan yang sangat. Saya tahu bahwa ia belum lama mati karena posisinya saat itu sangat dekat dengan gerbang maut di mana saya berada. Saya tidak tahu apa yang membuat ia mati. Yang saya tahu, ia masih muda dan wajahnya cantik. Ketakutan di wajahnya sangat jelas ketika ia memohon belas kasihan mereka. Sayangnya, roh-roh jahat di sekelilingnya tidak menggubris permintaannya. Malahan mereka tertawa-tawa senang melihat ketakutan wanita itu. Mereka mengikat kedua tangan wanita itu ke sebuah balok kayu dan terus mengancam dan mengintimidasinya.
 
“Ayo, berdusta! Ayo, berdusta!” Semakin ia berteriak ketakutan, semakin keras iblis-iblis itu menyuruhnya berdusta. Ternyata selama hidup di bumi wanita itu sering mendustai suaminya. Ia tidak setia kepada janji dan ikatan pernikahannya. Wanita itu berselingkuh dengan pria lain. Wanita itu tampak pasrah terhadap perintah mereka.
 
“Ya, ya, aku akan berdusta! Aku akan berdusta!”
 
Saya kira wanita itu akan dibebaskan karena telah memenuhi permintaan mereka. Ternyata dugaan saya keliru. Salah satu roh jahat itu menyodok wajah perempuan itu dengan senjata yang bentuknya aneh, kemudian menggaruk wajahnya dengan senjata yang sama dengan kasar dan cepat. Kulit wajah wanita itu terkelupas bersamaan dengan teriakan dan jeritan kesakitan wanita malang itu. Darah segar menyembur dari luka di wajahnya, dari luka yang menganga. Teriakan kesakitan terdengar sangat menyayat hati. Wajahnya tampak mengerikan akibat tindakan brutal dari iblis ini. Di saat yang bersamaan saya melihat roh jahat yang lain muncul dari balik kerumunan, menarik lidah wanita ini hingga putus. Jeritan kesakitan melolong-lolong keluar dari mulut tanpa lidah ini.
 
A Trip to hell, A Trip to hell Philip mantofa, kesaksian A Trip to hell, kesaksian neraka, kesaksian philip mantofa A Trip to hell, kesaksian KristenSaya terpana. Saya kehabisan kata-kata. Jantung saya seperti berhenti sepersekian detik karena sangat kaget. Saya tak menduga sama sekali bahwa wanita tersebut akan diperlakukan sesadistis itu. Saya tidak tahan lagi! Saya berteriak dengan marah. Saya bermaksud ingin menolongnya. Tetapi teriakan saya tenggelam dalam kegelapan dan kengerian. Karena dikuasai rasa takut, suara saya terdengar bagai rintihan. Tetapi mereka tidak dapat mendengar saya.
 
Belum pulih dari shock saya, tiba-tiba saya melihat lidahnya kembali ada. Seolah-olah tidak terjadi apapun. Cuma darah yang tersisa di wajahnya menandakan adanya perlakuan sadistis atas wanita itu. Iblis yang sama kembali mengulangi kejadian tadi dengan senjatanya. Kembali wanita itu menjerit-jerit kesakitan. Begitu terus berulang-ulang sehingga kengerian menguasai saya sepenuhnya. Pada akhirnya saya tahu bahwa kekekalan di sana berlaku atas tubuh, perasaan dan pikiran manusia. Sekalipun semuanya terjadi di alam supranatural, tetapi jeritan, ekspresi ketakutan, bentuk penyiksaan, kertakan gigi, suara tawa iblis di neraka begitu nyata. Neraka itu lebih nyata dan lebih kekal daripada apa yang ada di bumi ini.
 
“Ayo, kita bawa wanita ini ke depan, ke lautan api itu!” Seketika itu juga saya diberi hikmat Tuhan tentang perbedaan antara maut, kerajaan maut, dan lautan api. Orang yang mati dalam dosanya akan mengalami maut, karena upah dosa ialah maut. Mereka terpisah selama-lamanya dari hadirat Allah. Di sanalah setan-setan mendirikan kerajaan maut. Mereka menyiksa manusia-manusia yang berada di kerajaan maut. Lautan api adalah hukuman terakhir bagi iblis dan para pengikutnya.
 
“Tiiiddddaaaakkkkkkkk! Aku tak mau ke sana. Tidak mauuuuu!” Wanita tersebut memohon belas kasihan iblis-iblis itu. Dengan tangan terikat ke belakang, wajah yang hancur dan bersimbah darah, lidah yang putus, ia berlutut menangis memohon belas kasihan para penyiksanya. Sungguh, itu merupakan pemandangan yang sangat sangat sangat menyedihkan, membuat iba, dan sekaligus mengerikan. Bukan iba, bukan belas kasihan, para roh jahat itu malahan bersorak-sorak kegirangan melihat korban di depannya tak berdaya, penuh kemalangan.
 
“Aku tidak mau ke sana. Tidak mau. Siksa aku saja di sini. Siksa aku saja semau kalian, jangan bawa aku ke sana!” Wanita itu sudah demikian tersiksa, sedemikian menderita, sedemikian kesakitan, masih memilih disiksa di situ saja, dibandingkan dibawa ke lautan api. Saya bisa memahami ketakutannya. Lautan api itu bukan dongeng. Tempat itu nyata. Tempat itu ada di depan matanya. Benar kata Alkitab, “Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam penghukuman Allah yang hidup!”
 
Tak jauh dari tempat wanita itu disiksa, saya melihat seorang pria yang tinggal kerangka, karena dagingnya telah meleleh, digotong kembali ke dekat pintu gerbang. Sebelumnya ia ditempatkan di dekat lautan api. Saya yakin ia telah lama mati. Ia dibawa ke dekat pintu gerbang itu entah untuk ke berapa kalinya, hanya untuk mempermainkan perasaannya. Sementara itu roh-roh jahat yang mengerumuninya berteriak-teriak memberi semangat, “Ayo, onani! Ayo, masturbasi!”
 
Rupanya, semasa ia hidup ia sering melakukan masturbasi. Ketika saya mendengar roh-roh jahat itu berteriak-teriak, saya dikagetkan dengan munculnya ribuan ulat yang menjalar keluar dari lubang kemaluannya yang sebenarnya tinggal daging meleleh. Ulat-ulat itu keluar juga dari lubang mata, hidung, dan telinganya. Ulat-ulat itu menjilati dagingnya yang meleleh. Saya tidak pernah menjumpai ulat-ulat seperti itu di bumi. Pria itu sangat kesakitan digerogoti dagingnya oleh ulat-ulat ganas itu.
 
Tak jauh dari tempat saya berdiri, saya melihat seorang pria muda yang sepertinya baru meninggal. Saya tahu kalau ia belum lama meninggal, karena orang-orang yang sudah lama meninggal akan berada di tempat yang sangat jauh dari tempat saya berdiri di dekat gerbang maut itu. Tak berapa lama kemudian beberapa roh jahat datang membawa seorang pria yang lebih tua usianya. Dugaan saya, semasa mereka hidup, mereka adalah ayah dan anak. Roh-roh jahat itu memaksa kedua orang itu ke tengah lingkaran. Mereka memaksa pria yang lebih muda untuk makan bagian belaksan dari kepala pria yang lebih tua. Memakan otak! Mengerikan sekali. Sebelumnya para iblis itu merobek belakang tempurung kepala pria yang lebih tua dengan tangan mereka. Terdengar jerit kesakitan dari pria tua itu. Dan anak muda itu tak punya pilihan lain selain memakan otak dan bagian belakang pria yang adalah ayahnya.
 
Melihat kejadian yang menjijikkan dan gila itu saya berteriak histeris. Saya marah sekali melihat kejadian itu. Seumur hidup saya tidak pernah melihat dengan mata kepala sendiri perbuatan kanibalisme seperti itu. Sontak saya menjadi pusing dan tubuh saya gemetar. Sekujur tubuh saya jadi lemas karena ngeri. Kalau bukan karena tangan-Nya yang memberi kekuatan, saya tidak akan kuat berdiri.
 
“Tuhhhaaaaaannnnn! Jangan diam saja! Lakukan sesuatu!” kata saya iba. Tuhan tidak menjawab. Saya merasa putus asa karena saya tak dapat menghalangi perbuatan iblis-iblis itu. “Lord, do something, please. Tuhan, Engkau ‘kan penuh kuasa. Lakukan sesuatu.” Tuhan tetap diam. Saya tidak dapat berbuat apa-apa lagi, selain menaati-Nya. Saya memaksakan diri untuk melihat kembali potongan adegan yang sangat sangat mengerikan itu. Anak muda itu masih sedang memakan bagian belakang tempurung kepala ayahnya yang sangat-sangat kesakitan.
 
“Cukup, Tuhan! Hentikan! Saya tidak tahan!”
 
“Tidak! Engkau harus tetap di sini! Tetaplah di dekat-Ku dan jangan bergerak,” kata-Nya dengan lembut. “Jangan membenci,” sambung-Nya. Seketika itu juga saya mengerti bahwa mereka berdua, ayah dan anak itu, saling membenci ketika mereka masih ada di dunia. Mereka tidak mau saling memaafkan sampai kematian menjemput mereka.
 
Ketika saya menoleh kembali ke arah ayah dan anak itu, terdengar suara satu roh jahat, “Sekarang tiba giliranmu!” Pria yang lebih tua dengan kesakitan yang sangat karena bagian kepalanya tinggal seperempat, menuruti kata-kata iblis itu. Ia sekarang berbalik memakan kepala anaknya sendiri. Wajah anak muda itu tampak tegang menanti giliran disiksa. Ia berdiri mematung dengan ekspresi wajah yang penuh kengerian. Ia menjerit-jerit kesakitan ketika ayahnya sendiri memakan bagian belakang kepalanya. Ya, Tuhan!
 
“Tuhan, cukup!” Saya tidak tahan lagi melihat semua kengerian itu. Saya menutup mata, tapi pemandangan itu tak dapat pergi. Seketika itu juga saya merasakan Tuhan menarik roh saya, sehingga bisa kembali ke tubuh saya. Saya terbangun dengan nafas terengah-engah. “Celakalah aku jika aku tidak memberitakan Injil!” seru saya setelah pengalaman dibawa Tuhan ke neraka yang sangat sangat sangat mengerikan itu.
 
Berbulan-bulan setelah itu, trauma saya melihat neraka tidak segera pulih. Ingatan tentang neraka itu tidak dapat saya lupakan sama sekali. Ditambah lagi, sekujur tubuh saya pada sakit. Tulang-tulang saya terasa nyeri, sehingga untuk menggerakkan badan saja terasa sulit. Sekalipun berusaha melupakan perjalanan ke lembah penyiksaan itu, namun saya tak dapat tidur tanpa memikirkannya.
 
Saya tahu, Tuhan membawa saya ke sana untuk membongkar rahasia pekerjaan iblis yang tak disadari banyak orang. Saya yakin “emergency call” ini datangnya dari Allah, bukan peringatan dari manusia. Tuhan mengembalikan roh saya ke tubuh saya dalam keadaan hidup, karena hanya orang hidup yang dapat berbicara kepada manusia yang hidup. Orang mati, sekalipun telah melihat dan mengalami neraka, tidak dapat berbicara kepada orang hidup.
 
Keseluruhan pesan ini bukan terletak dan berfokus pada nerakanya. Yang jauh lebih penting, pesan ini mengenai Tuhan Yesus, mengenai keselamatan di dalam Tuhan Yesus. Karena hanya Tuhan Yesus saja yang sanggup menyelamatkan manusia dari penghukuman kekal di neraka. Kisah Para Rasul 4:12 mengatakan, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Yesus Kristus, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Kisah kesaksian Philip Mantofa ini diambil dari buku “A Trip To Hell”ditulis oleh Philip Mantofa bersama Sianne Ribkah.
 
 
Marilah kita bertobat dari dosa-dosa kita dan terimalah Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat karena hanya DIA lah yang bisa membawa kita masuk dalam kerajaan Surga yang kekal dan terhindar dari neraka yang jahanam , Yohanes 14:16
 
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
 
 
————————————————————————————————————————–
 

 
 
Suatu Penglihatan tentang A Trip to hell dari pastor Philip Mantofa dari Indonesia
 
1 Januari 2000, pukul 5.00 WIB. Saya terbangun dan terkejut. Sekeliling saya gelap dan saya tidak dapat melihat apapun. Saya tidak melihat adanya tanda-tanda kehidupan di tempat itu, kecuali suara-suara teriakan kesakitan yang lamat-lamat terdengar dari kejauhan.
 
“Bangun! Aku ingin menunjukkan sesuatu yang sangat penting kepadamu.” Saya tahu bahwa itu suara Tuhan Yesus. Saya bangun dan mengikuti-Nya. Ia membawa saya ke padang gurun. Sebuah perjalanan yang panjang dengan suasana mencekam. Saya tidak merasakan adanya tanda-tanda kehidupan di sana, kecuali kesunyian yang bercampur kengerian yang tak terkatakan. Sunyi, sangat tandus dan tak ada angin yang berhembus. Tenggorokan saya terasa kering karena panasnya melebihi batas normal. Di sepanjang jalan saya melihat banyak makhluk-makhluk aneh yang tak pernah saya lihat atau jumpai di bumi.
 
Saya tidak bisa berjalan cepat, tetapi berjalan setapak demi setapak untuk bisa sampai ke sebuah gerbang yang besar sekali sehingga ujungnya tak tampak. Saya tidak tahu pintu itu terbuat dari apa. Pintu gerbang itu tinggi sekali dan menyeramkan. Saya mendongakkan kepala untuk membaca sebuah papan nama. Kalau Tuhan tidak membantu saya, mungkin saya tidak akan pernah bisa membacanya. Tulisan itu tidak menyerupai tulisan dalam bahasa apapun di bumi, bunyinya : Valley of Torture, Lembah Penyiksaan. Saya baru menyadari dimana saya berada saat itu. Ternyata saya berada di neraka! Masih dalam keadaan shock, saya mendengar suara Tuhan di sebelah saya berkata, “Buka pintu itu!”
 
Saya menghela nafas panjang. Bagaimana mungkin? Akhirnya saya menaati perintah-Nya dan dengan urapan kuasa Tuhan saya menyorongkan tangan saya ke pintu gerbang itu. Cuma dengan menyentuhnya pintu gerbang besar itu terbuka dan berbunyi kkkkkkrriiiieeekkkkkkkkk. Deritnya memekakkan telinga.
 
Masuk ke dalam kegelapan di balik pintu gerbang besar itu, saya mencium bau busuk yang menyengat hidung. Hawa panas menyerbu saya, disusul bau daging terbakar yang membuat saya mual dan ingin muntah. Mendadak kepala saya pusing karena mengetahui bau daging apa yang sedang terbakar disana, bau daging manusia terpanggang.
 
Apa yang saya lihat di balik pintu itu sulit sekali saya lupakan. Bahkan setelah semuanya kembali berjalan seperti biasa, ingatan akan tempat terkutuk itu sulit dihapus dari benak saya. Di Lembah Penyiksaan itu saya melihat banyak orang-orang yang mati di luar Tuhan Yesus ditempatkan. Sayangnya saya hanya mampu menceritakan sebagian kecil dari semua yang saya lihat di sana.
 
Saya tahu ada banyak sekali manusia yang tak terhitung jumlahnya di sana. Karena saya mendengar suara jeritan mereka memenuhi udara, berbarengan dengan kertakan gigi. Jeritan mereka itu memekakkan telinga, sehingga rasa ngeri membungkus sekujur tubuh saya. Teriakan kesakitan mereka itu seolah-olah menghilangkan kekuatan saya untuk tetap melihat semuanya sampai selesai.
 
Jika urapan-Nya tidak melindungi saya, saya takkan bisa bertahan di sana. “Lord, get me out of here, please. . .” pinta saya kepada Tuhan. Namun Tuhan tidak menanggapi saya.
Belum habis rasa panik saya, tiba-tiba saya melihat kengerian yang lain. Tak jauh dari tempat saya berdiri, saya melihat seorang wanita yang dikerumuni roh-roh jahat. Mereka berbentuk aneh. Roh-roh jahat itu berjalan-jalan mengelilingi wanita itu, sambil memegang senjata tajam yang tak pernah saya lihat di bumi.
 
Saya melihat wajah wanita itu diliputi ketakutan yang sangat. Saya tahu bahwa ia belum lama mati karena posisinya saat itu sangat dekat dengan gerbang maut di mana saya berada. Saya tidak tahu apa yang membuat ia mati. Yang saya tahu, ia masih muda dan wajahnya cantik. Ketakutan di wajahnya sangat jelas ketika ia memohon belas kasihan mereka. Sayangnya, roh-roh jahat di sekelilingnya tidak menggubris permintaannya. Malahan mereka tertawa-tawa senang melihat ketakutan wanita itu. Mereka mengikat kedua tangan wanita itu ke sebuah balok kayu dan terus mengancam dan mengintimidasinya.
 
“Ayo, berdusta! Ayo, berdusta!” Semakin ia berteriak ketakutan, semakin keras iblis-iblis itu menyuruhnya berdusta. Ternyata selama hidup di bumi wanita itu sering mendustai suaminya. Ia tidak setia kepada janji dan ikatan pernikahannya. Wanita itu berselingkuh dengan pria lain. Wanita itu tampak pasrah terhadap perintah mereka.
“Ya, ya, aku akan berdusta! Aku akan berdusta!”
 
Saya kira wanita itu akan dibebaskan karena telah memenuhi permintaan mereka. Ternyata dugaan saya keliru. Salah satu roh jahat itu menyodok wajah perempuan itu dengan senjata yang bentuknya aneh, kemudian menggaruk wajahnya dengan senjata yang sama dengan kasar dan cepat. Kulit wajah wanita itu terkelupas bersamaan dengan teriakan dan jeritan kesakitan wanita malang itu. Darah segar menyembur dari luka di wajahnya, dari luka yang menganga. Teriakan kesakitan terdengar sangat menyayat hati. Wajahnya tampak mengerikan akibat tindakan brutal dari iblis ini. Di saat yang bersamaan saya melihat roh jahat yang lain muncul dari balik kerumunan, menarik lidah wanita ini hingga putus. Jeritan kesakitan melolong-lolong keluar dari mulut tanpa lidah ini.
 
 
 
 
Saya terpana. Saya kehabisan kata-kata. Jantung saya seperti berhenti sepersekian detik karena sangat kaget. Saya tak menduga sama sekali bahwa wanita tersebut akan diperlakukan sesadistis itu. Saya tidak tahan lagi! Saya berteriak dengan marah. Saya bermaksud ingin menolongnya. Tetapi teriakan saya tenggelam dalam kegelapan dan kengerian. Karena dikuasai rasa takut, suara saya terdengar bagai rintihan. Tetapi mereka tidak dapat mendengar saya.
 
Belum pulih dari shock saya, tiba-tiba saya melihat lidahnya kembali ada. Seolah-olah tidak terjadi apapun. Cuma darah yang tersisa di wajahnya menandakan adanya perlakuan sadistis atas wanita itu. Iblis yang sama kembali mengulangi kejadian tadi dengan senjatanya. Kembali wanita itu menjerit-jerit kesakitan. Begitu terus berulang-ulang sehingga kengerian menguasai saya sepenuhnya. Pada akhirnya saya tahu bahwa kekekalan di sana berlaku atas tubuh, perasaan dan pikiran manusia. Sekalipun semuanya terjadi di alam supranatural, tetapi jeritan, ekspresi ketakutan, bentuk penyiksaan, kertakan gigi, suara tawa iblis di neraka begitu nyata. Neraka itu lebih nyata dan lebih kekal daripada apa yang ada di bumi ini.
 
 
 
 
“Ayo, kita bawa wanita ini ke depan, ke lautan api itu!” Seketika itu juga saya diberi hikmat Tuhan tentang perbedaan antara maut, kerajaan maut, dan lautan api. Orang yang mati dalam dosanya akan mengalami maut, karena upah dosa ialah maut. Mereka terpisah selama-lamanya dari hadirat Allah. Di sanalah setan-setan mendirikan kerajaan maut. Mereka menyiksa manusia-manusia yang berada di kerajaan maut. Lautan api adalah hukuman terakhir bagi iblis dan para pengikutnya.
“Tiiiddddaaaakkkkkkkk! Aku tak mau ke sana. Tidak mauuuuu!” Wanita tersebut memohon belas kasihan iblis-iblis itu. Dengan tangan terikat ke belakang, wajah yang hancur dan bersimbah darah, lidah yang putus, ia berlutut menangis memohon belas kasihan para penyiksanya. Sungguh, itu merupakan pemandangan yang sangat sangat sangat menyedihkan, membuat iba, dan sekaligus mengerikan. Bukan iba, bukan belas kasihan, para roh jahat itu malahan bersorak-sorak kegirangan melihat korban di depannya tak berdaya, penuh kemalangan.
 
 
 
 
“Aku tidak mau ke sana. Tidak mau. Siksa aku saja di sini. Siksa aku saja semau kalian, jangan bawa aku ke sana!” Wanita itu sudah demikian tersiksa, sedemikian menderita, sedemikian kesakitan, masih memilih disiksa di situ saja, dibandingkan dibawa ke lautan api. Saya bisa memahami ketakutannya. Lautan api itu bukan dongeng. Tempat itu nyata. Tempat itu ada di depan matanya. Benar kata Alkitab, “Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam penghukuman Allah yang hidup!”
Tak jauh dari tempat wanita itu disiksa, saya melihat seorang pria yang tinggal kerangka, karena dagingnya telah meleleh, digotong kembali ke dekat pintu gerbang. Sebelumnya ia ditempatkan di dekat lautan api. Saya yakin ia telah lama mati. Ia dibawa ke dekat pintu gerbang itu entah untuk ke berapa kalinya, hanya untuk mempermainkan perasaannya. Sementara itu roh-roh jahat yang mengerumuninya berteriak-teriak memberi semangat, “Ayo, onani! Ayo, masturbasi!”
Rupanya, semasa ia hidup ia sering melakukan masturbasi. Ketika saya mendengar roh-roh jahat itu berteriak-teriak, saya dikagetkan dengan munculnya ribuan ulat yang menjalar keluar dari lubang kemaluannya yang sebenarnya tinggal daging meleleh. Ulat-ulat itu keluar juga dari lubang mata, hidung, dan telinganya. Ulat-ulat itu menjilati dagingnya yang meleleh. Saya tidak pernah menjumpai ulat-ulat seperti itu di bumi. Pria itu sangat kesakitan digerogoti dagingnya oleh ulat-ulat ganas itu.
 
Tak jauh dari tempat saya berdiri, saya melihat seorang pria muda yang sepertinya baru meninggal. Saya tahu kalau ia belum lama meninggal, karena orang-orang yang sudah lama meninggal akan berada di tempat yang sangat jauh dari tempat saya berdiri di dekat gerbang maut itu. Tak berapa lama kemudian beberapa roh jahat datang membawa seorang pria yang lebih tua usianya. Dugaan saya, semasa mereka hidup, mereka adalah ayah dan anak. Roh-roh jahat itu memaksa kedua orang itu ke tengah lingkaran. Mereka memaksa pria yang lebih muda untuk makan bagian belaksan dari kepala pria yang lebih tua. Memakan otak! Mengerikan sekali. Sebelumnya para iblis itu merobek belakang tempurung kepala pria yang lebih tua dengan tangan mereka. Terdengar jerit kesakitan dari pria tua itu. Dan anak muda itu tak punya pilihan lain selain memakan otak dan bagian belakang pria yang adalah ayahnya.
 
Melihat kejadian yang menjijikkan dan gila itu saya berteriak histeris. Saya marah sekali melihat kejadian itu. Seumur hidup saya tidak pernah melihat dengan mata kepala sendiri perbuatan kanibalisme seperti itu. Sontak saya menjadi pusing dan tubuh saya gemetar. Sekujur tubuh saya jadi lemas karena ngeri. Kalau bukan karena tangan-Nya yang memberi kekuatan, saya tidak akan kuat berdiri.
 
“Tuhhhaaaaaannnnn! Jangan diam saja! Lakukan sesuatu!” kata saya iba. Tuhan tidak menjawab. Saya merasa putus asa karena saya tak dapat menghalangi perbuatan iblis-iblis itu. “Lord, do something, please. Tuhan, Engkau ‘kan penuh kuasa. Lakukan sesuatu.” Tuhan tetap diam. Saya tidak dapat berbuat apa-apa lagi, selain menaati-Nya. Saya memaksakan diri untuk melihat kembali potongan adegan yang sangat sangat mengerikan itu. Anak muda itu masih sedang memakan bagian belakang tempurung kepala ayahnya yang sangat-sangat kesakitan.
“Cukup, Tuhan! Hentikan! Saya tidak tahan!”
 
“Tidak! Engkau harus tetap di sini! Tetaplah di dekat-Ku dan jangan bergerak,” kata-Nya dengan lembut. “Jangan membenci,” sambung-Nya. Seketika itu juga saya mengerti bahwa mereka berdua, ayah dan anak itu, saling membenci ketika mereka masih ada di dunia. Mereka tidak mau saling memaafkan sampai kematian menjemput mereka.
 
Ketika saya menoleh kembali ke arah ayah dan anak itu, terdengar suara satu roh jahat, “Sekarang tiba giliranmu!” Pria yang lebih tua dengan kesakitan yang sangat karena bagian kepalanya tinggal seperempat, menuruti kata-kata iblis itu. Ia sekarang berbalik memakan kepala anaknya sendiri. Wajah anak muda itu tampak tegang menanti giliran disiksa. Ia berdiri mematung dengan ekspresi wajah yang penuh kengerian. Ia menjerit-jerit kesakitan ketika ayahnya sendiri memakan bagian belakang kepalanya. Ya, Tuhan!
 
“Tuhan, cukup!” Saya tidak tahan lagi melihat semua kengerian itu. Saya menutup mata, tapi pemandangan itu tak dapat pergi. Seketika itu juga saya merasakan Tuhan menarik roh saya, sehingga bisa kembali ke tubuh saya. Saya terbangun dengan nafas terengah-engah. “Celakalah aku jika aku tidak memberitakan Injil!” seru saya setelah pengalaman dibawa Tuhan ke neraka yang sangat sangat sangat mengerikan itu.
 
Berbulan-bulan setelah itu, trauma saya melihat neraka tidak segera pulih. Ingatan tentang neraka itu tidak dapat saya lupakan sama sekali. Ditambah lagi, sekujur tubuh saya pada sakit. Tulang-tulang saya terasa nyeri, sehingga untuk menggerakkan badan saja terasa sulit. Sekalipun berusaha melupakan perjalanan ke lembah penyiksaan itu, namun saya tak dapat tidur tanpa memikirkannya.
Saya tahu, Tuhan membawa saya ke sana untuk membongkar rahasia pekerjaan iblis yang tak disadari banyak orang. Saya yakin “emergency call” ini datangnya dari Allah, bukan peringatan dari manusia. Tuhan mengembalikan roh saya ke tubuh saya dalam keadaan hidup, karena hanya orang hidup yang dapat berbicara kepada manusia yang hidup. Orang mati, sekalipun telah melihat dan mengalami neraka, tidak dapat berbicara kepada orang hidup.
 
Keseluruhan pesan ini bukan terletak dan berfokus pada nerakanya. Yang jauh lebih penting, pesan ini mengenai Tuhan Yesus, mengenai keselamatan di dalam Tuhan Yesus. Karena hanya Tuhan Yesus saja yang sanggup menyelamatkan manusia dari penghukuman kekal di neraka. Kisah Para Rasul 4:12 mengatakan, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Yesus Kristus, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Kisah kesaksian Philip Mantofa ini diambil dari buku “A Trip To Hell” ditulis oleh Philip Mantofa bersama Sianne Ribkah.
 
Marilah kita bertobat dari dosa dosa kita dan terimalah Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat karena hanya DIA lah yang bisa membawa kita masuk dalam kerajaan Surga yang kekal dan terhindar dari neraka yang jahanam , Yohanes 14:16 
 
Kata Yesus kepadanya: 
 
 
” Akulah d jalan dan kebenaran dan hidup Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku “




—————————————————————————————–

 

JALAN 2 MIL Oleh: Pdt. Philip Mantofa, Bre
 
 
 
JALAN 2 MIL
Oleh: Pdt. Philip Mantofa, Bre.
 
Buat apa sih kita sekolah? Buat apa sih kita harus kerja atau mengerjakan semua tanggung jawab dalam hidup ini? Pertanyaan semacam ini selalu terlontar. Siapapun kita, dan apapun yang kita lakukan sekarang, pastikan kita nggak melakukannya cuma lantaran sekedar kewajiban. Jika kita melakukannya dengan benar, maka hidup kitapun akan benar karena apa yang kita lakukan merupakan bagian yang nggak bisa terpisahkan dari hidup kita, termasuk pekerjaan dan studi kita.
 
Matius 5:41 berkata, “Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil”. Ada tiga point penting yang perlu kita perhatikan dari ayat ini.
 
1. “Memaksa engkau”
Siapakah yang ‘memaksa’ kita berjalan 1 mil di ayat tersebut? Saya mendapat pengertian mengenai ‘panggilan hidup’ dalam ayat ini, bahwa yang ‘memaksa’ kita bukan manusia, bukan pula si Iblis karena Tuhan nggak mungkin menyuruh kita berjalan bersama iblis. Tapi Roh Kudus-lah yang digambarkan ‘memaksa’ kita buat melakukan studi atau perkerjaan kita. Itu adalah mengenai panggilan hidup kita.
 
Nah, karena Roh Kudus yang meminta kita melakukan semua tanggung jawab kita, kita nggak boleh merasa terpaksa melakukannya. Studi atau tanggung jawab apa pun nggak boleh menjadi paksaan dan siksaan dalam hidup kita. Banyak dari kita yang secara tubuh ada di sekolah, di kampus, atau mungkin di tempat kerja(buat yang udah kerja), tetapi hati kita di tempat lain. Sekalipun mungkin hati kita ada pada pelayanan di gereja, hal ini tetap salah karena pelayanan di gereja punya perannya sendiri dalam hidup kita. Studi, pekerjaan ataupun pelayanan di gereja semuanya adalah sama-sama pelayanan pada Tuhan, tapi dalam fungsi dan bentuk yang berbeda. Kalo kita gagal menerima pewahyuan ini, berkat Tuhan nggak bisa mengalir. Tapi, bukan berarti kita harus gila kerja atau gila studi atau gila pelayanan di gereja, karena Tuhan menghendaki kita tetap berjalan tanpa harus jatuh ke kanan maupun ke kiri.
Seringkali kita ngerasa stres dengan kewajiban-kewajiban kita. Tuhan nggak pernah memberi pekerjaan yang lebih besar daripada apa yang kita dapat tanggung. Pekerjaan yang besar pasti Dia sertai dengan kasih karunia yang besar. Stres timbul dari rasa takut dan kuatir kita yang nggak realistis. Belajarlah buat bersukacita dalam pekerjaan atau studi kita. Tuhan yang memanggil kita untuk melakukannya dan kita harus percaya bahwa Dia turut campur dalam apa yang kita kerjakan.
 
2. “Berjalanlah bersama dia”
Libatkan Roh Kudus dalam sekolah dan semua tanggung jawab kita yang lain. Cara untuk berjalan bersama Roh Kudus dimulai dari gimana kita memulai hari kita. Sediain waktu dengan cara bangun lebih pagi untuk berdoa dan membaca firman Tuhan. Sekalipun mungkin kita nggak dengar apa-apa, roh kita tenang dekat Dia dan ada damai sejahtera. Kalo kita memulai hari dengan terburu-buru tanpa menyerahkan roh kita kepada Roh Kudus, apapun yang kita lakukan hari itu nggak bakalan efektif dan kita bakal lebih mudah terserang stres, setiap tantangan dan masalah yang ada terlihat besar dan kita seperti belalang karena kita nggak pake kacamata-nya Tuhan. Bersama dengan Roh Kudus, setiap masalah selalu ada dalam kapasitas kita untuk diselesaikan, sehingga kita bisa berkata “… kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Matius 6:34).
 
 
3. “Dua mil”
Ayat di atas nggak berhenti hanya sampai di mil pertama. Ada mil kedua yang juga merupakan bagian kita. Kita nggak boleh hanya bersukacita di mil ke-1 karena kedua mil ini bukanlah pilihan, melainkan janji Tuhan dan kita perlu untuk claim janjiNya. Mil ke-2 adalah membagi kasih Tuhan di sekolah, di tempat kita kerja atau dimana pun kita berada. Entah itu mengasihi, memberkati, jadi tempat curhat, jadi jawaban, bersaksi, ngajak ikut retreat atau sekedar kasih brosur tentang sebuah KKR, yang penting adalah mengasihi mereka yang terhilang atau yang mundur dan mengajak untuk kembali sama Tuhan. Nggak cukup bagi kita untuk hanya minta disertai Tuhan dalam kewajiban kita, tapi sampai menjadi teladan, bangkit dan bersinar terang disana. Hidup kita harus berdampak dan menjadi sebuah kesaksian terbuka bagi orang yang belum mengenal Tuhan. Sampaikanlah sukacita kita kepada mereka sehingga hidup mereka berubah secara kekal karena mereka mengenal kita. Inilah panggilan injil kita.
Berjalanlah dalam mil ke-1 dengan sukacita. Namun jangan berhenti disana. Prioritas kita adalah Kerajaan Surga. Oleh karena itu, kita harus teruskan sampai mil ke-2. Jangan tunggu sampai kita sempurna di mil ke-1 baru mau bergerak ke mil ke-2. Minta penyertaan Tuhan dan tanya kepada Tuhan kapan waktu yang tepat untuk bergerak kesana. Tanpa kita sadari, iman kita mulai dibawa Tuhan ke level yang lebih lagi karena kita berani bergerak sampai ke mil ke-2.
 
Pdt. Philip Mantofa, Bre. adalah wakil gembala sidang Sinode Gereja Mawar Sharon, Surabaya. Dengan istrinya Irene Saphira, ia mempunyai 3 anak: Vanessa, Jeremy dan Warren.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar




The Life Of Jesus Christ Full Movie (English Version)







Jesus of Nazareth Full Movie HD







The Life of Jesus Christ







the Nativity about the birth of Jesus







THE GOSPEL OF JOHN







THE GOSPEL OF MATTHEW







David and Goliath 1960 Biblical Story Of David Biblical Movies Full Movies







David and Bathsheba







The Kingdom of Solomon – English Subtitle – full movie







KING SOLOMON – HOLY BIBLE







ESTHER – THE BIBLE MOVIE ONLINE (1999)







Queen Esther One Night With The King full movie







ESTHER AND THE KING (1960)








Esther And The King (1960)







The Ten Commandments 2007 Full Movie HD







The Ten Commandments (2007) Subtitle Indonesia







Greatest Heroes of the Bible The Story of Moses







MOSES







Bible Story Moses | Subtitle Indonesia | Musa







NOAH’S ARK MOVIE







NUH







Samson and Delilah







Sodom & Gomorrah FULL VIDEO


https://www.youtube.com/watch?v=Uo82q6ki3bk







The Story of Joseph and His Brethren (1962)







GABRIEL

https://www.youtube.com/watch?v= mIBStAQMq3Y







Ruth Movies







THE STORY OF RUTH







The Life Of Apostle Paul ( Bible Movie )







Cleopatra Full Movie HQ







Joshua at the Battle of Jericho







The Dark Ages (Full Documentary)







JUDAS







Thomas







Elijah Prophet Full Movie







Mary of Nazareth







Mary Mother of Jesus







Mary Magdalene







The Kingdom of God & The New Jerusalem







The Real Queen of Sheba ¦ Full Documentary







Full Bible Movie – The Book Of Acts – The Visual Bible







Moses – Man of God (2005 Full Movie) [HD]







Full Bible Movie – The Book of Revelations







The Book of Mark (KJV)







The Book Of Psalms ( Full Movie )







The Book Of Revelation Full Film







The Acts of the Apostles – Film – High Quality! HD







Paul the Apostle Full Movie







Jeremiah – The movie (Heb subs)







Trip to Heaven

Heaven pictures_A Trip to Heaven(Full version (Full version)







Trip to Hell

Hell pictures_ A Trip To Hell (Full version)(Full version)







Gambaran Neraka







Demon talking out of teenage girl







ASTEROID JATUH DAN MENGHANGUSKAN 1/3 BUMI TERJADI PADA SAAT PENGANGKATAN DI AKHIR JAMAN







Meteors Attack: The Last Day of Earth. The World Ends. Doomsday.







World WATERS TURN BLOOD Apocalypse – Australia DUST STORM, FIRE; Russia COLD; China 1.19.13














2016

(5493)



Sumber:  http://tuhanyesusterangdunia.blogspot.co.id/2016/06/kesaksian-philip-mantofa-penglihatan.html


Pelayanan David Livingstone di Afrika

Sinar Terang di Afrika – (David Livingstone 1813-1873)

 (David Livingstone 1813-1873)
Menjelang subuh, David Livingstone merasakan tubuhnya sudah tidak berdaya lagi. Dengan bersusah payah ia bangkit dari tempat tidur dan berlutut di samping ranjangnya untuk berdoa kepada Tuhan yang telah dengan setia menemaninya selama 33 tahun di Afrika. Ketika pembantunya Susi dan Chumah masuk ke gubuknya di pagi hari, mereka menemukan Livingstone dalam posisi berdoa dan sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Dunia telah kehilangan seorang misionaris, penjelajah dan pria yang mulia.
Walaupun Livingstone lebih senang menyebut dirinya seorang misionaris tetapi banyak yang menilai bahwa sumbangannya yang terbesar adalah usahanya untuk menghapus perbudakan dari benua Afrika. Salah satu ucapannya yang terakhir adalah, “Saya akan melupakan semua kelaparan, penderitaan dan pencobaan yang telah saya alami, jika saya berhasil menghentikan perdagangan budak di benua ini.”
Kedatangan Livingstone ke benua Afrika pada tahun 1841 adalah untuk mengabarkan Injil, tetapi kekejaman sadis yang dilakukan oleh kaum Boer dalam menjalankan perdagangan budak membuat Livingstone berikrar, “Setelah melihat kesengsaraan yang diakibatkan oleh perbudakan, saya harus melakukan segalanya yang mungkin untuk menumpas dan mengurangi tingkat kejahatan ini!”
Penentangan para misionaris terhadap perdagangan budak menjadikan mereka musuh utama para pedagang budak. Seringkali para misionaris bukan saja diancam oleh kaum Boer tetapi juga oleh suku-suku Afrika yang menganggap mereka konco-konco para pedagang budak. Tetapi pertemuan dengan Livingstone seringkali mengubah pandangan suku pribumi terhadap para misionaris. 
Livingstone yang juga adalah seorang dokter medis seringkali menempuh perjalanan yang berbahaya untuk merawat orang yang membutuhkan. Pernah sekali, di tengah malam seorang utusan datang membawa kabar bahwa seseorang telah diserang badak di tengah hutan dan dalam keadaan kritis. Teman-teman Livingstone menasehatinya untuk tidak berangkat ke hutan di tengah malam karena kondisi medan yang berbahaya dan ancaman serangan hewan-hewan liar. Tetapi bagi Livingstone hal ini memang telah menjadi tugasnya untuk sedapat mungkin menolong orang yang membutuhkan bantuannya. Ia berangkat dengan berjalan kaki melintasi hutan sejauh 10 km. Setibanya di tempat ternyata korban serangan badak itu sudah meninggal dunia. Apakah usahanya sia-sia? Sama sekali tidak karena melalui tindakannya, orang-orang pribumi itu bisa melihat kasih dan pengorbanannya untuk menolong mereka dan ini membedakan dia dari para pedagang budak.
Penemuan Livingstone dan keberhasilannya sebagai seorang penjelajah dan ilmiawan dapat dibaca di banyak buku sejarah tentang benua Afrika. Tetapi warisan peninggalan Livingstone yang terbesar adalah teladan hidupnya. Berkali-kali Livingstone ditipu, dikhianati dan difitnah oleh orang lain demi kepentingan mereka sendiri. Tetapi hal-hal ini tidak membuat Livingstone patah semangat dan meninggalkan pekerjaan yang sudah dimulainya. Kesetiaan dan fokusnya kepada Tuhan dalam melaksanakan tugas yang sudah dipercayakan kepadanya menjadi ciri dari karakternya.
Setelah menemukan tuannya dalam keadaan tidak bernyawa, Susi dan Chumah memulai persiapan untuk membawa jenazahnya kembali ke Inggris. Hal ini bukanlah suatu hal yang sederhana karena mereka harus melintasi hutan ribuan kilometer jauhnya dengan berjalan kaki dan naik perahu. 
Jantung dan organ-organ tubuh lainnya dikeluarkan dan dimakamkan di bawah sebuah pohon yang besar. Jenazahnya kemudian dibalsem dan dikeringkan di bawah matahari. Selama 14 hari dalam proses pengeringan, mereka bergilir menjaga jenazah itu 24 jam sehari untuk memastikan tidak ada hewan yang mendekat. Perjalanan memulangkan jenazah Livingstone dari hutan di Afrika ke Inggris memakan waktu 9 bulan lamanya. Hal ini sendiri merupakan suatu mukjizat, suatu keajaiban yang terjadi hanya karena kasih. Ini membuat kita bertanya-tanya, kira-kira seperti apakah kesaksian hidup Livingstone itu sehingga membuat pembantu-pembantu tersebut begitu mengabdi kepadanya dan mengasihi dia? Lewat tindakan mereka, Chumah dan Susi memperlihatkan kasih dan hormat mereka kepada Livingstone. 
Setelah kematian Livingstone, Susi akhirnya memberi diri untuk dibaptis dan mengambil nama baru, David, untuk memperingati orang yang pertama kali mengajarkan makna menjadi seorang Kristen kepadanya. 
Bertahun-tahun setelah kematiannya, upaya Livingstone mulai membuahkan hasil. Afrika tidak lagi menjadi benua yang tertutup, perdagangan budak dikutuk dan lebih dari 500 misionaris mulai bekerja di Afrika. Banyak yang mengaku tertarik dan memberi diri untuk melayani di Afrika karena terinspirasi oleh tulisan dan teladan hidup Livingstone.
-as
Sumber: Cahaya Pengharapan Ministries www.cahayapengharapan.org

Joyce Meyer – Kisah Hidup Anak Teraniaya yang Menjadi Hamba Tuhan Populer

Joyce Meyer – Kisah Hidup Anak Teraniaya yang Menjadi Hamba Tuhan Populer

Pada saat Joyce berusia sekitar 12 tahun, ia mendapatkan kesempatan untuk belajar mengendarai mobil dari ayahnya. Namun sayangnya, ada udang di balik batu atas keputusan ayahnya tersebut karena ia melakukannya agar bisa membawa Joyce keluar dari rumah dan jauh dari pantauan ibunya, dengan tujuan untuk melakukan perbuatan amoral dengan putrinya tersebut. Bahkan, di suatu hari pada musim panas, ayahnya memaksa Joyce untuk minum alkohol hingga mabuk, dan kemudian ayahnya bisa melampiaskan nafsu bejatnya. Joyce sudah berulang kali menceritakan kisah tersebut didalam buku-bukunya dan pada setiap konferensinya. “Saya tidak menceritakannya untuk mengundang belas kasihan Anda,” katanya di sebuah gereja di Tampa, Florida, pada bulan September 2003 yang lalu. “Saya bermaksud menceritakannya untuk menunjukkan bahwa orang-orang bisa punya pengalaman yang buruk dan bahkan sangat buruk. Saya tahu hidup saya jauh lebih kuat karena apa yang telah terjadi tersebut, dibandingkan seandainya hal itu tidak pernah terjadi.”

Joyce Merasakan Kuasa Allah

Joyce lahir pada 4 Juni 1943 dengan nama Pauline Joyce Hutchison. Ayahnya adalah seorang tentara bergabung sehari setelah ia dilahirkan. Namun sayangnya, tiga tahun setelahnya, ayahnya dipecat dari kesatuannya dan mengakibatkan perubahan pada sikapnya. Ia kembali ke keluarganya sebagai pria yang kepahitan, pemarah dan kecanduan alkohol, bahkan yang lebih parahnya, sang ayah pun mulai menganiayanya secara seksual. Kondisi ini terus berlanjut dan semakin memburuk hingga ia menginjak usia remaja. Walaupun ibunya mengetahui masalah ini, namun karena takut terhadap ayahnya maka memilih untuk bersikap seolah-olah tidak tahu dan tidak pernah terjadi apa-apa.

Pada saat berumur 9 tahun, Joyce mengaku untuk pertama kalinya merasakan kuasa Allah. Pada suatu malam, saat sedang mengunjungi kerabatnya di luar kota, ia menyelinap pergi untuk mengikuti suatu kebaktian di gereja setempat. Di sanalah ia mengalami proses kelahiran baru. “Saya merasa bersih, seperti baru saja mengalami pemandian batin,” kenangnya sekian tahun kemudian. Namun, saat pulang kembali ke rumah, damai sejahtera yang sempat dialaminya tersebut menjadi hilang. Sebagai seorang gadis yang menginjak remaja, Joyce punya ketertarikan terhadap hal-hal yang bersifat rohani, kisah-kisah persepsi ekstra-inderawi, fiksi ilmiah maupun film horor. Selain itu, ia juga berminat pada hipnotis dan astrologi. Pada saat umur 13 tahun, ia berusaha untuk lebih mandiri dengan menjadi seorang pelayan toko setempat.

Pernikahan Pertama yang Berantakan

Joyce bersekolah di O’Fallon Technical High School. Lulus pada tahun 1961, ia mengepak barang-barangnya ke dalam mobil Chevrolet 1949 hitam miliknya untuk pergi meninggalkan rumah keluarganya. “Di dalam pikiran saya, timbul keinginan yang kuat untuk mengurus hidup saya sendiri mulai saat itu,” katanya. Pada tahun tersebut juga, ia memutuskan untuk menikah dengan pemuda pertama yang jatuh cinta padanya. Pemuda tersebut putus sekolah saat kelas lima dan kemudian menjadi penjual mobil paruh waktu. Pernikahan mereka tidak berjalan dengan baik karena sejak awal menikah memang sudah amburadul. Pekerjaan suaminya tidak tetap dan mereka sering berpindah-pindah tempat. Suaminya juga sering pergi dari rumah, terkadang hingga berbulan-bulan. Suatu waktu, saat ia bertugas sebagai tenaga tata buku di sebuah perusahaan, suaminya membujuknya mencuri uang dengan menulis sebuah cek palsu. Mereka kemudian mencairkan uang itu dan kabur ke daerah California. Saat berusia 21 tahun, Joyce hamil namun kemudian mengalami keguguran. Tahun berikutnya, ia kembali hamil dan melahirkan anak pertamanya. Di tengah udara kering di St. Louis pada musim panas, ia nyaris kehabisan akal sehat. Kondisi pernikahan dan keuangan mereka membuatnya mengalami depresi berat. Ia susah makan dan tidur, serta lebih sering menelan obat tidur. Beberapa bulan setelah kelahiran anak laki-lakinya, Joyce memutuskan untuk berpisah dengan suaminya yang tidak setia dan sering bermasalah dengan hukum. Ia kembali ke rumah ayahnya, yang menerimanya dengan senang hati. Dalam keadaan depresi dan kacau, ia mencari hiburan di bar-bar setempat dan mulai tidur dengan pria-pria yang tidak dikenalnya.

Perjalanan Bertahap Menuju Pelayanan

Pada akhir tahun 1966, saat sedang mencuci mobil milik ibunya, secara tidak sengaja ia bertemu dengan David Benjamin Meyer. Setelah beberapa kali bertemu, akhirnya cinta tumbuh di hati mereka dan mereka kemudian memutuskan untuk menikah di St. Louis pada 7 Januari 1967. Dave seorang pria yang baik hati, pekerja keras dan sangat mencintainya. Namun, kebahagiaan belum juga merengkuhnya. Saat berangkat kerja suatu pada Februari 1976, di tengah rasa frustasi dan depresi, ia berseru kepada Tuhan. Ia mendengar Tuhan memanggil namanya dan memintanya bersabar.

Malam harinya, ia merasa Tuhan memenuhinya dengan “cairan kasih yang melimpah-limpah.” Tidak lama kemudian, ia mulai mengadakan kelas pemahaman Alkitab di sebuah kafetaria. Semula aktif di Our Savior Lutheran Church, Joyce dan suaminya meninggalkan gereja itu awal 1980-an. Mereka lalu bergabung dengan Life Christian Church, yang saat itu masih beranggotakan 30 orang. Gereja ini lalu bertumbuh sampai sekitar 3.000 orang, sebagian karena popularitas Joyce Meyer. Di gereja itu Joyce Meyer mulai mengadakan kelas pemahaman Alkitab bagi para wanita di rumahnya. Kelas ini berkembang sampai diikuti sekitar 500 orang. Tahun 1983, ia mulai diminta berkhotbah di gereja dan ikut mengisi acara di radio.

Mulai Mendirikan Life in the Word

Joyce Meyer berada di Life Christian selama lima tahun. Ia pamit dari gereja itu ketika Tuhan berkata kepadanya, “Bawalah pelayananmu dan pergilah ke daerah utara, selatan, timur dan juga barat.”Pada bulan Agustus 1985, Joyce Meyer dan suaminya mendaftarkan Life in the Word sebagai sebuah badan nirlaba. Pada awal terbentuknya tidaklah mudah. Saat pergi ke konferensi, mereka sering harus tidur di dalam mobil di tempat parkir McDonald karena tidak mampu membayar sewa kamar motel yang sangat mahal. Namun pada tahun 1993 Tuhan membukakan kepada Dave tentang arah pelayanan tersebut. Dave pun membulatkan hati untuk menyokong pesan yang disampaikan melalui Joyce, agar bisa go international melalui televisi.

Acara mereka semula disiarkan di WGN di Chicago dan Black Entertainment Network. Dalam tempo singkat yaitu lima tahun, acara itu disiarkan di sekitar 600 stasiun radio dan televisi, tujuh jaringan kabel dan tujuh jaringan satelit. Pada bulan November 1988, Joyce Meyer muncul dalam laporan utama Charisma & Christian Life sebagai “America’s most popular woman minister.” Meyer percaya bahwa panggilan hidupnya adalah untuk meneguhkan orang-orang percaya di dalam Firman Allah. Dari pengalaman hidupnya, ia mendapati bahwa kemerdekaan untuk hidup berkemenangan diperoleh melalui penerapan Firman tuhan. Ia yakin, setiap orang yang sudah hidup dalam kemenangan dapat menuntun banyak orang lain menuju kemenangan. Ia mendapatkan gelar Honorary Doctorate of Divinity dari Oral Roberts University di Tulsa, Oklahoma dan PhD in Theology dari Life Christian University di Tampa, Florida.

Memulihkan Masa Lalu

Di tengah-tengah kesuksesan pelayanan dan serangkaian kemenangan pribadi yaitu Joyce Meyer sembuh dari kanker payudara pada awal 1990-an dan memperbaiki hubungan yang retak dengan keempat orang anaknya. Ia merasa tantangan terbesarnya bisa jadi adalah menghadapi masa lalunya sendiri. Dua kali ia mencoba untuk mendatangi ayahnya, menyatakan bahwa ia telah mengampuni apa yang pernah terjadi dahulu. Namun, dua kali pula ayahnya menolak mengakui apa yang terjadi. Pada November 2000, Meyer dan suaminya membelikan rumah seharga 130.000 dolar bagi orang tuanya. Pemulihan terjadi tiga tahun kemudian ketika mereka berkunjung pada perayaan Thanksgiving. Saat mereka memasuki pintu rumah, ayahnya mulai menangis. “Aku ingin mengatakan betapa aku menyesal atas apa yang dahulu pernah kulakukan kepadamu,” katanya. Joyce mengampuni ayahnya. Sepuluh hari kemudian, ia membaptis ayahnya dalam sebuah upacara sederhana di St. Louis Dream Center. ***

(Sumber: St. Louis Post-Dispatch) Dimuat di Bahana, Januari 2005.

Kenangan terhadap (Alm) Pdt.Drs.Petrus Agung Purnomo

Pengantar: Pdt.Petrus Agung Purnomo  telah dipanggil oleh Bapa Kekasih pada hari Minggu, 13 Maret 2016  sekitar pukul 23.00, di Semarang.

Almarhum adalah tokoh kegerakan anak muda di Semarang tahun 80-an. Pelopor gerakan profetik di Indonesia.

Penulis pernah menyaksikan kegiatan beliau pada tahun 1980-83 an ,dalam wadah Yayasan Sangkakala. Penulis pernah mengikuti persekutuan doa “House of Prayer” di era 80-83 dan ibadah “Kharismatik” di Gedung Pemuda lama.Berikut kesaksian dan kisah hidupnya, berasal dari kesaksian pribadi dan catatan beberapa hamba Tuhan.

petrus-agung-purnomo

—————————————————————————————————————————————–

Sang pejuang telah menemui Bapa-nya

Sekitar tahun 1979 di kota Semarang.kegerakan api kebangunan rohani melanda anak-anak muda, tak terkecuali yang masih duduk di bangku SD pun banyak yang mengalami lawatan Tuhan.Adalah sekelompok anak muda yang begitu berapi-api dalam melayani Tuhan, mereka berasal dari berbagai denominasi gereja yang ada di kota Semarang, antara lain: GKMI, GIA,GKI, dan lain-lain.

Kelompok ini aktif menginjil disekolah, mereka sering kumpul berdoa bersama, lalu mereka kenal dengan seorang hamba Tuhan yaitu Pak Adi Sutanto, ketika itu memulai Persekutuan Doa Sangkakala di kota Semarang, saat ini ketua sinode Jemaat Kristen Indonesia,

Mereka suatu hari baru pulang dari suatu desa di Boyolali namanya Sampetan, disitu terjadi kegerakan rohani, mereka pulang dengan berapi- api, dan mereka berkata kepada pak Adi “ kami mau buat KKR”, dan salah satu yang terlibat dalam pembuatan KKR adalah pak Jimmy Oentoro teman Pak Petrus Agung  dari SMA, beliau pendiri gereja Gereja Injil Sepenuh Indonesia  (GISI). Mereka membuat KKR untuk pelajar , pada bulan 1 -2 maret 1979 di Semarang untuk pertama kali mereka membuat KKR untuk pelajar dan saya masih ingat di surat kabar lokal mereka pasang iklan “ Malam Oikumene”, saya sudah bertahun-tahun meninggalkan Tuhan, dari sd kelas 5 dia tidak mau ke gereja lagi,dia duduk dikelas 1 SMA pada waktu itu, bagi dia itu menarik karena  sekolahnya dari TK sampai SMA di sekolah katolik.

Waklaupun belum tahu arti oikumene sebenarnya, ia tetap menyimak KKR. Pembicara dua orang, satu itu almarhum bapak Ev. Damaris yang baru sekitr  2011 yang lalu dipanggil pulang oleh Tuhan dan yang kedua Suster Katolik yang baru mengalami jamahan dan penuh Roh Kudus.  Saat itu hadir 300 pelajar gedung itu penuh, Petrus Agung duduk mengikuti acara yang berlangsung, kemudian bapak Damaris mulai berkotbah,  “ orang muda yang kaya”, yang dikatakan tidak berbuat begini, tidak berbuat begitu, kemudian beliau bertanya “ kalau anda bagaimana”, dia merasakan seperti ada palu besar yang menghantam muka dan hatinya, dia sadar dan berkata “Tuhan aku ini orang berdosa”, padahal waktu kehidupannya tidak pernah berjudi, berzinah atau berbuat dosa yang lain,

Lucunya pada waktu di altar call panitianya ikut maju kedepan bertobat bareng-bareng, tapi peristiwa itu melahirkan banyak hamba Tuhan, pak Jimmy Oentoro jadi hamba Tuhan sampai hari ini, Keluarga itu sukses dibidang bisnis dan menjadi hamba-hamba Tuhan sampai hari ini, anda mungkin kenal namanya pak Bambang Budianto yang mendirikan PESAT ( pelayanan desa terpadu ) itu bertobat pada malam yang sama, di Amerika ada beberapa gereja itu didirikan oleh orang-orang yang bertobat dimalam yang sama, kalau saya hitung menghasilkan puluhan hamba-hamba Tuhan, anak –anak pelajar yang dimenangkan Tuhan pada awal KEGERAKAN saat itu.

Dan kemudian pada bulan agustus panitia  undang almarhum pak Yeremia Rim, ketika dibuat KKR ke 2 , 2000 pelajar lahir baru, ITU AWAL dari KEGERAKAN dan kermudian API kegerakan menyebar ke Surabaya,Jakarta  dan Bandung, sebab teman-teman yang lulus SMA kuliah kemana – mana. Sebagian pindah ke luar negeri termasuk Amerika, diantaranya pak Jimmy Oentoro sehingga dia buat KEGERAKAN disana, menyebar kemana- mana, kemudian Pak Daniel Alexander dan pak Adi Sutanto keliling ke eropa dan membawa API KEGERAKAN. Dan dimana-mana diseluruh dunia kalau anda lihat ada pelajar/komunitas Indonesia selalu ROH TUHAN bekerja, ITU AWAL tahun 79 di kota Semarang, Pertobatan Petrus Agung adalah bagian daripada Penuaian awalnya Tuhan Yesus dikota Semarang untuk kaum muda.

Beberapa momen menarik yang berkaitan dengan  Petrus Agung :

1.Tahun 1987, menikah dengan Tina Astari. Pemberkatan nikah dilakukan di Gereja Isa Almasih jemaat Pringgading.

petrus-agung-dan-istri-tina-astari

2.Berpindah-pindah tempat ibadah, dari menyewa gedung di belakang “Wisma Gajahmada”, sampai menyewa gedung eks Roller Skate di Pondok Hasannudin.

3. Berhubungan karib dengan Ev.Drg.Yusak Tjipto Purnomo dan keluarganya.

4.”berebut ” parkir dengan gereja lain.

5.Pada tahun 2005, saat masih di Amerika untuk satu pelayanan, Petrus Agung dapatkan suara Tuhan, untuk memberkati gereja-gereja lain diluar JKI.Gerakan ini diberi nama “Bahtera Nuh”. Gereja JKI lalu menghimpun banyak ahli bangunan dan suplier material bangunan untuk merenovasi banyak gereja-gereja kecil di daerah pinggiran kota.

6.Masalah hutang dengan bank (Gedung Permata Hijau) yang hampir membuat Gereja disita bank.

7.Diterpa isu dan gosip tentang keluarga maupun pelayanan.

Aktivitas terakhir: pada tahun 2015 menggiatkan gerakan “Great awakening”