Bless the Lord oh My soul

Bless the Lord oh My soul

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan

Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan

Sukacita adalah ciri Utama orang Kristen. bersukacita sebagai ungkapan hati atas kasih karunia Tuhan More »

Spread the word

Spread the word

Sebarkan Berita Keselamatan More »

Janagn risau menghadapi tantangan hidup

Janagn risau menghadapi tantangan hidup

Selalu ada berkat dibalik masalah yang kita hadapi. More »

Bingung memilih Asuransi Jiwa?

Bingung memilih Asuransi Jiwa?

PT Generali Indonesia adalah perusahaan internasional yang berpengalaman sejak tahun 1831. More »

 

Category Archives: Tentang bidat dan paham yang salah

Baalbek, tempat pemujaan berhala kuno

Baalbek (/ bɑːlbɛk /),  Ba’albek [2] (bahasa Arab: بعلبك) dan juga dikenal sebagai Baalbekatau Baalbeck,  adalah sebuah kota di Anti-Libanon , timur Sungai Litani di Lebanon Lembah Bekaa, sekitar 85 km (53 mil) timur laut dari Beirut dan sekitar  75 km (47 mil) utara Damaskus. Kota Ini memiliki penduduk sekitar 82.608,  Sebagian besar Muslim Syiah, diikuti oleh Muslim Sunni dan minoritas Kristen.Tempat ini diperhitungkan kubu gerakan Hizbullah..  adalah tempat penyelenggaraan  Festival Internasional Tahunan Baalbeck.

Bebatuan Baalbekbaalbek

Di zaman kuno Yunani dan Romawi, ia dikenal sebagai Heliopolis. Ini masih memiliki beberapa reruntuhan Romawi terbaik dilestarikan di Lebanon, termasuk salah satu kuil terbesar dari kekaisaran. Para dewa kuno yang disembah adalah -Jupiter, Venus, dan Bacchus-yang setara dengan dari Kanaan dewa Hadad, Atargatis, dan  dewa kesuburan pria muda lainnya. Pengaruh lokal terlihat dalam perencanaan dan tata letak kuil, yang bervariasi dari desain Romawi klasik.

Azazel dan artinya

Sebuah versi modern English Standard Version memberikan catatan kaki ” Imamat 16: 8 Makna Azazel tidak pasti; mungkin nama tempat atau setan, tradisional kambing hitam; juga ayat 10, 26″. … Menurut Bible Commentary The Expositor, Azazel adalah kata Ibrani untuk kambing hitam.

Image result for meaning of azazel

Tanggapan Dr.Andik Widjaja terhadap pernyataan (sepihak) MPH-PGI tentang LGBT

Baru-baru ini Dr.Andik telah mengeluarkan surat terbuka kepada MPH-PGI sehubungan pernyataan sepihak MPH PGI tentang LGBT yang sangat meresahkan umat kristiani. Berikut isi surat tersebut disalin apa adanya sesuai email dari XBT management.

 

MPH PGI, Jangan ada dusta di antara kita! Andik Wijaya,MD,MRepMed

Surabaya, 23 Juni 2016 Yth.MPH PGI, kita membaca alkitab yang sama, tetapi soal perilaku LGBT ternyata kita memiliki pandangan yang bukan hanya berbeda, namun amat sangat berbeda, bertolak belakang, berbeda arah 180°. Jangan ada dusta di antara kita. MPH PGI, anda mengatakan perilaku LGBT adalah perilaku yang normal, tidak berdosa, tidak perlu berubah, dan tidak perlu bertobat. Saya mengatakan perilaku LGBT adalah perilaku yang tidak normal, berdosa, perlu disembuhkan, dan harus berjumpa dengan Tuhan Yesus untuk mengalami pertobatan sejati, dan mengalami kuasa pemulihanNya. Jangan ada dusta di antara kita.

MPH PGI, anda terlihat memiliki agenda untuk memperjuangkan pernikahan sejenis di negara ini. Saya meyakini, pernikahan adalah gagasan Ilahi, dan bukan karya budaya manusia, karena itu konsep pernikahan sejati tidak pernah boleh dirubah oleh gagasan-gagasan manusia. Pernikahan sejak semula adalah antara 1 laki-laki dan 1 perempuan, yang ditandai dengan hubungan seksual hetero. Jangan ada dusta di antara kita.

Silahkan anda lakukan agenda memperjuangkan pernikahan sejenis tersebut secara pribadi, namun jangan pernah menggunakan dan membawa nama PGI untuk agenda pribadi anda. PGI adalah milik Gereja-Gereja di Indonesia, milik jutaan umat, dan bukan milik anda pribadi. Sekarang saya minta kembalikan PGI ku padaku, kembalikan PGI pada Gereja-Gereja di Indonesia.

Mengapa saya menolak perilaku LGBT, mengapa saya menolak pernikahan sejenis? Sebab alkitab yang saya baca dengan sangat gamblang menyatakan LGBT adalah perilaku menyimpang, LGBT adalah dosa. Dan dengan sangat jelas pula alkitab yang saya baca mengajarkan bahwa Allah hanya menciptakan laki-laki dan perempuan, dengan orientasi seksual hetero, agar mereka bisa menjalin relasi intim yang eksklusif dalam suatu pernikahan kudus.

PERJANJIAN LAMA: Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” [Kejadian 1 : 27-28] Firman Tuhan di atas jelas menyatakan, manusia diciptakan menurut gambar Allah sebagai laki-laki dan perempuan, yang memiliki orientasi seksual hetero. Penciptaan manusia sebagai laki-laki dan perempuan ini konsisten dengan gagasan Ilahi tentang pernikahan, seperti dinyatakan dalam Firman Tuhan berikut ini.

Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu. [Kejadian 2 : 24-25]

Keunikan relasi pernikahan ditunjukkan dengan adanya hubungan intim yang eksklusif, yaitu hubungan seksual hetero, antara suami dan istri. Alkitab bahkan menyatakan hal tersebut secara eksplisit.

Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.” [Kejadian 4:1]

Kata bersetubuh dalam ayat diatas, berasal dari kata ibrani עדי] yada]. Kata ini juga bisa diterjemahkan mengenal, berbagai versi terjemahan inggris menggunakan kata knew. Jadi hubungan seksual adalah proses menjalin pengenalan yang intim antara suami-istri. Hubungan seksual adalah ekspresi keintiman yang sangat dalam.

Kata ibrani עדי] yada], bukan hanya dipakai dalam Kejadian 4 : 1. Di dalam alkitab PL, kata ibrani עדי] yada] setidaknya muncul sebanyak 1040 kali, diantaranya adalah: Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN. [Hosea 2 : 19] Kata mengenal dalam ayat diatas berasal dari kata ibrani עדי] yada], sama dengan yang digunakan dalam Kejadian 4 : 1, yang diterjemahkan denga kata bersetubuh. Jadi Hosea 2 : 19, bisa kita terjemahkan dengan versi saya, sebagai berikut: Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN, seperti seorang istri mengenal suaminya dalam keintimanKetika kita mempelajari kitab Hosea secara mendalam, kita tahu bahwa ayat ini menyatakan kerinduan Tuhan Yesus yang sangat dalam untuk dikenal dalam dan melalui hubungan yang intim oleh GerejaNya, yaitu umat pilihan. Kekristenan itu bukan agama, tetapi hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus.

Dan hubungan tersebut adalah hubungan yang sangat intim, seperti hubungan suamiistri. Dengan pemahaman ini, kita mengetahui bahwa pernikahan sejenis yang ditandai dengan hubungan seks sejenis akan menghilangkan pesan terpenting alkitab, yaitu Tuhan Yesus ingin membangun hubungan yang penuh keintiman dengan umat pilihanNya, seperti hubungan suami-istri. Jadi benarkah MPH PGI telah melakukan studi yang mendalam sebelum menyatakan LGBT sebagai perilaku yang normal dan tidak berdosa, sehingga tidak perlu perubah dan bertobat? Bolehkah oknum MPH PGI menggunakan nama PGI dan mengatas-namakan Gereja-Gereja di Indonesa untuk memperjuangan legalitas pernikahan sejenis, yang sangat jelas akan menghilangkan pesan terpenting alkitab? MPH PGI, jangan ada dusta diantara kita.

PERJANJIAN BARU: Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah satu kesatuan. Alkitab PL dan PB adalah book of covenant yang menyampaikan pesan konsisten, yaitu covenant of grace. Pesan utama covenant of grace, adalah Tuhan Yesus ingin membangun hubungan yang penuh keintiman dengan umat pilihanNya, seperti hubungan suami-istri. Konsistensi tersebut, salah satunya bisa kita baca dalam Firman Tuhan berikut ini: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. [Efesus 5 : 31-32] Bagian pertama dari ayat diatas, yaitu ayat 31, dikutip oleh Rasul Paulus dari Perjanjian Lama, yaitu: Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. [Kejadian 2 : 24] Dari kutipan dua ayat diatas, terlihat sangat jelas konsistensi PL dan PB, soal pernikahan, yaitu antara satu laki-laki dengan satu perempuan yang memiliki orientasi seksual hetero, sehingga keduanya bisa menjadi satu daging.

Menjadi satu daging, di PL berasal dari kata ibrani דחא’] echad] ; unity, bukan satu tunggal, tetapi menyatu. Dan רָּ שָּ ב] basar] ; pudenda, adalah letak anatomi organ reproduksi. Jadi menjadi satu daging menyatakan terjadinya hubungan seksual antara pria dan wanita, yang dilakukan dengan penetrasi penis kedalam vagina. Kedua ayat diatas yaitu Kejadian 2 : 24 dan Efesus 5 : 31, adalah formulasi pernikahan yang sejati, yaitu antara 1 laki-laki dan 1 perempuan yang memiliki orientasi seksual hetero, sehingga mereka bisa menjadi satu daging. Pernikahan sejenis yang ditandai dengan hubungan seksual sejenis jelas bertentangan dengan Firman Tuhan diatas. Pria dan pria, maupun wanita dan wanita tidak mungkin bisa menjadi satu daging. Anal seks dan atau oral seks yang biasa dilakukan oleh kaum LGBT bukan hanya sangat membahayakan kesehatan, akan tetapi jelas-jelas bertentangan dengan Firman Tuhan diatas. Penetrasi penis kedalam anal bukan menjadi satu daging, karena daging dalam Kejadian 2 : 24 berasal dari kata רָּ שָּ ב] basar] ; pudenda, bukan anal. Setelah meneguhkan formulasi pernikahan yang sejati, Rasul Paulus mengajak kita untuk melihat rahasia besar dibalik formulasi pernikahan tersebut, seperti dinyatakan dalam ayat selanjutnya. Pernyataan Rasul Paulus ini konsisten dengan apa yang dinyatakan di Perjanjian Lama, bahwa pernikahan adalah simbol hubungan yang penuh keintiman antara Allah dengan umat pilihanNya (Hosea 2 : 19), antara Kristus dan GerejaNya (Efesus 5 : 31-32).

Karena itu mengatakan LGBT sebagai perilaku normal dan tidak berdosa, serta memperjuangkan legalitas pernikahan sejenis sangat jelas bertentangan dengan Firman Allah, dan menghilangkan pesan terpenting alkitab, yaitu Tuhan Yesus ingin membangun hubungan yang penuh keintiman dengan umat pilihanNya, seperti hubungan suami-istri. Jadi benarkah MPH PGI telah melakukan studi yang mendalam sebelum menyatakan LGBT sebagai perilaku yang normal dan tidak berdosa, sehingga tidak perlu perubah dan bertobat? Bolehkah oknum MPH PGI menggunakan nama PGI dan mengatas-namakan Gereja-Gereja di Indonesa untuk memperjuangan legalitas pernikahan sejenis, yang sangat jelas akan menghilangkan pesan terpenting alkitab? MPH PGI, jangan ada dusta diantara kita. PENGHARAPAN ESKATOLOGIS: Sejarah manusia di muka Bumi diawali dengan peneguhan pernikahan yang pertama di taman Eden, antara Adam dan Hawa, antara satu laki-laki dan satu perempuan, yang memiliki orientasi seksual hetero sehingga keduanya bisa menjadi satu daging. Pelayanan Tuhan Yesus di muka Bumi ditandai dengan mujizat yang dilakukanNya dalam perjamuan kawin di Kana, Galilea. KehadiranNya dalam perjamuan kawin ini meneguhkan pentingnya lembaga pernikahan. Dan pernikahan sejati adalah antara 1 laki-laki dan satu perempuan, yang memiliki orientasi seksual hetero sehingga keduanya bisa menjadi satu daging. Pengharapan eskatologis digambarkan sebagai Perjamuan Kawin Anak Domba seperti diungkapkan oleh Tuhan Yesus dalam Matius 22 : 1 – 14, juga Matius 25 : 1-13.

Saat ini Gereja sedang menantikan kedatangan mempelai pria, yaitu Tuhan Yesus Kristus, yang akan menjemputnya untuk mengalami hubungan intim abadi di kekekalan. Seluruh alkitab, dari Kejadian sampai Wahyu menyatakan kebenaran yang konsisten. Inilah pengharapan eskatologis Gereja: Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.” [Wahyu 19 : 7-9]

Dengan mengajarkan perilaku LGBT adalah normal dan tidak berdosa, lalu berjuang untuk melegalkan pernikahan sejenis, bisakah MPH PGI menyampaikan pengharapan eskatologis ini? Jadi benarkah MPH PGI telah melakukan studi yang mendalam sebelum menyatakan LGBT sebagai perilaku yang normal dan tidak berdosa, sehingga tidak perlu perubah dan bertobat? Bolehkah oknum MPH PGI menggunakan nama PGI dan mengatas-namakan Gereja-Gereja di Indonesa untuk memperjuangan legalitas pernikahan sejenis, yang sangat jelas akan menghilangkan pesan terpenting alkitab? MPH PGI, jangan ada dusta diantara kita. MPH PGI, kau yang mulai, kau yang harus mengakhiri! Surabaya, 23 Juni 2016 Andik Wijaya,MRepMed medical sexologist www.yadainstitute.org

 

Kontroversi ‘injil’ Yudas

SEDIKIT MENGUPAS INJIL YUDAS
Sumber: Pat Zukeran, Manna Sorgawi, 2006
dan Buletin GBI HERO PLASA 8 OKTOBER 2006
Dan sumber lainnya
dirangkum oleh : Eddy Sriyanto


Sesudah marak pemberitaan tentang Injil Barnabas, Injil Petrus, Da Vinci Code, umat Kristen sedunia kini coba digoyang dengan wacana ditemukannya injil Yudas, yang katanya menyamai hebohnya penemuan skrip-skrip Gnostik di Nag Hamadi pada tahun 1945.” Injil Yudas ditemukan pada tahun 1978 oleh seorang petani di sebuah gua berdekatan El Minya ,yaitu Jebel Qarara -di Mesir tengah. Tepatnya 60 km sebelah utara Al Minya dan 300 km sebelah utara Nag Hamadi. Para arkeolog dan sejarawan memprediksi penulisan teks qibli (Coptic text) ini di antara 300 T.M. dan 400 T.M. Kebanyakkan cendikiawan percaya teks asal ini ditulis dalam bahasa Yunani dan manuskrip asalnya ditulis di pertengahan abad kedua.

Kumpulan skrip yang disebut Kodeks Tehacos itu berisi Surat Petrus kepada Filipus, Wahyu Pertama Yakobus, Injil Yudas, Kitab Allogenes.

Oleh penemunya, skrip ini dijual kepada kolektor benda antik bernama Hanna, namun sebelum Hanna sempat merawatnya, apartemen Hanna tempat menyimpan naskah kuno ini dibobol pencuri. Diantara barang berharga yang dicuri terdapat juga naskah-naskah Kodeks Tehacos ini. Beberapa tahun kemudian, naskah ini dapat ditebus kembali oleh Hanna , yaitu pada tahun 1982.Sesudah beberapa kali berpindah tangan dari kolektor satu ke kolektor lain, kodeks ini direservasi dan diterjemahkan oleh Maecenas Foundation pada tanggal 19 Pebruari 2001. Naskah terjemahan diserahkan ke Museum Koptik di Kairo, Mesir. Pada tanggal 1 Juli 2004 dalam Kongres ke 8 dari International Association for Coptic Studies di Paris, kodeks ini mulai dipublikasikan. Tahun 2005 naskah ini mulai diterjemahkan ke berbagai bahasa. Di Indonesia, terjemahan naskah ini diterbitkan oleh P.T.Gramedia Pustaka Utama pada bulan Juni 2006.

Meski tidak diketahui penulisnya, tapi menilik jaman kepenulisannya maupun isinya jelas bukanlah Yudas Iskariot atau pengikut Yesus lainnya yang mengarangnya. Skrip ini merupakan bahan ajaran Gnostik yang mula berkembang pada zaman itu. Irenaeus adalah yang merintis ajaran Gnostik pada 180 SM. Injil Yudas ini adalah sama dengan bahan-bahan risalah Gnostik yang dijumpai di sepanjang Nil termasuklah set Nag Hammadi yang berisi 45 teks Gnostik yaitu Injil Maria, Injil Petrus dan teks-teks lain.

Sedikit Tentang ajaran Gnostik Ajaran Gnostik berkembang mulai abad kedua sampai abad keempat. Kata Gnostik berasal dari bahasa Yunani yaitu gnosis ialah pengetahuan (knowledge)/ilmu yang merujuk kepada mistik atau ilmu rahasia dari Tuhan dan penyatuan diri sendiri dengan Tuhan. Berikut adalah ringkasan falsafah Gnostik.

  • Pertama, Gnostik mengajar ilmu rahasia dualisme iaitu kebendaan duniawi/propan adalah jahat dan alam rohani adalah sakral/suci.
  • Kedua, Tuhan tidak mendekati manusia tetapi manusialah mendekati Tuhan, yang pada dasarnya bersifat ketuhanan. Tuhan adalah roh dan cahaya dalam setiap individu. Bila seseorang itu mengenali dirinya, dia akan memahami kesemuanya.
  • Ketiga, masalah asas dalam ajaran Gnostik bukanlah dosa tetapi kejahatan. Cara untuk menyatukan dirinya dengan Tuhan ialah mencapai ilmu mistik. Keempat, keselamatan dicapai dengan memperoleh ilmu atau gnosis diri dan alam semulajadi yang sebenarnya. Kelima, dasar prinsip ajaran Gnostik ialah penyatuan dengan Tuhan. Ini dicapai dengan membebaskan diri dari tubuh yang tidak suci ini supaya perjalanan jiwa individu melalui angkasa mengelakkan diri dari setan-setan dan menyatukan dirinya dengan Tuhan Gnostik mengajar Yesus tidak berbeda dari para pengikutNya. Mereka yang memperoleh persepsi Gnostik akan menjadi Kristus seperti Yesus. Profesor agama dari Universiti Princeton, Dr. Elaine Pagels menulis, ‘Siapapun yang mencapai gnosis bukan lagi seorang Kristen tetapi Kristus”. Dengan ini, Yesus bukanlah Anak Tuhan yang Kudus yang mati untuk dosa dunia tetapi seorang guru yang menngajarkan ilmu kebajikan kepada pengikutnya yang layak menerimanya. Falsafah Gnostik adalah berbeda dari ajaran-ajaran Perjanjian Lama dan Baru. AlKitab menentang ajaran Gnostik berkenaan dengan doktrin asas sifat-sifat Tuhan, Yesus, kebendaan duniawi, dosa, keselamatan dan kehidupan akhirat. Para Yahudi dan Kristian menentang ajaran Gnostik sebagai ajaran sesat begitu juga Gnostik yang menentang ajaran Kristian. Injil Yudas mengajar falsafah Gnostik. Seperti risalah Gnostik yang lain, persamaan Injil Yudas dengan Perjanjian Baru hanyalah sedikit sahaja. Injil Yudas ini bercanggah dengan Perjanjian Baru dalam 2 perkara besar: Kandungan dalam Injil Yudas Falsafah Gnostik bertolak belakang dengan Alkitabiah Kristen dan Injil Yudas menggambarkan Gnostik dan bukanlah teologi AlKitabiah. Contohnya, falsafah Gnostik yang menggambarkan misi Yesus digambarkan dalam Injil Yudas ini.Dr. Marvin Meyer, seorang professor AlKitab dari Kolej Chapman, merumuskan misi utama Yesus berdasarkan injil ini. “Kematian Yesus dalam Injil Yudas ini bukanlah suatu tragedi mahupun jahat untuk pengampunan dosa-dosa.. Kematian adalah jalan keluar dari kewujudan fizikal absurd yang bukanlah suatu perkara yang ditakuti. Jauh dari kesedihan, tujuan kematiaan Yesus membebaskanNya dari tubuhnya supaya Dia dapat pulang ke rumahNya di syurga dan dengan mengkhianati Yesus, Yudas membantu kawannya untuk melucutkan diri dari tubuhnya dan membebaskan diri dalamnya Misi Yesus dalam Perjanjian Baru jelas ternyata. Dia datang untuk mati bagi penebusan dosa-dosa dunia dan menguasai kubur melalui kebangkitan tubuhNya. Bertentangan dengan Injil Yudas yang mengajar Yesus yang ingin mati untuk membebaskan diriNya dari pemenjaraan tubuhNya.Selain itu, ajaran asas Gnostik ialah masalah manusia bukanlah dosa tetapi kejahatan. Yesus bukanlah Penyelamat tetapi hanyalah seorang guru yang mengajarkan ilmu kebajikan kepada orang yang layak menerimanya. Yudaslah yang dianggap yang layak menerima ilmu ini. Dr Meyer menulis, “Bagi Gnostik, masalah asas bagi manusia bukanlah dosa tetapi kejahatan dan jalan yang terbaik untuk mengatasi masalah ini bukanlah melalui iman tetapi melalui ilmu. Dalam Injil Yudas, Yesus menyampaikan kepada Yudas dan pembaca-pembaca injil ini – ilmu yang dapat menghapuskan kejahatan dan membawa kesadaran pada diri sendiri dan Tuhan”

    Ajaran Gnostik juga berpandangan dunia fisik ini jahat. Tuhan tidak mencipta dunia fisik ini. Tetapi Dia mencipta malaikat-malaikat yang kelak akan mencipta, menjaga ketenteraman dan menguasai dunia jasmani ini. Oleh sebab kebendaan itu tidak suci, maka Tuhan tidak memasukki secara langsung ke dalam ciptaan jasmani ini. Dalam Injil Yudas, Yesus bertanya kepada pengikutnya, “Bagaimanakah kamu mengenali Aku” Mereka tidak menjawabnya betul. Sebaliknya Yudas menjawab, “Saya tahu siapakah kamu dan dari mana kamu datang. Engkau datang dari alam kekal Barbelo”

    Barbelo dalam ajaran Gnostik ialah emanasi Tuhan pertama, yang biasanya disebut sebagai ibu dan ayah. Oleh sebab Tuhan tidak memasuki dunia yang tidak suci ini, alam perantara Barbelo dimana dunia jasmani ini dicipta tanpa mencemarkan Tuhan. Jelasnya, Barbelo adalah istilah Gnostik dan asing dari ajaran Kristian. Yesus menyatakan dalam Yohanes 3:13 bahawa Dia datang dari syurga. Ayat Yunaninya ialah houranos. Penulis Perjanjian Baru melihat Yesus duduk si sebelah kanan BapaNya. Yesus tinggal di syurga yang kekal bersama dengan BapaNya. Sebab-sebab Injil Yudas bukan sebahagian dari Perjanjian Baru Ada beberapa sebab kita tidak menganggap Injil Yudas sebagai alkitabiah yang diilhamkan. Pertama, ia ditulis terlalu lewat tanpa hubungan dengan para rasul. Para Rasul Kristus diberikan ilham dan kuasa untuk menulis kitab suci. Syarat-syarat kemasukkan ke dalam kanon* Perjanjian Baru ialah ia perlu ditulis oleh rasul Kristus atau orang yang terdekatnya. Memandangkan hubungan dengan rasul diperlukan, ia seharusnya ditulis pada abad pertama. Terdapat banyak bukti keempat-empat Injil dalam Perjanjian Baru ditulis pada abad pertama. Injil Yudas ditulis pada pertengahan abad kedua maka ia terlalu lewat untuk dimasukkan ke dalam kanon. Kedua, alkitabiah yang diilhamkan itu mestilah konsisten dengan wahyu Tuhan yang terdahulu. Tuhan adalah Tuhan yang benar dan bukan sebaliknya. Maka firmanNya tidak bercanggah dengan kebenaran.

  • Falsafah Gnostik dalam Yudas ini tidak konsisten dengan ajaran Perjanjian Lama dan Baru. Perjanjian Lama mengajar Tuhan mencipta dunia fizikal dan Adam serta Hawa (Kejadian 1-3). Dalam Kejadian yang mengisahkan semua ciptaan Tuhan adalah baik. Ini bercanggah dengan ajaran Gnostik, Tuhan menciptakan dunia fizikal ini dan mengisytiharkannya baik. Ada beberapa sebab kita tidak menganggap Injil Yudas sebagai alkitabiah yang diilhamkan. Pertama, ia ditulis terlalu lewat tanpa hubungan dengan para rasul. Para Rasul Kristus diberikan ilham dan kuasa untuk menulis kitab suci. Syarat-syarat kemasukkan ke dalam kanon Perjanjian Baru ialah ia perlu ditulis oleh rasul Kristus atau orang yang terdekatnya. Memandangkan hubungan dengan rasul diperlukan, ia seharusnya ditulis pada abad pertama. Terdapat banyak bukti keempat-empat Injil dalam Perjanjian Baru ditulis pada abad pertama. Injil Yudas ditulis pada pertengahan abad kedua maka ia terlalu lewat untuk dimasukkan ke dalam kanon. Kedua, alkitabiah yang diilhamkan itu mestilah konsisten dengan wahyu Tuhan yang terdahulu. Tuhan adalah Tuhan yang benar dan bukan sebaliknya. Maka firmanNya tidak bercanggah dengan kebenaran. Falsafah Gnostik dalam Yudas ini tidak konsisten dengan ajaran Perjanjian Lama dan Baru. Perjanjian Lama mengajar Tuhan mencipta dunia fizikal dan Adam serta Hawa (Kejadian 1-3). Dalam Kejadian yang mengisahkan semua ciptaan Tuhan adalah baik. Ini bercanggah dengan ajaran Gnostik, Tuhan menciptakan dunia fizikal ini dan mengisytiharkannya baik. Ajaran Gnostik juga mengajarkan Tuhan tidak mencipta dunia fizikal ini sebab bahan-bahan dunia ini tidak suci, maka Tuhan menciptakan aeon-aeon dan malaikat-malaikat. Makhluk-makhluk inilah yang menciptakan alam fizikal.
  • Dalam Injil Yudas, Yesus mendedahkah kejadian dunia ini, kemanusiaan dan para aeon dan para malaikat. Para malaikat ini yang membawa ketenteraman pada kucar-kacir. Salah satu malaikat-malaikat, namanya Saklas yang menciptakan Adam dan Hawa. Injil ini memberitahu: “Biarlah 12 malaikat-malaikat dijadikan untuk menguasai huru hara dan alam ghaib. Dan lihatlah dari awan datangnya malaikat yang mukanya berpancar cahaya dengan api serta penampilannya dicemari dengan darah. Namanya ialah Nebro yang bermaksud pemberontak. Saklas, malaikat yang lain itu juga datang dari awan. Nebro mencipta enam malaikat-malaikat lain begitu juga dengan Saklas untuk menjadi pembantu masing-masing. Maka terjadi 12 belas malaikat-malaikat ini dan masing-masing mempunyai bahagiannya dalam syurga. Ia juga mengatakan, “Saklas memberitahu malaikat-malaikatnya, “Marilah kita mencipta manusia yang menyerupai kami dan imej kami. Mereka mencipta Adam dan isterinya Hawa dalam awan yang dipanggil Zoe” Ini amat bercanggah dengan ajaran dalam Perjanjian Lama dimana Tuhanlah yang menciptakan dunia ini. Tuhanlah juga yang mencipta Adam dari tanah dan isterinya Hawa dari Adam. Injil Yudas juga bercanggah dengan ajaran Perjanjian Baru juga. Ia mengajar tubuh itu jahat dan Yesus ingin membebaskan diriNya dari tubuh fizikalNya. Yesus mengarahkan Yudas, “Tetapi engkau (Yudas) akan melebihi dari mereka. Engkau akan mengorbankan orang yang berpakaiankanku” Melalui kematian Yesus dengan bantuan Yudas akan membebaskan rohNya untuk bersatu dengan Tuhan. Perjanjian Baru mengajarkan bahawa Yesus tidak pernah ingin membebaskan diriNya dari tubuhNya. Faktanya, Yesus mengajar bahawa kebangkitanNya adalah kebangkitn fizikal (Yohanes 2:19-22). Dalam Lukas 24:39, Yesus menjelaskan kepada para pengikutNya bahawa Dia mempunyai tubuh fizikalNya. “Lihatlah tangan-Ku dan lihatlah kaki-Ku. Aku sendirilah ini! Sentuhlah Aku dan lihatlah, sebab hantu tidak berdaging dan tidak bertulang, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.” Dalam Yohanes 20 dan 21, Yesus juga mendedahkan tubuhNya yang disalibkan itu dibangkitkan. Dia juga menjemput Thomas dalam bab 20 untuk menyentuh bilur-Nya. Jika Yesus bangkit sebagai roh, Dia bersalah karena menipu para pengikutNya. Paulus mengajar dalam 1 Korintus 15 berkenaan dengan kebangkitan tubuh. Dia menerangkan bahawa Yesus bangkit dari maut dan sebanyak 500 orang saksi yang bersaksi akan fakta ini. Dia juga menerangkan kebangkitan tubuh itu ialah tubuh fisik tetapi berlainan dengan tubuh kita di dunia ini. Semasa kebangkitan, tubuh umat Kristian akan dimuliakan. Ini jelas menolak ajaran Gnostik yang ingin membebaskan diri dari tubuh yang tidak suci. Paulus tidak mengajar umat Kristian untuk membebaskan diri dari tubuh mereka malah menantikan kebangkitan tubuh (1 Tesalonika 4:13-18).
    Kesimpulan
    Sungguhpun dengan adanya gembar-gempur dari pihak media, Injil Yudas ini sama sekali tidak membuktikan kebenarannya. “Injil” ini sangatlah lemah baik dalam penulisan maupun muatannya. Skrip ditulis sesudah abad kedua dan ia tidak ditulis oleh Rasul Yesus atau orang terdekat dengan rasul. Ajaran-ajarannya juga bertolak belakang Perjanjian Lama dan Baru. Informasi yang sedikit dibentangkan itu tidak layak dijadikan bahan bersejarah. Injil Yudas memberikan kita gambaran yang lebih kepada permulaan Gnostik. Ia tidak membentangkan fakta sejarah Yesus yang boleh meneguhkan Perjanjian Baru jua.

.

2006